BPK Berikan Opini WTP Setelah 12 Tahun, Ini Perasaan Sri Mulyani

Jum'at, 19 Mei 2017 - 22:22 WIB
BPK Berikan Opini WTP...
BPK Berikan Opini WTP Setelah 12 Tahun, Ini Perasaan Sri Mulyani
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati gembira dengan pemberian opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terhadap Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) Tahun 2016.

Opini WTP tersebut merupakan yang pertama kalinya setelah 12 tahun, dimana pemerintah menyampaikan pertanggungjawaban pelaksanaan APBN berupa LKPP sejak tahun 2004. Dan hal itu tidaklah mudah, menyusun neraca dan LKPP dari cash basis menuju sistem aktual.

Dia menilai, apresiasi dari BPK tersebut menandakan penatausahaan barang milik negara telah semakin baik. "Ini ditandai transfer masuk dana keluar dari barang milik negara yang diyakini kewajarannya, serta pencatatan saldo anggaran yang jauh lebih akurat dibanding tahun sebelumnya," katanya di Kantor Pusat Ditjen Pajak, Jakarta, Jumat (19/5/2017).

Dia meminta pemerintah tidak berpuas diri atas laporan hasil pemeriksaan BPK tersebut. Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini menginginkan agar seluruh tradisi akuntabilitas dan pengelolaan keuangan negara semakin terjaga. Mengingat, APBN merupakan instrumen kebijakan pembangunan yang sangat penting bagi negara.

instagram SMI

"Reputasi dan kredibilitas harus dijaga, dan yang penting bahwa pelaksanaan APBN benar-benar bisa dinikmati oleh masyarakat dalam mencapai tujuan bernegara," imbuh dia.

Kedepannya, mantan Menko bidang Perekonomian ini akan memberikan contoh pengelolaan keuangan negara kepada kementerian dan lembaga (K/L), pemerintah daerah, serta BUMN. Pasalnya, meskipun telah mendapatkan opini WTP namun masih ada K/L yang memperoleh opini tidak menyatakan pendapat (disclaimer dari BPK).

"Saya telah meminta seluruh jajaran Kemenkeu untuk terus perhatikan berbagai macam temuan, dan saya minta seluruh jajaran Kemenkeu untuk membantu kementerian dan lembaga yang statusnya belum WTP (Wajar Tanpa Pengecualian). Kami akan terus menjaga keseluruhan konsistensi keuangan negara, sehingga reputasi dan krediblitas dari pengelolaan keuangan negara kita akan semakin kuat," tuturnya.

Dengan koordinasi yang semakin baik, tambahnya, manfaat yang diberikan kepada masyarakat akan semakin besar. "Jadi hasil ini bukan sesuatu yang akan kami rayakan tapi jadi cambuk untuk terus menjaga reputasi maupun kinerja dari Kemenkeu dan terutama di dalam menjaga keuangan negara sesuai mandat yang diberikan kepada kami," tandas Sri Mulyani.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ada 26 Temuan BPK, Sri...
Ada 26 Temuan BPK, Sri Mulyani Sebut Pemerintah Berkomitmen Menindaklanjuti
Respons Temuan BPK,...
Respons Temuan BPK, Sri Mulyani: Kami Tindaklanjuti dengan Action Plan
BPK Minta Laporan Keuangan...
BPK Minta Laporan Keuangan Pemerintah Diumbar ke Media Massa
BPK Beri Opini WTP Terhadap...
BPK Beri Opini WTP Terhadap Laporan Keuangan Pemerintah Pusat
Di depan Jokowi, BPK...
Di depan Jokowi, BPK Bongkar Catatan Soal Jiwasraya hingga Dana Pensiun
Raih Opini WTP dari...
Raih Opini WTP dari BPK, Menpora: Butuh Usaha Besar
Berita Terkini
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
4 jam yang lalu
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
4 jam yang lalu
BKI dan ASDP Perkuat...
BKI dan ASDP Perkuat Sinergi Keselamatan Kerja Melalui Audit SMK3
4 jam yang lalu
Silmy Karim Dicopot...
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris Telkom usai Tersangka KPK
4 jam yang lalu
DPR Ingatkan Potensi...
DPR Ingatkan Potensi Moral Hazard Penambahan Layer Rokok Ilegal
5 jam yang lalu
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
5 jam yang lalu
Infografis
Komputer Berusia 2.000...
Komputer Berusia 2.000 Tahun Ditemukan, Ini Fungsinya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved