Bursa Asia Lesu, IHSG Ditutup Bertahan di Zona Hijau
Senin, 05 Juni 2017 - 16:44 WIB
Bursa Asia Lesu, IHSG Ditutup Bertahan di Zona Hijau
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini ditutup masih bertahan di zona hijau meski tidak terlalu besar. IHSG bertambah 5,79 poin setara 0,10% ke level 5.748,23 di tengah melemahnya bursa saham Asia.
IHSG pada sesi pagi dibuka naik 4,87 poin setara 0,08% ke 5.747,31 dan balik menguat pada sesi I ke level 5.753,38 atau bertambah 10,93 poin setara 0,19%. Sedangkan akhir pekan kemarin ditutup naik 4,29 poin atau 0,07% ke level 5.742,45.
Sektor saham dalam negeri variatif dengan sektor keuangan yang menguat tertinggi sebesar 0,62% dan sektor yang melemah terdalam yaitu perkebunan yang turun 0,72%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia sore ini tercatat sebesar Rp6,94 triliun dengan 8,77 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing mencapai minus Rp170,81 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp3,02 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp2,85 triliun. Tercatat sebesar 131 saham menguat, 195 melemah dan 129 stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT XL Axiata Tbk (EXCL) naik Rp170 menjadi Rp3.210, PT Bayan Resources Tbk (BYAN) naik Rp100 menjadi Rp6.800, dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) naik Rp40 menjadi Rp3.330.
Sementara, beberapa saham yang melemah di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun Rp200 menjadi Rp74.300, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR) turun Rp70 menjadi Rp2.260, dan PT Asahimas Flat Glass Tbk (AMFG) turun Rp50 menjadi Rp6.250.
Seperti dilansir CNBC, Senin (5/6/2017), bursa saham Asia ditutup melemah menyusul sebuah serangan di pusat kota London selama akhir pekan dan karena harga minyak menguat tajam setelah empat negara bentrok dengan hubungan diplomatik dengan Qatar.
Harga minyak naik didukung oleh berita bahwa Arab Saudi, Bahrain, Uni Emirat Arab dan Mesir telah memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar. Arab Saudi mengatakan telah memutuskan hubungan dengan Qatar karena alasan terkait terorisme.
Minyak mentah brent naik 0,86% menjadi USD50,38 per barel dan minyak mentah West Texas International (WTI) naik 0,9% ke level USD48,08 per barel.
Kontrak berjangka gas alam untuk Juli juga meningkat 1,13% menjadi USD3,032 per juta unit thermal Inggris. Qatar adalah salah satu penghasil gas alam terbesar di dunia.
Sementara, bursa saham Jepang Nikkei 225 sedikit lebih rendah, ditutup turun 0,03% atau 6,46 poin pada level 20.170,82. Di Korea Selatan, Indeks Kospi ditutup sesi 0,13% atau 3,1 poin turun di level 2.368,62.
Di Australia, Indeks ASX 200 juga turun 0,57% atau 33,214 poin menjadi 5.754,9, sebagian besar didorong oleh melemahnya saham keuangan. Sementara, pasar daratan China mixed meski terbilang positif dari layanan PMI Mei Caixin, dengan Indeks Hang Seng turun 0,41%.
Shanghai Composite ditutup 0,45 persen atau 14,0138 poin turun di ke level 3.091,5262 sementara Shenzhen Composite berakhir lebih tinggi 0,689% atau 12.3292 poin menjadi 1.800,9325.
IHSG pada sesi pagi dibuka naik 4,87 poin setara 0,08% ke 5.747,31 dan balik menguat pada sesi I ke level 5.753,38 atau bertambah 10,93 poin setara 0,19%. Sedangkan akhir pekan kemarin ditutup naik 4,29 poin atau 0,07% ke level 5.742,45.
Sektor saham dalam negeri variatif dengan sektor keuangan yang menguat tertinggi sebesar 0,62% dan sektor yang melemah terdalam yaitu perkebunan yang turun 0,72%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia sore ini tercatat sebesar Rp6,94 triliun dengan 8,77 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing mencapai minus Rp170,81 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp3,02 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp2,85 triliun. Tercatat sebesar 131 saham menguat, 195 melemah dan 129 stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT XL Axiata Tbk (EXCL) naik Rp170 menjadi Rp3.210, PT Bayan Resources Tbk (BYAN) naik Rp100 menjadi Rp6.800, dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) naik Rp40 menjadi Rp3.330.
Sementara, beberapa saham yang melemah di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun Rp200 menjadi Rp74.300, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR) turun Rp70 menjadi Rp2.260, dan PT Asahimas Flat Glass Tbk (AMFG) turun Rp50 menjadi Rp6.250.
Seperti dilansir CNBC, Senin (5/6/2017), bursa saham Asia ditutup melemah menyusul sebuah serangan di pusat kota London selama akhir pekan dan karena harga minyak menguat tajam setelah empat negara bentrok dengan hubungan diplomatik dengan Qatar.
Harga minyak naik didukung oleh berita bahwa Arab Saudi, Bahrain, Uni Emirat Arab dan Mesir telah memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar. Arab Saudi mengatakan telah memutuskan hubungan dengan Qatar karena alasan terkait terorisme.
Minyak mentah brent naik 0,86% menjadi USD50,38 per barel dan minyak mentah West Texas International (WTI) naik 0,9% ke level USD48,08 per barel.
Kontrak berjangka gas alam untuk Juli juga meningkat 1,13% menjadi USD3,032 per juta unit thermal Inggris. Qatar adalah salah satu penghasil gas alam terbesar di dunia.
Sementara, bursa saham Jepang Nikkei 225 sedikit lebih rendah, ditutup turun 0,03% atau 6,46 poin pada level 20.170,82. Di Korea Selatan, Indeks Kospi ditutup sesi 0,13% atau 3,1 poin turun di level 2.368,62.
Di Australia, Indeks ASX 200 juga turun 0,57% atau 33,214 poin menjadi 5.754,9, sebagian besar didorong oleh melemahnya saham keuangan. Sementara, pasar daratan China mixed meski terbilang positif dari layanan PMI Mei Caixin, dengan Indeks Hang Seng turun 0,41%.
Shanghai Composite ditutup 0,45 persen atau 14,0138 poin turun di ke level 3.091,5262 sementara Shenzhen Composite berakhir lebih tinggi 0,689% atau 12.3292 poin menjadi 1.800,9325.
(izz)
Lihat Juga :