Tanggapan Arcandra Soal Keluhan Pertamina di Blok East Kalimantan

Rabu, 05 Juli 2017 - 17:33 WIB
Tanggapan Arcandra Soal...
Tanggapan Arcandra Soal Keluhan Pertamina di Blok East Kalimantan
A A A
JAKARTA - Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar santai menanggapi keluhan PT Pertamina (Persero) yang menganggap Blok East Kalimantan tidak ekonomis. Jika memang blok migas tersebut dianggap tak ekonomis, maka perseroan tinggal kembalikan ke pemerintah.

(Baca: Pertamina Sebut Blok East Kalimantan Tak Ekonomis )

Pemerintah melalui Peraturan Menteri ESDM Nomor 15 Tahun 2015 tentang Pengelolaan Wilayah Kerja Minyak dan Gas Bumi yang Akan Berakhir Kontrak Kerja Samanya, memberikan prioritas kepada PT Pertamina (Persero) untuk mengambil alih blok migas yang habis masa kontraknya.

Namun, jika memang Pertamina tidak sanggup maka pemerintah bisa menawarkan kepada swasta. "Jadi untuk yang East Kalimantan, kita menyarankan kalau seandainya tidak ekonomis, langsung dikembalikan ke pemerintah," kata dia di Gedung Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (5/7/2017).

Menurutnya, pemerintah tidak akan memberikan waktu tambahan bagi perseroan untuk mengevaluasi tingkat keekonomian blok tersebut. BUMN migas tersebut diminta segera memutuskan dan mengembalikan agar bisa segera dilelang ke pemerintah.

"Karena apa? Ini waktunya ticking (mepet) ya. Karena waktu ticking, maka kita menginginkan kalau enggak, kita cepat lelang bagi yang berminat. Jadi black and white saja. Sehingga kita ke depannya punya rencana lebih matang," tegasnya.

Sekadar informasi, Blok East Kalimantan merupakan satu dari delapan blok terminasi yang habis kontraknya pada 2018 dan diserahkan kepada Pertamina. Adapun delapan blok tersebut adalah, Blok Tuban, Blok Ogan Komering, Blok Sanga-Sanga, Blok South East Sumatera (SES), Blok NSO, Blok B, Blok Tengah, dan Blok East Kalimantan.

Namun, dari delapan blok tersebut, Pertamina menganggap Blok East Kalimantan tidak ekonomis. Pertamina saat ini tengah mengevaluasi kembali Blok East Kalimantan yang pengelolaannya akan dialihkan ke perseroan pasca berakhirnya kontrak.

Pasalnya, beban kewajiban menyisihkan dana pascatambang (abandonment and site restoration/ASR) membuat pengelolaan blok migas tersebut menjadi tidak ekonomis.

Direktur Hulu Pertamina Syamsu Alam mengungkapkan, pihaknya telah mengirimkan surat kepada pemerintah untuk meminta perpanjangan waktu mengevaluasi kembali rencana alih kelola Blok East Kalimantan.

Pasalnya, ASR yang harus ditanggung perseroan cukup besar dan membuat keekonomian dari blok tersebut merosot. "Terutama karena ada ASR. Karena ASR-nya cukup besar sehingga menyebabkan keekonomian disitu turunnya banyak," tuturnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tingkatkan Kemudahan...
Tingkatkan Kemudahan Berusaha, Kementerian ESDM Luncurkan Formulir Standar Spesifik UKL/UPL Kegiatan Usaha Migas
EV Funday, Pertamina...
EV Funday, Pertamina Dukung Ekosistem Kendaraan Listrik
Tok, Pertamina dan Kementerian...
Tok, Pertamina dan Kementerian ESDM Sepakat Harga BBM Tak Turun
Petani Mendapat Sosialisasi...
Petani Mendapat Sosialisasi Keamanan Seiring Gas JTB Mulai Dialirkan
Siap Bangun Kilang,...
Siap Bangun Kilang, Indonesia Targetkan Tidak Lagi Impor BBM Tahun 2026
4 Kategori PLTU yang...
4 Kategori PLTU yang Boleh Jualan Emisi Karbon
Berita Terkini
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Makin Terkapar di Posisi 5.486, Ada 515 Saham Melemah
39 menit yang lalu
Perbandingan Harga BBM...
Perbandingan Harga BBM Pertamina, Shell, Vivo dan BP di Awal Juni 2026
1 jam yang lalu
Libur Sekolah 2026,...
Libur Sekolah 2026, Tarif Angkutan Penyeberangan Diskon Sekitar 21,9%
2 jam yang lalu
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
3 jam yang lalu
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
13 jam yang lalu
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
13 jam yang lalu
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved