AAJI Catat Tenaga Pemasar Capai 566.356 Orang
Kamis, 15 Juni 2017 - 03:09 WIB
AAJI Catat Tenaga Pemasar Capai 566.356 Orang
A
A
A
JAKARTA - Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat tenaga pemasar berlisensi pada kuartal I tahun 2017 tumbuh 15,2% yaitu 566.356 orang dibandingkan periode yang sama tahun 2016 sejumlah 491.566 orang. Sebanyak 90,9% dari total tenaga pemasar tersebut berasal dari saluran keagenan.
"AAJI juga mencatat berdasarkan saluran distribusi pada kuartal I 2017, dimana saluran keagenan naik 15,5% menjadi 514.906 orang dibandingkan periode yang sama tahun 2016 sebesar 445.870 orang," kata Ketua Bidang Komunikasi dan Hubungan Antar Lembaga AAJI Christine Setyabudhi di Jakarta, Rabu (14/6/2017).
Sementara bancassurance naik 6,5% menjadi 26.880 orang dibandingkan periode yang sama tahun 2016 sebanyak 25.246 orang. Dan saluran alternatif naik 20,1% menjadi 24.570 orang dibandingkan periode yang sama tahun 2016 sebanyak 20.450 orang.
Adapun klaim penarikan sebagian (partial withdrawl) juga mengalami pertumbuhan, meningkat sebesar 16,4% dibandingkan periode yang sama tahun 2015 menjadi Rp3,86 triliun dan berkontribusi sebesar 16%.
Kemudian klaim kesehatan (medical) di awal tahun 2017 tercatat sebesar Rp2,19 triliun, dimana 52% dari jumlah tersebut merupakan klaim asuransi kesehatan dan sisanya sebesar 48% berasal dari klaim asuransi kesehatan perorangan.
Christine memaparkan, total tertanggung industri asuransi jiwa pada kuartal I 2017 mencatat pertumbuhan 7% menjadi 59.207.174 orang. Menurutnya, peningkatan ini sangat dipengaruhi pertumbuhan total tertanggung kumpulan yang meningkat 11,9% atau sebanyak 41.694.921 orang, dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2016 sebanyak 37.264.459 orang.
"Berdasarkan catatan kami, pertumbuhan jumlah tertanggung dalam periode awal tahun 2016 dan 2017 adalah rata-rata sebesar 4,1%," ungkapnya.
Pertumbuhan total tertanggung ini menandakan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap produk asuransi untuk jangka panjang sudah semakin meningkat.
"AAJI juga mencatat berdasarkan saluran distribusi pada kuartal I 2017, dimana saluran keagenan naik 15,5% menjadi 514.906 orang dibandingkan periode yang sama tahun 2016 sebesar 445.870 orang," kata Ketua Bidang Komunikasi dan Hubungan Antar Lembaga AAJI Christine Setyabudhi di Jakarta, Rabu (14/6/2017).
Sementara bancassurance naik 6,5% menjadi 26.880 orang dibandingkan periode yang sama tahun 2016 sebanyak 25.246 orang. Dan saluran alternatif naik 20,1% menjadi 24.570 orang dibandingkan periode yang sama tahun 2016 sebanyak 20.450 orang.
Adapun klaim penarikan sebagian (partial withdrawl) juga mengalami pertumbuhan, meningkat sebesar 16,4% dibandingkan periode yang sama tahun 2015 menjadi Rp3,86 triliun dan berkontribusi sebesar 16%.
Kemudian klaim kesehatan (medical) di awal tahun 2017 tercatat sebesar Rp2,19 triliun, dimana 52% dari jumlah tersebut merupakan klaim asuransi kesehatan dan sisanya sebesar 48% berasal dari klaim asuransi kesehatan perorangan.
Christine memaparkan, total tertanggung industri asuransi jiwa pada kuartal I 2017 mencatat pertumbuhan 7% menjadi 59.207.174 orang. Menurutnya, peningkatan ini sangat dipengaruhi pertumbuhan total tertanggung kumpulan yang meningkat 11,9% atau sebanyak 41.694.921 orang, dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2016 sebanyak 37.264.459 orang.
"Berdasarkan catatan kami, pertumbuhan jumlah tertanggung dalam periode awal tahun 2016 dan 2017 adalah rata-rata sebesar 4,1%," ungkapnya.
Pertumbuhan total tertanggung ini menandakan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap produk asuransi untuk jangka panjang sudah semakin meningkat.
(ven)
Lihat Juga :