Imbas Brexit, Credit Suisse Akan PHK 1.500 Karyawan

Senin, 12 Juni 2017 - 16:19 WIB
Imbas Brexit, Credit...
Imbas Brexit, Credit Suisse Akan PHK 1.500 Karyawan
A A A
ZURICH - Credit Suisse akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) sekitar 1.500 karyawan di London pada akhir tahun depan. Hal ini diungkapkan seseroang yang mengetahui masalah ini, sebagian dari upaya bank Swiss untuk memotong biaya secara global.

Seperti dikutip dari Times of Oman, Senin (12/6/2017), pengurangan karyawan tersebt terjadi saat UBS sebagai bank swasta terbesar di dunia, juga mempertimbangkan untuk memindahkan ratusan staf ke London karena Inggris bersiap untuk memulai pembicaraan pemutusan dengan Uni Eropa.

UBS dan Credit Suisse bergabung dengan bank investasi besar AS dalam mendirikan kantor pusat Eropa mereka di London, memberi mereka akses ke pasar Uni Eropa. Namun, dengan Inggris keluar dari Ui Eropa saat ini, memaksa Swiss dan yang lainnya mencari alternatif.

Bagi Credit Suisse, PHK yang akan menimpa stafnya di London sekitar 5.000 orang, merupakan bagian dari pengurasan operasi di London yang dimulai pada 2015 karena bank tersebut direstrukturisasi di bawah Chief Executive Tidjane Thiam.

Seorang eksekutif Credit Suisse mengatakan secara pribadi bahwa bonus tinggi dan biaya melakukan bisnis di ibu kota Inggris membuat Credit Suisse sulit menghasilkan keuntungan pada operasinya di London. Brexit pun membuatnya semakin memperkuat tekad untuk mengambil tindakan.

Juru bicara Credit Suisse mengatakan, bank investasi secara keseluruhan memiliki pertumbuhan laba yang kuat dan bahwa program pemotongan pekerjaan di seluruh perusahaan paling maju di London. Bank tidak memberikan rincian kinerja operasi di London.

Sebelum memulai PHK, Credit Suisse telah mempekerjakan lebih dari 9.000 staf dan kontraktor di kota. "Bagi bank-bank di Swiss, selalu penting untuk berada di London, paling tidak dekat dengan pelanggan kaya Anda," kata Andreas Venditti, seorang analis di bank Swiss Vontobel.

"Dengan Brexit, London tentu saja telah kehilangan beberapa signifikansi. Bagi Credit Suisse, yang berada di bawah tekanan untuk memangkas biaya, juga UBS, waktunya cukup beruntung. Brexit adalah peluang bagus," imbuhnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BEI Cabut Izin Credit...
BEI Cabut Izin Credit Suisse Sekuritas, Apa Sebabnya?
Akuisisi Credit Suisse...
Akuisisi Credit Suisse Jadi Sentimen Positif buat Wall Street
Wall Street Dibuka Melemah,...
Wall Street Dibuka Melemah, Credit Suisse Perkeruh Sentimen Perbankan
Harga Minyak Naik Didorong...
Harga Minyak Naik Didorong Kesepakatan UBS Akuisisi Credit Suisse
Skandal Pencucian Uang,...
Skandal Pencucian Uang, Singapura Bakal Inspeksi Credit Suisse Cs
Credit Suisse Kehilangan...
Credit Suisse Kehilangan Aset Rp1.000 Triliun di Kuartal I 2023
Berita Terkini
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
1 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
8 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
8 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
8 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
10 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
10 jam yang lalu
Infografis
Negara NATO Ini Klaim...
Negara NATO Ini Klaim akan Diinvasi Rusia dalam Beberapa Tahun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved