Peluang Pelemahan Rupiah Kembali Terbuka
Jum'at, 16 Juni 2017 - 09:05 WIB
Peluang Pelemahan Rupiah Kembali Terbuka
A
A
A
JAKARTA - Pelemahan mata uang rupiah yang terjadi dapat membuka peluang untuk penurunan kembali, meskipun diharapkan dapat lebih terbatas seiring masih positifnya sentimen dari dalam negeri. Diperkirakan Analis Senior Binaartha Sekuritas Reza Priyambada, rupiah akan bergerak dengan kisaran di level support Rp13.300/USD dan resisten Rp13.268/USD.
Sementara, pergerakan laju rupiah kemarin kembali mengalami pelemahan tipis setelah terimbas penguatan laju dolar Amerika Serikat (USD) pasca merespons kenaikan suku bunga AS atau Fed rate. "Pelaku pasar kembali melakukan aksi beli pada USD, sehingga membuat sejumlah mata uang melemah, termasuk rupiah," ujarnya di Jakarta, Jumat (16/6/2017).
Lebih lanjut dia menjelaskan, tampaknya sentimen dari The Fed atau Bank Sentral Amerika Serikat (AS) mengalahkan positifnya sentimen dari dalam negeri di mana pemerintah merilis paket kebijakan ke-15. "Paket tersebut berkaitan dengan logistik nasional serta penilaian kewajaran asumsi makro 2018 oleh Bank Dunia," pungkasnya.
Di sisi lain pada penutupan sebelumnya, Nilai tukar rupiah terhadap USD pada perdagangan tengah pekan kemarin tergelincir ke zona merah, meski masih berada di kisaran level Rp13.282/USD. Berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah ditutup pada level Rp13.284/USD sedangkan menurut data Bloomberg, berada pada posisi Rp13.286/USD atau belum membaik.
Posisi rupiah menurut data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, juga tertahan di zona merah pada level Rp13.282/USD. Mata uang garuda terlihat tertekan dari posisi sebelumnya Rp13.286/USD.
Sementara, pergerakan laju rupiah kemarin kembali mengalami pelemahan tipis setelah terimbas penguatan laju dolar Amerika Serikat (USD) pasca merespons kenaikan suku bunga AS atau Fed rate. "Pelaku pasar kembali melakukan aksi beli pada USD, sehingga membuat sejumlah mata uang melemah, termasuk rupiah," ujarnya di Jakarta, Jumat (16/6/2017).
Lebih lanjut dia menjelaskan, tampaknya sentimen dari The Fed atau Bank Sentral Amerika Serikat (AS) mengalahkan positifnya sentimen dari dalam negeri di mana pemerintah merilis paket kebijakan ke-15. "Paket tersebut berkaitan dengan logistik nasional serta penilaian kewajaran asumsi makro 2018 oleh Bank Dunia," pungkasnya.
Di sisi lain pada penutupan sebelumnya, Nilai tukar rupiah terhadap USD pada perdagangan tengah pekan kemarin tergelincir ke zona merah, meski masih berada di kisaran level Rp13.282/USD. Berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah ditutup pada level Rp13.284/USD sedangkan menurut data Bloomberg, berada pada posisi Rp13.286/USD atau belum membaik.
Posisi rupiah menurut data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, juga tertahan di zona merah pada level Rp13.282/USD. Mata uang garuda terlihat tertekan dari posisi sebelumnya Rp13.286/USD.
(akr)