Rupiah Diramal Masih Mampu Bergerak Positif
Selasa, 06 Juni 2017 - 08:30 WIB
Rupiah Diramal Masih Mampu Bergerak Positif
A
A
A
JAKARTA - Pergerakan rupiah yang menguat tipis diharapkan dapat kembali membuka peluang kenaikan lanjutan pada hari ini. Masih cenderung melemahnya laju USD yang diperkirakan sesaat seiring kenaikan sejumlah harga komoditas karena langkah Presiden Donald Trump yang menarik diri dari perjanjian Paris Climate Accord perlu dicermati.
"Seberapa lama imbasnya seiring masih adanya bayang-bayang sentimen jelang Rapat FOMC. Pergerakan positif masih dimungkinkan meski tetap harus waspada," ujar Analis Senior Binaartha Sekuritas Reza Priyambada di Jakarta, Selasa (6/6/2017).
Reza memperkirakan, rupiah pada hari ini akan bergerak dengan kisaran di level support Rp13.305/USD dan resisten Rp13.278/USD.
Sementara, adanya laporan terbaru Bank Dunia yang berjudul Global Economic Prospect yang menyatakan pertumbuhan ekonomi negara-negara maju akan meningkat 1,9% tahun ini, dan akan membawa keuntungan pada mitra dagang negara-negara tersebut memberikan tambahan sentimen positif pada laju sejumlah mata uang Asia, termasuk rupiah.
"Di sisi lain, masih stabilnya sentimen makroekonomi yang diikuti sentimen kenaikan sejumlah harga komoditas di mana berimbas pada kembali melemahnya USD turut membantu bertahannya rupiah di zona hijau," pungkasnya.
"Seberapa lama imbasnya seiring masih adanya bayang-bayang sentimen jelang Rapat FOMC. Pergerakan positif masih dimungkinkan meski tetap harus waspada," ujar Analis Senior Binaartha Sekuritas Reza Priyambada di Jakarta, Selasa (6/6/2017).
Reza memperkirakan, rupiah pada hari ini akan bergerak dengan kisaran di level support Rp13.305/USD dan resisten Rp13.278/USD.
Sementara, adanya laporan terbaru Bank Dunia yang berjudul Global Economic Prospect yang menyatakan pertumbuhan ekonomi negara-negara maju akan meningkat 1,9% tahun ini, dan akan membawa keuntungan pada mitra dagang negara-negara tersebut memberikan tambahan sentimen positif pada laju sejumlah mata uang Asia, termasuk rupiah.
"Di sisi lain, masih stabilnya sentimen makroekonomi yang diikuti sentimen kenaikan sejumlah harga komoditas di mana berimbas pada kembali melemahnya USD turut membantu bertahannya rupiah di zona hijau," pungkasnya.
(izz)