Harga Minyak Naik Karena Saudi Ingin Kurangi Pasokan ke Asia
Rabu, 10 Mei 2017 - 10:58 WIB
Harga Minyak Naik Karena Saudi Ingin Kurangi Pasokan ke Asia
A
A
A
TOKYO - Harga minyak berjangka naik di perdagangan Asia pada Rabu (10/5/2017), setelah Reuters melaporkan Arab Saudi akan mengurangi pasokan ke Asia.
Keputusan ini merupakan bagian dari ikhtiar OPEC yang berjuang melawan meningkatnya produksi Amerika Serikat. Peningkatan produksi AS bisa mengancam dan menggagalkan usaha OPEC mengakhiri rendahnya harga si emas hitam.
Perusahaan milik negara Saudi Aramco berujar akan mengurangi pasokan minyak ke Asia sebesar 7 juta barel per hari pada Juni besok. Ini juga bagian dari kesepakatan OPEC mengurangi produksi dan saat ini memilih memangkas ekspor demi memenuhi kebutuhan dalam negeri masing-masing.
Angka tujuh juta barel itu setara dengan nilai impor minyak ke Jepang, yang merupakan importir minyak keempat di dunia.
Pernyataan Saudi Aramco membuat harga minyak berjangka Brent International naik 25 sen atau 0,5% menjadi USD48,98 per barel pada pukul 00.30 GMT. Harga minyak berjangka AS, West Texas Intermediate naik 29 sen atau 0,6% ke USD46,17 per barel.
Saat harga melonjak setelah kesepakatan OPEC, AS berencana menekan dengan terus melanjutkan peningkatan produksi. Hal ini membuat pasar diperkirakan kembali berombak. Dan rencana untuk mendorong kenaikan harga sulit terealisasi.
Untuk itu, Menteri Perminyakan Arab Saudi Khalid al-Falih memperkirakan OPEC akan memperpanjang pemangkasan produksi hingga akhir 2017 atau mungkin sampai 2018. Rencana tersebut akan dibahas pada akhir bulan ini.
Pemerintah AS sendiri ingin meningkatkan produksi lebih tinggi lagi dlam membatasi kenaikan garga minyak dunia sampai akhir 2018. Produksi minyak Negeri Paman Sam diperkirakan pada tahun ini akan naik menjadi 9,31 juta barel per hari. Ini lebih tinggi dari tahun lalu sebesar 8,87 juta barel per hari.
Keputusan ini merupakan bagian dari ikhtiar OPEC yang berjuang melawan meningkatnya produksi Amerika Serikat. Peningkatan produksi AS bisa mengancam dan menggagalkan usaha OPEC mengakhiri rendahnya harga si emas hitam.
Perusahaan milik negara Saudi Aramco berujar akan mengurangi pasokan minyak ke Asia sebesar 7 juta barel per hari pada Juni besok. Ini juga bagian dari kesepakatan OPEC mengurangi produksi dan saat ini memilih memangkas ekspor demi memenuhi kebutuhan dalam negeri masing-masing.
Angka tujuh juta barel itu setara dengan nilai impor minyak ke Jepang, yang merupakan importir minyak keempat di dunia.
Pernyataan Saudi Aramco membuat harga minyak berjangka Brent International naik 25 sen atau 0,5% menjadi USD48,98 per barel pada pukul 00.30 GMT. Harga minyak berjangka AS, West Texas Intermediate naik 29 sen atau 0,6% ke USD46,17 per barel.
Saat harga melonjak setelah kesepakatan OPEC, AS berencana menekan dengan terus melanjutkan peningkatan produksi. Hal ini membuat pasar diperkirakan kembali berombak. Dan rencana untuk mendorong kenaikan harga sulit terealisasi.
Untuk itu, Menteri Perminyakan Arab Saudi Khalid al-Falih memperkirakan OPEC akan memperpanjang pemangkasan produksi hingga akhir 2017 atau mungkin sampai 2018. Rencana tersebut akan dibahas pada akhir bulan ini.
Pemerintah AS sendiri ingin meningkatkan produksi lebih tinggi lagi dlam membatasi kenaikan garga minyak dunia sampai akhir 2018. Produksi minyak Negeri Paman Sam diperkirakan pada tahun ini akan naik menjadi 9,31 juta barel per hari. Ini lebih tinggi dari tahun lalu sebesar 8,87 juta barel per hari.
(ven)
Lihat Juga :