Yen Jatuh, Rupiah Terpeleset Lagi ke Level Rp13.300/USD

Jum'at, 16 Juni 2017 - 17:12 WIB
Yen Jatuh, Rupiah Terpeleset...
Yen Jatuh, Rupiah Terpeleset Lagi ke Level Rp13.300/USD
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini tetap di zona merah alias melemah. Pelemahan mata uang Garuda terjadi saat yen terhadap USD jatuh ke posisi terendah dalam dua pekan.

Berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah pada hari ini ditutup ke level Rp13.300/USD atau menyusut dibanding penutupan sebelumnya di level Rp13.284/USD. Pergerakan rupiah berada pada kisaran level Rp13.282-Rp13.331/USD.

Menurut data Bloomberg, rupiah juga tercatat turun dari penutupan kemarin. Sore ini rupiah berada pada level Rp13.299/USD atau melemah dibanding posisi sebelumnya Rp13.286/USD dengan kisaran harian Rp13.292-Rp13.316/USD.

Sementara, data SINDOnews bersumber dari Limas menunjukkan rupiah di perdagangan sore ini tergelincir ke level Rp13.320/USD. Posisi ini tidak lebih baik dari sebelumnya di level Rp13.295/USD.

Menurut data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah tertahan di zona merah pada level Rp13.298/USD. Posisi ini cenderung tertekan dari posisi kemarin di level Rp13.282/USD.

Seperti dilansir Reuters, Jumat (16/6/2017), yen jatuh ke posisi terendah dalam dua pekan setelah Bank of Japan (BoJ) mempertahankan suku bunga stabil dan memberi isyarat bahwa pihaknya tidak terburu-buru mengikuti seperti yang dilakukan The Fed dalam memperketat kebijakan moneter.

Gubernur Haruhiko Kuroda mengatakan ada jarak tertentu untuk mencapai target inflasi BOJ sebesar 2%, menambahkan bahwa tidak tepat untuk mengatakan bagaimana Bank Dunia akan keluar dari program stimulusnya yang besar.

Hal tersebut bertentangan dengan spekulasi pasar pada bulan lalu bahwa BoJ dapat mempertimbangkan rencananya sendiri untuk akhirnya menarik stimulus darurat bagi ekonomi, dan yen terhadap USD turun 0,4% menjadi 111,380.

"BoJ tampaknya benar-benar terjebak dalam kebijakan moneternya yang sangat longgar karena tekanan deflasi masih penting," kata analis Swissquote Yann Quelenn dalam sebuah catatan kepada kliennya.

Indeks yang mengukur kekuatan greenback yang lebih luas kurang dari 0,1% lebih rendah pada hari ini di level 97,401. Namun, masih berada pada kenaikan mingguan kedua.

Euro terhadap USD naik 0,2% ke level 1,1169, namun masih lebih dari satu sen di bawah puncaknay dalam tujuh bulan di level 1,1296 yang terjadi sebelum keputusan The Fed pada Rabu.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Bocoran Isi Kesepakatan...
Bocoran Isi Kesepakatan AS-Iran: Barter Minyak, Aset Triliunan, hingga Senjata Nuklir
2 jam yang lalu
Pendaftaran Program...
Pendaftaran Program Magang ke Jepang Dibuka Kemnaker, Begini Caranya
2 jam yang lalu
Perkuat Rupiah, BI dan...
Perkuat Rupiah, BI dan Bank Sentral China Perdalam Penguatan Transaksi Tanpa Dolar AS
5 jam yang lalu
Anomali Tiket Pesawat:...
Anomali Tiket Pesawat: Penerbangan Domestik Dipungut PPN, ke Luar Negeri Bebas Pajak
6 jam yang lalu
Menakar Efek Domino...
Menakar Efek Domino Pertamax Rp16.250: Waspada Ancaman Inflasi
6 jam yang lalu
Asprindo Dorong Skema...
Asprindo Dorong Skema Hybrid Pengelolaan Blok Andaman
17 jam yang lalu
Infografis
Waspada! Ini Gejala...
Waspada! Ini Gejala Super Flu yang Masuk ke Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved