Takut Risiko, Pemerintah Harus Kompromi dengan Investor Migas

Selasa, 16 Mei 2017 - 13:38 WIB
Takut Risiko, Pemerintah...
Takut Risiko, Pemerintah Harus Kompromi dengan Investor Migas
A A A
JAKARTA - Pengamat Migas dari ReforMiner Institute Pri Agung Rakhmanto mengemukakan, Indonesia memang memiliki potensi migas yang sangat besar. Namun, jika pemerintah tidak memperlakukan investor secara baik maka potensi tersebut tidak akan bisa termanfaatkan dengan baik.

Dia menyebutkan, potensi migas di Tanah Air mencapai 151 miliar barel. Namun, yang sudah berbentuk cadangan terbukti baru sekitar 3,3 miliar hingga 3,6 miliar. Untuk mengubah potensi tersebut menjadi cadangan terbukti, maka dibutuhkan investasi untuk kegiatan eksplorasi atau pengeboran.

"Untuk mengubah SDA itu jadi cadangan butuh investasi. Eksplorasi yang berisiko. Jadi sampai kapanpun akan tetap jadi potensi kalau tidak dilakukan investasi," katanya di Kantor Chevron, Jakarta, Selasa (16/5/2017).

Sayangnya, kata dia, Indonesia selama ini memposisikan diri sebagai negara yang tidak berani mengambil risiko dalam eksplorasi. Pemerintah tidak bersedia keluar uang dan hanya mengandalkan investor untuk mencari cadangan migas tersebut.

Konsekuensinya, pemerintah harus ramah terhadap investor yang akan melakukan pengeboran. Investor harus diperlakukan secara ramah karena mereka berani mengambil risiko mencari cadangan migas, dengan investasi yang tidak sedikit.

"Kita tidak bersedia sendiri menanggung risiko melakukan pengeboran yang sampai USD100-USD120 juta di laut dalam untuk satu sumur. Kita juga bisa mengerti ketika negara tidak secara proaktif mengambil risiko itu. Tapi itu ada konsekuensi, karena harus kompromi dan win win dengan investor," tutur dia.

Apalagi, lanjut Pri Agung, investor masih harus menanggung risiko gagal meskipun cadangan migas telah ditemukan. Sebab, cadangan migas tidak lantas langsung bisa diproduksi pasca kegiatan pengeboran selesai.

"Ketika proven jadi cadangan, tidak otomatis langsung bisa diproduksikan, tetap ada risiko. Proven itu hanya secara keilmuan, tapi kalau mau diproduksikan lagi ada risiko belum tentu dia bisa diangkat ke permukaan. Jadi baik di eksplorasi itu berisiko, di eksploitasi atau produksi juga berisiko," terangnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tepis Anggapan Investasi...
Tepis Anggapan Investasi Migas Tak Lagi Menarik, SKK Migas Tunjukkan Bukti
Investasi Hulu Migas...
Investasi Hulu Migas Sepanjang 2021 Merayap Capai Rp152 Triliun
Tarik Investor, Aspermigas...
Tarik Investor, Aspermigas Sebut Indonesia Butuh UU Migas Baru
Siapa Bilang Ambles?...
Siapa Bilang Ambles? Ini Sumbangsih Industri Hulu Migas untuk Ketahanan Energi Nasional
Investasi Hulu Migas...
Investasi Hulu Migas Seret, Baru Capai Rp85 Triliun di Semester I 2023
Pemerintah Dengerin...
Pemerintah Dengerin Nih, Insentif Migas Belum Cukup Menarik Bagi Investor
Berita Terkini
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
7 jam yang lalu
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
7 jam yang lalu
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
7 jam yang lalu
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
8 jam yang lalu
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
9 jam yang lalu
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
9 jam yang lalu
Infografis
10 Jurusan dengan Pendaftar...
10 Jurusan dengan Pendaftar Terbanyak SNBP 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved