IHSG Dibuka Memerah Iringi Bursa Saham Asia

Selasa, 06 Juni 2017 - 09:12 WIB
IHSG Dibuka Memerah...
IHSG Dibuka Memerah Iringi Bursa Saham Asia
A A A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan awal pekan ini tidak mampu dibuka di zona hijau seiring dengan bursa saham Asia yang dibuka melemah. Bursa saham Tanah Air pagi ini ambruk 4,23 poin setara dengan 0,07% ke level 5.744,01.

Sebelumnya pada perdagangan kemarin, IHSG bertambah 5,79 poin setara 0,10% ke level 5.748,23 pada saat bursa saham Asia ditutup melemah.

Sektor saham dalam negeri di awal perdagangan variatif dengan sektor konsumer menjadi penguatan tertinggi sebesar 0,38% dan sektor yang melemah terdalam adalah keuangan yang turun 0,74%.

Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia tercatat sebesar Rp575 miliar dengan 649 juta saham diperdagangkan pada sesi pagi dan transaksi bersih asing minus Rp14,08 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp377,97 miliar dan aksi beli asing mencapai Rp363,89 miliar. Tercatat 75 saham naik, 128 turun dan 49 stagnan.

Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp700 menjadi Rp75.000, PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) naik Rp150 menjadi Rp14.950, dan PT Indofoof Sukses Makmur Tbk (INDF) naik Rp50 menjadi Rp8.925.

Sementara, beberapa saham yang melemah di antaranya PT Unggul Indah Sahaya Tbk (UNIC) turun Rp900 menjadi Rp4.500, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR) turun Rp70 menjadi Rp2.260, dan PT Mandala Multifinance Tbk (MFIN) melemah Rp70 menjadi Rp1.220.

Seperti dilansir CNBC, Selasa (6/6/2017) bursa saham Asia dibuka berada di zona merah setelah Wall Street pada penutupan kemarin ditutup melemah. Di mana, Indeks acuan Jepang, Nikkei N225 diperdagangkan melemah 0,3% dan Shanghai turun 0,54 poin setara 0,02% ke level 3.091,12.

Di Australia, Indeks S&P/ASX 200 turun 0,6% didorong oleh penurunan luas di sektor utilitas, keuangan dan energi. Saham perbankan dan sumber daya utama diperdagangkan dalam keadaan melemah. Sementara di Korea Selatan, Indeks sahamnya ditutup untuk Memorial Day.

Kinerja rendah di pasar semalam bisa jadi karena investor menunggu berita lebih besar dalam sepekan. "Ini adalah sesi semalam yang sepi menjelang apa yang terjadi pada Kamis yang penuh badai, dengan pemilihan Bank Sentral Eropa, Inggris Raya dan (James) Comey semua terjadi pada hari yang sama," kata Strategis Mata Uang National Australia Bank Rodrigo Catril.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Covid Naik Bikin IHSG...
Covid Naik Bikin IHSG Tercekik, Analis: Tak Akan Separah 2020
Tren Jangka Pendek IHSG...
Tren Jangka Pendek IHSG Aman Jika Tak Sentuh Level 5.972
Dipicu Lonjakan Kasus...
Dipicu Lonjakan Kasus Covid-19, IHSG Berpeluang Terkonsolidasi
IHSG Rebound Usai Anjlok...
IHSG Rebound Usai Anjlok 6, Kepercayaan Investor Kembali
IHSG Berbalik Melemah...
IHSG Berbalik Melemah Pagi Ini Usai Kehilangan 3,41 Poin
187 Saham Menguat Bikin...
187 Saham Menguat Bikin IHSG Pagi Ini Dibuka Kokoh
Berita Terkini
Petani Sawit: Margin...
Petani Sawit: Margin dan Kewenangan BUMN Tentukan Harga Jadi Beban Berat Ekosistem Sawit
21 menit yang lalu
Dasco Panggil Menkeu...
Dasco Panggil Menkeu dan Gubernur BI: Evaluasi Perkembangan Ekonomi
2 jam yang lalu
Lompatan Besar Transportasi...
Lompatan Besar Transportasi Publik Jakarta: Terbaik Kedua di ASEAN, Posisi ke-27 Dunia
5 jam yang lalu
IHSG Sepekan Ambruk...
IHSG Sepekan Ambruk 8,69%, Market Cap Menyusut Jadi Rp9.807 Triliun
5 jam yang lalu
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
15 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
16 jam yang lalu
Infografis
Profil Gatot Nurmantyo,...
Profil Gatot Nurmantyo, Mantan Panglima TNI yang Masuk Bursa Menko Polkam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved