Ditjen Pajak Intip Data Nasabah, Sri Mulyani Butuh Restu DPR

Selasa, 20 Juni 2017 - 04:13 WIB
Ditjen Pajak Intip Data...
Ditjen Pajak Intip Data Nasabah, Sri Mulyani Butuh Restu DPR
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati berharap Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dapat memberikan lampu hijau atas Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) nomor 1 tahun 2017 tentang Keterbukaan Akses Informasi Keuangan untuk Kepentingan Perpajakan. Pasalnya, dengan disetujuinya Perppu itu, maka membuka data rekening nasabah, bisa dilakukan sesuai dengan kebutuhan.

Hal ini juga dimaksudkan agar tax ratio Indonesia bisa naik lebih tinggi menyamai atau bahkan melampui negara-negara tetangga. Seperti diketahui saat ini, tax ratio Indonesia masih berada di angka 10%

"Kami akan terus bahas ini dan berkonsultasi dengan dewan karena ada banyak isu yang menjadi concern, apakah mereka bisa percayai Ditjen Pajak. Hal itu harus kami jawab dan respons dengan perbaikan Good Corporate Governance," kata Sri Mulyani di Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (19/6) malam.

Dia menambahkan dengan Automatic Exchange of Information (AEoI) juga dapat menjadi upaya pemerintah menekan praktik penghindaran dan pengemplangan pajak atau Base Erotion Profit Shifting (BEPS). "Maka kami perlu kerja sama secara internasional untuk mengejar tax evasion (pengemplang pajak ataupun tax avoidance (penghindaran pajak), ataupun BEPS," jelas dia.

Sementara untuk kelancaran pelaksanaan, mantan direktur pelaksana Bank Dunia ini menuturkan, dibutuhkan regulasi utama seperti Perppu dan regulasi pelaksana seperti Peraturan Menteri Keuangan (PMK). Ditambah sistem IT dan format penukaran data seperti common reporting standard (CRS).

"Untuk Indonesia bisa memenuhi syarat AEoI pada 2018, maka kami perlu lengkapi beberapa syarat. Selain itu, masing-masing negara tidak perlu lengkapi perjanjian bilateral. Seluruh kompeten otoritas pajak bersama-sama tanda tangan kemarin. Agar semua negara yang sudah ikut dan untuk kurangi BEPS kita langsung tanda tangan simultan itu kami lakukan di Paris, akhir bulan lalu," ungkap dia.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kasus Suap Pajak, Ditjen...
Kasus Suap Pajak, Ditjen Imigrasi Cegah 2 ASN Ditjen Pajak
Viral Pegawai Pajak...
Viral Pegawai Pajak Lakukan KDRT, DJP: Sudah Ditangani Polisi
Duh, Tiktok Sama Netflik...
Duh, Tiktok Sama Netflik Belum Setor Pajak Nih
Perkuat Sistem Perpajakan,...
Perkuat Sistem Perpajakan, Ditjen Pajak Gandeng LG CNS dan Deloitte Consulting
Didakwa Terima Suap...
Didakwa Terima Suap Rp57 Miliar, 2 Eks Pejabat Ditjen Pajak Divonis Hari Ini
Penjelasan Ditjen Pajak...
Penjelasan Ditjen Pajak Soal Pengenaan Bea Meterai Rp10.000
Berita Terkini
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
8 jam yang lalu
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
9 jam yang lalu
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
9 jam yang lalu
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
10 jam yang lalu
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
10 jam yang lalu
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
11 jam yang lalu
Infografis
Transaksi Rp349 T, Sri...
Transaksi Rp349 T, Sri Mulyani Tegaskan: Tak Ada Perbedaan Data
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved