Jadi Bos Baru OJK, Wimboh Santoso Fokus ke Luar Pulau Jawa

Jum'at, 09 Juni 2017 - 15:14 WIB
Jadi Bos Baru OJK, Wimboh...
Jadi Bos Baru OJK, Wimboh Santoso Fokus ke Luar Pulau Jawa
A A A
JAKARTA - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terpilih Wimboh Santoso mengaku telah memiliki beberapa program prioritas setelah nanti dilantik menjadi Ketua Dewan Komisioner OJK periode 2017-2022. Salah satu fokusnya adalah merangsang pertumbuhan ekonomi di daerah-daerah terpencil Indonesia.

(Baca Juga: Terpilih Pimpin OJK, Ekonom Beri Catatan ke Wimboh )

Dia mengungkapkan, program OJK akan diarahkan ke daerah dan kantong ekonomi yang memerlukan perhatian secara khusus. Daerah yang menjadi prioritasnya nanti adalah yang masih banyak pengangguran, kemiskinan, dan pendapatannya rendah.

"Mungkin daerah remote area, di luar Pulau Jawa. Karena potensi di sana masih banyak yang bisa dikembangkan," katanya di Plaza Mandiri, Jakarta, Jumat (9/6/2017).

Komisaris Utama Bank Mandiri ini menuturkan, OJK nantinya juga akan menyiapkan infrastruktur jasa keuangan di daerah-daerah tersebut. Sebab, jika masyarakat di daerah tersebut hanya diberikan pembiayaan kredit tanpa difasilitasi infrastrukturnya maka kredit yang diberikan tidak akan maksimal.

"Karena masyarakat ini nggak bisa dikasih kredit, dilepas sendiri, mikir sendiri. Sehingga ini harus sinergi dari berbagai sektor. Kalau pertanian ya pertanian, perikanan ya perikanan. Jadi lintas sektoral," imbuh dia.

Menurutnya, fasilitas pembiayaan juga tidak akan difokuskan pada kredit perbankan. OJK nantinya akan mendorong pembiayaan melalui pasar modal dan asuransi.

"Jadi intermediasi itu bukan intermediasi perbankan. Juga bagaimana asuransi kita manfaatkan juga. Kan dananya besar, bagaimana kita bisa fasilitasi dana asuransi untuk digunakan pembangunan infrastruktur," tuturnya.

Guna mewujudkan hal tersebut, tambah Wimboh, OJK juga akan diarahkan untuk menggaet investor dari luar negeri baik investasi langsung (direct investment) atau tidak langsung (private investment). "Sehingga dana luar negeri berupa investasi, baik direct investment atau private investment. Jadi bagaimana OJK memfasilitasi. APBN memang peruntukanya bukan hanya untuk itu. Perlu APBN untuk dukungannya, tapi jumlahnya akan terukur," tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
OECD/INFE - OJK Conference...
OECD/INFE - OJK Conference di Bali
OJK Gelar Edukasi Keuangan...
OJK Gelar Edukasi Keuangan untuk Pelajar
OJK Beri Dua Stimulus...
OJK Beri Dua Stimulus Lanjutan Bagi Sektor Industri Keuangan Non Bank
Bikin Cemas Banyak Orang,...
Bikin Cemas Banyak Orang, Ini Detail Aturan Main POJK Stimulus Covid-19
OJK Pastikan Sektor...
OJK Pastikan Sektor Jasa Keuangan Pada Level Terkendali
OJK Menyadari Pentingnya...
OJK Menyadari Pentingnya GRC Terintegrasi di Sektor Jasa Keuangan
Berita Terkini
Pertamina NRE dan Koperasi...
Pertamina NRE dan Koperasi Kemenkop Bangun PLTS KDKMP Pulau Sembur, Progres Capai 80%
4 jam yang lalu
Imbas BI Rate Naik,...
Imbas BI Rate Naik, Pasar Rumah Kelas Menengah Mulai Ngerem
4 jam yang lalu
Vasanta Kembangkan Hunian...
Vasanta Kembangkan Hunian Suburban Berkonsep Alam
5 jam yang lalu
PWN 2026 Resmi Digelar...
PWN 2026 Resmi Digelar di JICC, Diikuti 15 Ribu Peserta dari Seluruh Indonesia
5 jam yang lalu
BI Rate Diprediksi Naik...
BI Rate Diprediksi Naik sampai 6%, Waspadai Risiko Kredit dan Daya Beli
5 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Dorong Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Pengelolaan Eceng Gondok
7 jam yang lalu
Infografis
Profil Abdul Wahid yang...
Profil Abdul Wahid yang Terjaring OTT KPK, Baru 8 Bulan Jadi Gubernur Riau
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved