KNKT Imbau Lokasi Wisata Siapkan Tempat Istirahat Sopir Bus

Selasa, 04 Juli 2017 - 00:30 WIB
KNKT Imbau Lokasi Wisata...
KNKT Imbau Lokasi Wisata Siapkan Tempat Istirahat Sopir Bus
A A A
JAKARTA - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengungkapkan salah satu penyebab kecelakaan Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) adalah faktor kelelahan pengemudi. Atas dasar itu, KNKT mengirimkan surat kepada Menteri Pariwisata Bernomor UMM/10/22/KNKT 2017 tanggal 15 Juni 2017 tentang Tempat Istirahat Pengemudi Bus Pariwisata.

Surat tersebut berisikan imbauan kepada para gubernur, walikota dan bupati yang berada di provinsi, seperti DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur dan Bali, agar dapat memberikan fasilitas istirahat bagi para pengemudi bus pariwisata di tempat tujuan wisata atau di tempat lain yang layak untuk istirahat serta tidak membebani pengemudi.

Selain kepada pemerintah daerah, imbauan juga ditujukan terhadap pengelola tempat wisata. Beberapa tempat wisata dimaksud, seperti Candi Pramabanan di Yogyakarta, Candi Borobudur di Magelang Jawa Tengah, Gunung Bromo di Jawa Timur, Gunung Tangkuban Perahu, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Pantai Carnaval Ancol DKI Jakarta, Pantai Carita Anyer di Banten dan Tanah Lot Bali.

Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono menjelaskan hal yang melandasi dikeluarkan surat tersebut adalah faktor kelelahan pengemudi bus pariwisata yang disebabkan beberapa hal, seperti kemacetan di jalan yang disebabkan oleh faktor, yaitu Perjalanan panjang yang lebih 8 jam dan tidak tersedia pengemudi pengganti. Kemudian, pengemudi bus pariwisata tidak memiliki jam istirahat yang cukup sesampainya di tempat tujuan wisata, tidak baiknya kualitas pengemudi yang dikarenakan belum tersedianya tempat peristirahatan bagi pengemudi di tempat kota tujuan wisata yang terjangkau.

"Hal ini memaksa pengemudi untuk beristirahat di ruang bagasi mobil, kursi penumpang atau tempat yang kurang layak untuk istirahat, kurang perhatian baik dari pemerintah maupun perusahaan khususnya mengenai tempat istirahat pengemudi," ujarnya, dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (3/7/2017).

Di samping kelaikan pengemudi, Soerjanto juga mengimbau kepada Badan Usaha/Pengelola Pariwisata untuk lebih memperhatikan kelaikan kendaraan/armada bus pariwisatanya dan istirahat pengemudi bus. "Berangkat berwisata dengan hati gembira, pulang berwisata dengan hati senang," pungkasnya.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Jadi Momok Wisatawan,...
Jadi Momok Wisatawan, Aturan Karantina Pariwisata Dihapus?
World Tourism Day 2020...
World Tourism Day 2020 Jadi Momentum Pengembangan Pariwisata di Pedesaan
Dongkrak Pariwisata,...
Dongkrak Pariwisata, Jabar Kembangkan 76 Objek Wisata Baru Berbasis Alam
Kehadiran Wahana Terbesar...
Kehadiran Wahana Terbesar Bakal Bangkitkan Pariwisata Bali
Dorong Pariwisata Indonesia...
Dorong Pariwisata Indonesia Makin Mendunia Lewat Konten YouTube
Federasi Pariwisata...
Federasi Pariwisata Sarbumusi Dukung Pemerintah Percepat Pemulihan Pariwisata
Berita Terkini
Maskapai China Spring...
Maskapai China Spring Airlines Resmi Mengudara di Indonesia, Buka Rute Seminggu 3 Kali
20 menit yang lalu
Indo Livestock 2026...
Indo Livestock 2026 Satukan Pelaku Industri dari 30 Negara, Perkuat Daya Saing Industri Peternakan RI
1 jam yang lalu
Indonesia-Australia...
Indonesia-Australia Kolaborasi Cetak Tenaga Ahli Butchery dan Food Safety
1 jam yang lalu
Strategi Moneter Dikritik...
Strategi Moneter Dikritik Banggar DPR, Begini Penjelasan BI Soal Menjaga Rupiah
2 jam yang lalu
Ancam Ritel dan Perbankan,...
Ancam Ritel dan Perbankan, Penipuan 'Gift Card' Digital Kian Sulit Terdeteksi
2 jam yang lalu
Bangun BRT Metropolitan...
Bangun BRT Metropolitan Cekungan Bandung, Brantas Abipraya Dukung Transformasi Transportasi
2 jam yang lalu
Infografis
Antisipasi Perang Besar,...
Antisipasi Perang Besar, Uni Eropa Siapkan Rp13.730 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved