IHSG Dibuka Naik Tipis Saat Bursa Asia Mayoritas Lesu
Senin, 05 Juni 2017 - 09:12 WIB
IHSG Dibuka Naik Tipis Saat Bursa Asia Mayoritas Lesu
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan awal pekan ini berhasil naik meski tidak terlalu tinggi saat mayoritas bursa Asia melemah. Bursa saham Tanah Air pagi ini menguat 4,87 poin setara dengan 0,08% ke level 5.747,31.
Sebelumnya pada perdagangan akhir kemarin, IHSG ditutup naik meski tidak terlalu tinggi, yakni hanya 4,29 poin atau 0,07% ke level 5.742,45.
Sektor saham dalam negeri di awal perdagangan mayorits menghijau dengan sektor pertambangan menjadi penguatan tertinggi sebesar 0,77% dan sektor yang melemah terdalam adalah infrastruktur yang turun 0,46%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia tercatat sebesar Rp30 miliar dengan 9 juta saham diperdagangkan pada sesi pagi dan transaksi bersih asing mencapai Rp3,80 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp19,75 miliar dan aksi beli asing mencapai Rp23,55 miliar. Tercatat 22 saham naik, 8 turun dan 15 stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) naik Rp250 menjadi Rp17.800, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) naik Rp200 menjadi Rp11.000, dan PT United Tractors Tbk (UNTR) naik Rp175 menjadi Rp26.725.
Sementara, beberapa saham yang melemah di antaranya PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) turun Rp150 menjadi Rp46.750, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) turun Rp50 menjadi Rp6.400, dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) turun Rp40 menjadi Rp4.340.
Seperti dilansir CNBC, Senin (5/6/2017), bursa saham Asia pada awal perdagangan ini melemah menyusul sebuah serangan di pusat kota London pada akhir pekan dan poundsterling sedikit melemah.
Penyerang pertama kali melaju ke pejalan kaki di London Bridge, lalu menuju ke Borough Market sebelum ditembak polisi. Sedikitnya tujuh orang tewas dan 48 terluka setelah serangan tersebut. 12 orang telah ditangkap setelah serangan tersebut, yang menurut Polisi Metropolitan sedang diperlakukan sebagai insiden teroris.
Di Asia, Indeks Nikkei 225 turun 0,24% pada awal perdagangan, sementara di Korea Selatan Indeks Kospi naik 0,04%. Di ASX 200 turun 0,19% sebagian besar didorong oleh sektor keuangan dan material yang masing-masing turun 0,51% dan 0,39%.
Sebelumnya pada perdagangan akhir kemarin, IHSG ditutup naik meski tidak terlalu tinggi, yakni hanya 4,29 poin atau 0,07% ke level 5.742,45.
Sektor saham dalam negeri di awal perdagangan mayorits menghijau dengan sektor pertambangan menjadi penguatan tertinggi sebesar 0,77% dan sektor yang melemah terdalam adalah infrastruktur yang turun 0,46%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia tercatat sebesar Rp30 miliar dengan 9 juta saham diperdagangkan pada sesi pagi dan transaksi bersih asing mencapai Rp3,80 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp19,75 miliar dan aksi beli asing mencapai Rp23,55 miliar. Tercatat 22 saham naik, 8 turun dan 15 stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) naik Rp250 menjadi Rp17.800, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) naik Rp200 menjadi Rp11.000, dan PT United Tractors Tbk (UNTR) naik Rp175 menjadi Rp26.725.
Sementara, beberapa saham yang melemah di antaranya PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) turun Rp150 menjadi Rp46.750, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) turun Rp50 menjadi Rp6.400, dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) turun Rp40 menjadi Rp4.340.
Seperti dilansir CNBC, Senin (5/6/2017), bursa saham Asia pada awal perdagangan ini melemah menyusul sebuah serangan di pusat kota London pada akhir pekan dan poundsterling sedikit melemah.
Penyerang pertama kali melaju ke pejalan kaki di London Bridge, lalu menuju ke Borough Market sebelum ditembak polisi. Sedikitnya tujuh orang tewas dan 48 terluka setelah serangan tersebut. 12 orang telah ditangkap setelah serangan tersebut, yang menurut Polisi Metropolitan sedang diperlakukan sebagai insiden teroris.
Di Asia, Indeks Nikkei 225 turun 0,24% pada awal perdagangan, sementara di Korea Selatan Indeks Kospi naik 0,04%. Di ASX 200 turun 0,19% sebagian besar didorong oleh sektor keuangan dan material yang masing-masing turun 0,51% dan 0,39%.
(izz)
Lihat Juga :