Ekonom Berharap Wimboh Bisa Gabungkan Empat Bank Pelat Merah
Jum'at, 09 Juni 2017 - 22:06 WIB
Ekonom Berharap Wimboh Bisa Gabungkan Empat Bank Pelat Merah
A
A
A
JAKARTA - Terpilihnya Wimboh Santoso sebagai Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk periode 2017-2022, diharapkan bisa mendorong konsolidasi (merger, akuisisi) empat bank BUMN. Ekonom Universitas Gadjah Mada Toni Prasetiantono menerangkan hal tersebut agar lebih kompetitif di level regional untuk melawan bank-bank Singapura, Malaysia, dan Thailand.
Selain itu, lanjutnya, inklusi keuangan harus mendapat prioritas tinggi, agar kian banyak masyarakat yang dapat mengakses sektor finansial formal, sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan produktivitas nasional di sektor riil.
Sedangkan tantangan industrinya antara lain, jumlah bank sebesar 118 terlalu banyak dan tidak efisien. "Tantangan lainnya, soal iuran industri yang sebaiknya bisa dipangkas. Ini keluhan dari industri yang perlu diakomodasikan," terang Toni saat dihubungi Jumat (9/6/2017).
Lebih lanjut dia mengaku puas dengan hasil keputusan akhir seleksi Ketua DK OJK. "Secara umum, saya puas dengan hasilnya. Meski terjadi perbedaan pendapat antara pansel OJK dengan DPR tentang 'clustering', namun hasil akhirnya ternyata sudah sesuai ekspektasi," sambungnya.
Dia pun menyebut, secara internal organisasi OJK yang baru harus menerapkan standar governance yang tinggi. Menurutnya, organisasi yang terlalu 'gemuk di atas' tidak efisien, maka dari itu harus diperbaiki serta diubah strukturnya. "One down layer di bawah komisioner juga terlalu banyak, perlu perampingan. Biaya gaji dan sewa gedung yang mencapai 80% juga harus diturunkan," ucap dia.
Selain itu, lanjutnya, inklusi keuangan harus mendapat prioritas tinggi, agar kian banyak masyarakat yang dapat mengakses sektor finansial formal, sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan produktivitas nasional di sektor riil.
Sedangkan tantangan industrinya antara lain, jumlah bank sebesar 118 terlalu banyak dan tidak efisien. "Tantangan lainnya, soal iuran industri yang sebaiknya bisa dipangkas. Ini keluhan dari industri yang perlu diakomodasikan," terang Toni saat dihubungi Jumat (9/6/2017).
Lebih lanjut dia mengaku puas dengan hasil keputusan akhir seleksi Ketua DK OJK. "Secara umum, saya puas dengan hasilnya. Meski terjadi perbedaan pendapat antara pansel OJK dengan DPR tentang 'clustering', namun hasil akhirnya ternyata sudah sesuai ekspektasi," sambungnya.
Dia pun menyebut, secara internal organisasi OJK yang baru harus menerapkan standar governance yang tinggi. Menurutnya, organisasi yang terlalu 'gemuk di atas' tidak efisien, maka dari itu harus diperbaiki serta diubah strukturnya. "One down layer di bawah komisioner juga terlalu banyak, perlu perampingan. Biaya gaji dan sewa gedung yang mencapai 80% juga harus diturunkan," ucap dia.
(akr)