IHSG Tengah Pekan Diprediksi Tertekan ke Level 5.574
Rabu, 17 Mei 2017 - 07:59 WIB
IHSG Tengah Pekan Diprediksi Tertekan ke Level 5.574
A
A
A
JAKARTA - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini menurut Analis Reliance Securities Lanjar Nafi akan tertekan dengan range pergerakan 5.574-5.678. Menurutnya pergerakan IHSG cenderung negatif secara teknikal setelah gagal bertahan di atas MA7 dan kembali menguji MA25.
Indikator Stochastic bearish movement seiring pergerakan RSI yang terus tertahan pada Moving Average Momentumnya. "IHSG akan menguji support fractal dan lower bollinger bands di kisaran level 5.635," ujarnya di Jakarta, Rabu (17/5/2017).
Sementara, IHSG tertekan sejak awal sesi perdagangan dengan ditutup -41,87 poin sebesar -0,74% di level 5.646,99 dengan indeks keuangan yang memimpin pelemahan dan indeks industri dasar dan pertambangan yang menjadi penahan aksi jual.
Investor domestik pun terlihat sepi dimana investor asing mendominasi dengan catatan net buy Rp438,3 miliar. "Data pertumbuhan eksport yang jauh dibawah ekspektasi masih menjadi sentimen negatif dan kehati-hatian investor domestik melihat posisi IHSG sudah cukup tinggi," pungkasnya.
Saham-saham yang masih dapat menjadi perhatian di antaranya PT Astra International Tbk. (ASII), PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN), HRUM dan INCO. Selanjutnya ada saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA), MAIN, PTPP hingga TINS yang juga patut dicermati.
Indikator Stochastic bearish movement seiring pergerakan RSI yang terus tertahan pada Moving Average Momentumnya. "IHSG akan menguji support fractal dan lower bollinger bands di kisaran level 5.635," ujarnya di Jakarta, Rabu (17/5/2017).
Sementara, IHSG tertekan sejak awal sesi perdagangan dengan ditutup -41,87 poin sebesar -0,74% di level 5.646,99 dengan indeks keuangan yang memimpin pelemahan dan indeks industri dasar dan pertambangan yang menjadi penahan aksi jual.
Investor domestik pun terlihat sepi dimana investor asing mendominasi dengan catatan net buy Rp438,3 miliar. "Data pertumbuhan eksport yang jauh dibawah ekspektasi masih menjadi sentimen negatif dan kehati-hatian investor domestik melihat posisi IHSG sudah cukup tinggi," pungkasnya.
Saham-saham yang masih dapat menjadi perhatian di antaranya PT Astra International Tbk. (ASII), PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN), HRUM dan INCO. Selanjutnya ada saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA), MAIN, PTPP hingga TINS yang juga patut dicermati.
(akr)
Lihat Juga :