189.000 Kandidat Mengikuti Ujian CFA, Naik 9% dari Tahun Lalu
Sabtu, 03 Juni 2017 - 18:51 WIB
189.000 Kandidat Mengikuti Ujian CFA, Naik 9% dari Tahun Lalu
A
A
A
VIRGINIA - Bagi para bankir dan praktisi keuangan, mendapat gelar CFA (Chartered Financial Analyst) merupakan sebuah pengakuan internasional, karena kemampuannya diakui setara dengan praktisi keuangan manca negara.
Bahkan tidak sedikit yang mengatakan bahwa gelar CFA lebih bergengsi ketimbang gelar MBA (Master of Business Administration). Sebagai informasi, di Indonesia, jumlah pemegang gelar CFA terbilang masih sedikit.
CFA merupakan sertifikat profesi sebagai analis yang dikeluarkan CFA Institute di Charlottesville, Virgina, Amerika Serikat. Sertifikat khusus bagi para profesional yang bekerja di bidang keuangan.
Melansir dari Bloomberg, Sabtu (3/6/2017), CFA Institute menyatakan pada Sabtu ini terdapat 189.000 kandidat yang mengikuti ujian tingkat tiga di 91 negara. "Jumlah ini naik 9 persen dari tahun sebelumnya," tulis CFA Institute.
Ujian ini populer di kalangan analis saham, bankir, praktisi keuangan untuk mendapatkan pemahaman pasar yang mumpuni, dan tentunya memperoleh gaji lebih tinggi.
Ujian tingkat pertama sudah dilakukan pada Desember tahun lalu dan Juni ini. Sementara dua tingkat terakhir diberikan pada Juni 2017. Hampir setengah dari mereka yang terdaftar pada Sabtu ini berasal dari kawasan Asia Pasifik.
Rata-rata kandidat menghabiskan lebih dari 300 jam belajar untuk tiga tingkat tes, dengan lebih dari 2.000 halaman kurikulum. Melewati ketiga fase ujian ini biasanya memakan waktu empat tahun dengan probabilitas keberhasilan 1 banding 5.
CFA Institute mengatakan akan menambah pertanyaan tentang kecerdasan buatan, metode penasehat dan metode robo untuk menganalisa data-data ekonomi pada ujian tahun 2019. Kelompok ini berharap penambahan materi ini seiring dengan perkembangan industri teknologi keuangan.
Bahkan tidak sedikit yang mengatakan bahwa gelar CFA lebih bergengsi ketimbang gelar MBA (Master of Business Administration). Sebagai informasi, di Indonesia, jumlah pemegang gelar CFA terbilang masih sedikit.
CFA merupakan sertifikat profesi sebagai analis yang dikeluarkan CFA Institute di Charlottesville, Virgina, Amerika Serikat. Sertifikat khusus bagi para profesional yang bekerja di bidang keuangan.
Melansir dari Bloomberg, Sabtu (3/6/2017), CFA Institute menyatakan pada Sabtu ini terdapat 189.000 kandidat yang mengikuti ujian tingkat tiga di 91 negara. "Jumlah ini naik 9 persen dari tahun sebelumnya," tulis CFA Institute.
Ujian ini populer di kalangan analis saham, bankir, praktisi keuangan untuk mendapatkan pemahaman pasar yang mumpuni, dan tentunya memperoleh gaji lebih tinggi.
Ujian tingkat pertama sudah dilakukan pada Desember tahun lalu dan Juni ini. Sementara dua tingkat terakhir diberikan pada Juni 2017. Hampir setengah dari mereka yang terdaftar pada Sabtu ini berasal dari kawasan Asia Pasifik.
Rata-rata kandidat menghabiskan lebih dari 300 jam belajar untuk tiga tingkat tes, dengan lebih dari 2.000 halaman kurikulum. Melewati ketiga fase ujian ini biasanya memakan waktu empat tahun dengan probabilitas keberhasilan 1 banding 5.
CFA Institute mengatakan akan menambah pertanyaan tentang kecerdasan buatan, metode penasehat dan metode robo untuk menganalisa data-data ekonomi pada ujian tahun 2019. Kelompok ini berharap penambahan materi ini seiring dengan perkembangan industri teknologi keuangan.
(ven)
Lihat Juga :