Tiru India, Luhut Akan Bangun Jalan Pakai Sampah Plastik
Rabu, 14 Juni 2017 - 15:41 WIB
Tiru India, Luhut Akan Bangun Jalan Pakai Sampah Plastik
A
A
A
JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengaku akan meniru cara India yang sukses membangun jalan menggunakan sampah plastik (plastic tar road), sebagai campuran materialnya. Selain lebih hemat, penggunaan sampah plastik untuk jalan diklaim lebih kuat dan minim perawatan.
Dia mengungkapkan, India telah berhasil membangun 1.000 kilometer (km) jalan dengan menggunakan bahan material dari sampah plastik.
"Di India membangun jalan dengan mengubah material sampah plastik bisa hemat 10%. India membangun 1.000 km jalan. Dan selama 12 tahun tidak ada pemeliharaan. Kalau itu benar, hemat saya masalah sampah bisa terselesaikan," tutur dia di Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Rabu (14/6/2017).
Rencananya, proyek percontohan (pilot project) jalan menggunakan sampah plastik akan dilakukan di Universitas Udayana serta jalan terpilih di Bali pada tahun ini. Proyek ini akan digarap Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Diharapkan, proyek ini telah selesai pada tahun depan. Sehingga, pada pertemuan tahunan (annual meetings) International Monetary Fund (IMF)-World Bank sudah bisa dipamerkan.
"Nah, mungkin bingung kenapa Kemenko Kemaritiman yang ngurusin beginian. Lebih bagus kita berbuat daripada kita ngomong terus enggak jadi-jadi," kata Luhut.
Dia mengungkapkan, India telah berhasil membangun 1.000 kilometer (km) jalan dengan menggunakan bahan material dari sampah plastik.
"Di India membangun jalan dengan mengubah material sampah plastik bisa hemat 10%. India membangun 1.000 km jalan. Dan selama 12 tahun tidak ada pemeliharaan. Kalau itu benar, hemat saya masalah sampah bisa terselesaikan," tutur dia di Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Rabu (14/6/2017).
Rencananya, proyek percontohan (pilot project) jalan menggunakan sampah plastik akan dilakukan di Universitas Udayana serta jalan terpilih di Bali pada tahun ini. Proyek ini akan digarap Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Diharapkan, proyek ini telah selesai pada tahun depan. Sehingga, pada pertemuan tahunan (annual meetings) International Monetary Fund (IMF)-World Bank sudah bisa dipamerkan.
"Nah, mungkin bingung kenapa Kemenko Kemaritiman yang ngurusin beginian. Lebih bagus kita berbuat daripada kita ngomong terus enggak jadi-jadi," kata Luhut.
(izz)
Lihat Juga :