Diundang Menkeu, Kepala Daerah Ungkap Rincian Soal Infrastruktur
Jum'at, 12 Mei 2017 - 20:32 WIB
Diundang Menkeu, Kepala Daerah Ungkap Rincian Soal Infrastruktur
A
A
A
JAKARTA - Tujuh kepala daerah menceritakan seputar pembangunan infrastruktur di daerahnya kepada Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati saat melakukan pertemuan dalam upaya sinergi dan sinkronisasi kebijakan penyediaan infrastruktur antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah. Bupati Sidoarjo Saiful Ilah mengaku membutuhkan rumah sakit tambahan terutama untuk di Sidoarjo Barat, Kriyan.
"Karena banyak rujukan dari Mojokerto ataupun Pasuruan, yang larinya ke Sidoarjo. Saya sudah sampaikan ini ke PT. SMI sebulan lalu, pesertanya sangat antusias. Feasibility study nya sudah. Tanahnya sudah ada, dari Kabupaten ada luas tanah 1,3 ha lebih," ujar Saiful di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (12/5/2017).
Untuk pembangunan tersebut, biaya yang akan ditelan sebesar Rp68,28 miliar, dan secara terang-terangan, Saiful mengungkapkan bahwa daerahnya tidak memiliki uang untuk membangun infratsruktur tersebut. "Maka kami minta bantuan karena enggak punya dana, tapi kebutuhan sangat mendesak. Kemenkeu bantu dari PT. SMI, Insya Allah dari KPBU ini diterima," katanya.
Sementara Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, mengajukan untuk daerahnya pembangunan transportasi LRT yang rencananya dianggarkan dari APBN. Tapi sudah 2 tahun ternyata tidak bisa dan kemungkinan akan menggunakan KPBU.
"Kami sudah studi kelayakan, tapi akan memudahkan kalau dengan KPBU, karena kan LRT menyangkut perizinan mulai dari trayek, operasional di Kemenhub. Makanya kami masukan program LRT di KPBU. Nilainya untuk arah Utara-Selatan Rp1,2 triliun dan timur-barat Rp2,6 triliun," jelas Risma.
Lain lagi dengan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil yang mengaku selama ini, pihaknya harus bekerja keras untuk melobi investor dan menabung seperti layaknya menyicil KPR untuk memiliki rumah, yang dalam hal ini adalah infrastruktur. "Akhirnya kami sadar 2-5 tahun enggak bisa. Kalau enggak ada terobosan dalam sisi inovasi regulasi saya kira kami enggak akan (bergerak) kemana-mana," katanya
Pria yang akrab disapa Kang Emil ini mengungkapkan juga, Bandung pertumbuhan ekonominya sebesar 7,6% itu dengan macet yang sudah menjadi rutinitas ditambah orang Jakarta yang selalu liburan ke Bandung dan menambah kemcetan.
"Jadi ada banyak proyek yang harus kami bangun, nilainya Rp60 triliun. Kalau dipilih hanya satu, kami prioristaskan di transportasi publik yakni pembangunan LRT koridor 1 dan 2. Yang 2 ini penting, karena berhubungan dengan LRT. Kalau enggak cepat, nanti akan diturunkan di tengah sawah, terus pakai ojek," kata dia.
Sedangkan Pemkot Semarang, pemkotnya mengusulkan pembangunan untuk Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Semarang Barat dari waduk Jatibarang ke 80 ribu sambungan rumah.
"Kalau itu bisa terealisasi, maka akan melengkapi jaringan yang ada 166 ribu PDAM di Semarang. Nilainya Rp1 triliun, skemanya 10% pembebasan APBD kita, 20% sambungan tersier PDAM kota Semarang, 11% pembangunan saluran, 59% atau Rp612 miliar sudah kami mintakan lewat skema KPBU," ujar Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi.
"Dan rapat tadi menggembirakan sekali karena ibu Menkeu sudah beri lampu hijau. Target kami Desember nanti tanda tangan kontrak untuk pengerjaan proyek, dan September sudah lelang," papar dia.
"Karena banyak rujukan dari Mojokerto ataupun Pasuruan, yang larinya ke Sidoarjo. Saya sudah sampaikan ini ke PT. SMI sebulan lalu, pesertanya sangat antusias. Feasibility study nya sudah. Tanahnya sudah ada, dari Kabupaten ada luas tanah 1,3 ha lebih," ujar Saiful di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (12/5/2017).
Untuk pembangunan tersebut, biaya yang akan ditelan sebesar Rp68,28 miliar, dan secara terang-terangan, Saiful mengungkapkan bahwa daerahnya tidak memiliki uang untuk membangun infratsruktur tersebut. "Maka kami minta bantuan karena enggak punya dana, tapi kebutuhan sangat mendesak. Kemenkeu bantu dari PT. SMI, Insya Allah dari KPBU ini diterima," katanya.
Sementara Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, mengajukan untuk daerahnya pembangunan transportasi LRT yang rencananya dianggarkan dari APBN. Tapi sudah 2 tahun ternyata tidak bisa dan kemungkinan akan menggunakan KPBU.
"Kami sudah studi kelayakan, tapi akan memudahkan kalau dengan KPBU, karena kan LRT menyangkut perizinan mulai dari trayek, operasional di Kemenhub. Makanya kami masukan program LRT di KPBU. Nilainya untuk arah Utara-Selatan Rp1,2 triliun dan timur-barat Rp2,6 triliun," jelas Risma.
Lain lagi dengan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil yang mengaku selama ini, pihaknya harus bekerja keras untuk melobi investor dan menabung seperti layaknya menyicil KPR untuk memiliki rumah, yang dalam hal ini adalah infrastruktur. "Akhirnya kami sadar 2-5 tahun enggak bisa. Kalau enggak ada terobosan dalam sisi inovasi regulasi saya kira kami enggak akan (bergerak) kemana-mana," katanya
Pria yang akrab disapa Kang Emil ini mengungkapkan juga, Bandung pertumbuhan ekonominya sebesar 7,6% itu dengan macet yang sudah menjadi rutinitas ditambah orang Jakarta yang selalu liburan ke Bandung dan menambah kemcetan.
"Jadi ada banyak proyek yang harus kami bangun, nilainya Rp60 triliun. Kalau dipilih hanya satu, kami prioristaskan di transportasi publik yakni pembangunan LRT koridor 1 dan 2. Yang 2 ini penting, karena berhubungan dengan LRT. Kalau enggak cepat, nanti akan diturunkan di tengah sawah, terus pakai ojek," kata dia.
Sedangkan Pemkot Semarang, pemkotnya mengusulkan pembangunan untuk Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Semarang Barat dari waduk Jatibarang ke 80 ribu sambungan rumah.
"Kalau itu bisa terealisasi, maka akan melengkapi jaringan yang ada 166 ribu PDAM di Semarang. Nilainya Rp1 triliun, skemanya 10% pembebasan APBD kita, 20% sambungan tersier PDAM kota Semarang, 11% pembangunan saluran, 59% atau Rp612 miliar sudah kami mintakan lewat skema KPBU," ujar Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi.
"Dan rapat tadi menggembirakan sekali karena ibu Menkeu sudah beri lampu hijau. Target kami Desember nanti tanda tangan kontrak untuk pengerjaan proyek, dan September sudah lelang," papar dia.
(akr)
Lihat Juga :