IHSG Makin Menghijau, Rupiah Enggan Beranjak dari Zona Merah
Rabu, 07 Juni 2017 - 12:35 WIB
IHSG Makin Menghijau, Rupiah Enggan Beranjak dari Zona Merah
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada sesi I hari ini masih melemah. Kondisi tersebut berbanding terbalik dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang semakin menguat siang ini.
Menurut Yahoo Finance, rupiah hingga perdagangan sesi I masih berada di posisi Rp13.308/USD atau masih memburuk dari posisi penutupan sebelumnya di level Rp13.296/USD. Rupiah sendiri bergerak pada kisaran level Rp13.295-Rp13.340/USD.
Posisi rupiah berdasarkan data Bloomberg, siang ini berada di level Rp13.307/USD atau masih tidak lebih baik dari posisi penutupan kemarin yang berada di level Rp13.297/USD. Siang ini tercatat rupiah bergerak pada kisaran harian Rp13.297-Rp13.342/USD.
Data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah siang ini berada di level Rp13.308/USD atau tidak lebih baik dari posisi penutupan kemarin di level Rp305/USD.
Berdasarkan data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah tertahan di level Rp13.307/USD atau melemah dari posisi kemarin di level Rp13.285/USD.
Di sisi lain kekuatan IHSG pada perdagangan sesi I bertambah 18,17 poin atau naik 0,32% ke level 5.726,00 dan tadi pagi dibuka naik 10,07 poin setara dengan 0,18% ke level 5.717,90. Sementara, pada poerdagangan kemarin IHSG ditutup melemah cukup dalam hingga 40,40 poin setara 0,70% ke level 5.707,83.
Sektor saham dalam negeri mayoritas positif dengan sektor pertambangan yang menguat tertinggi sebesar 1%. Sementara, sektor yang melemah terdalam yaitu perdagangan yang turun 0,39%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia tercatat sebesar Rp2,46 miliar dengan 3,83 juta saham diperdagangkan pada sesi siang hari ini dan transaksi bersih asing minus Rp167,51 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp1 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp835,32 miliar. Tercatat 172 saham naik, 136 turun dan 113 saham mendatar.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL), dan PT Hexindo Adiperkasa Tbk (HEXA). Sementara, beberapa saham yang melemah di antaranya PT Panasia Indo Resources Tbk (HDTX), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), dan PT Astra International Tbk (ASII).
Menurut Yahoo Finance, rupiah hingga perdagangan sesi I masih berada di posisi Rp13.308/USD atau masih memburuk dari posisi penutupan sebelumnya di level Rp13.296/USD. Rupiah sendiri bergerak pada kisaran level Rp13.295-Rp13.340/USD.
Posisi rupiah berdasarkan data Bloomberg, siang ini berada di level Rp13.307/USD atau masih tidak lebih baik dari posisi penutupan kemarin yang berada di level Rp13.297/USD. Siang ini tercatat rupiah bergerak pada kisaran harian Rp13.297-Rp13.342/USD.
Data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah siang ini berada di level Rp13.308/USD atau tidak lebih baik dari posisi penutupan kemarin di level Rp305/USD.
Berdasarkan data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah tertahan di level Rp13.307/USD atau melemah dari posisi kemarin di level Rp13.285/USD.
Di sisi lain kekuatan IHSG pada perdagangan sesi I bertambah 18,17 poin atau naik 0,32% ke level 5.726,00 dan tadi pagi dibuka naik 10,07 poin setara dengan 0,18% ke level 5.717,90. Sementara, pada poerdagangan kemarin IHSG ditutup melemah cukup dalam hingga 40,40 poin setara 0,70% ke level 5.707,83.
Sektor saham dalam negeri mayoritas positif dengan sektor pertambangan yang menguat tertinggi sebesar 1%. Sementara, sektor yang melemah terdalam yaitu perdagangan yang turun 0,39%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia tercatat sebesar Rp2,46 miliar dengan 3,83 juta saham diperdagangkan pada sesi siang hari ini dan transaksi bersih asing minus Rp167,51 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp1 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp835,32 miliar. Tercatat 172 saham naik, 136 turun dan 113 saham mendatar.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL), dan PT Hexindo Adiperkasa Tbk (HEXA). Sementara, beberapa saham yang melemah di antaranya PT Panasia Indo Resources Tbk (HDTX), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), dan PT Astra International Tbk (ASII).
(izz)
Lihat Juga :