Sri Mulyani Ancam Copot Pejabat Main dengan Importir Nakal

Rabu, 12 Juli 2017 - 15:46 WIB
Sri Mulyani Ancam Copot...
Sri Mulyani Ancam Copot Pejabat Main dengan Importir Nakal
A A A
JAKARTA - Pemerintah baru saja menggelar rapat koordinasi terkait pembentukan satuan tugas kegiatan impor berisiko tinggi. Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyatakan, akan menindak tegas setiap oknum pejabat yang bermain dengan importir nakal.

Menurutnya, banyak pegawai bekerja sama dengan importir untuk meloloskan barang yang kode barang atau harga impornya tak sesuai dengan laporan. Jika didapati demikian di lapangan, dia tidak segan memecat para pejabat yang bermain curang bekerja sama dengan importir nakal.

"Kalau jawabannya masih atau tidak jelas, ya saya akan copot. Saya taruh di lapangan kemudian kita sorakin rame-rame baru masukin penjara. Kami akan terus perbaiki diri, kalau policy belum baik kami perbaiki policy. Kami memahami oknum yang jelek sangat sedikit 1-2, tapi dia merusak institusi kami, value kami, dan negara kita dan bangsa kita," tegasnya di kantor Ditjen Bea Cukai, Jakarta, Rabu (12/7/2017).

Melalui ancaman tersebut, Sri Mulyani yakin tidak ada lagi permainan pejabat di institusi yang dapat disembunyikan dengan pembentukan satgas ini. Mereka akan secara ketat melakukan pengawasan.

"Jadi tidak ada lagi oknum pejabat kementerian dan lembaga yang bekerja sama dengan para importir nakal untuk mencari keuntungan. Ini sinyal anak buah kami tidak lagi cari alasan, selama ini bilangnya tidak bisa karena Polri mem-backing. Paling kalau ketangkap nanti dilepas Jaksa. Ini jadi alasan anak buah menjadi pengecualian. Sekarang tidak ada lagi karena kami berkoordinasi," ujar Sri Mulyani.

Sementara itu, Dirjen Bea dan Cukai Kemenkeu Heru Pambudi menyatakan untuk jangka panjang pihaknya akan membangun sistem kepatuhan pengguna jasa melalui revitalisasi manajemen risiko operasional. Sehingga, volume peredaran barang ilegal dapat turun dan terjadi supply gap yang dapat dipenuhi produksi dalam negeri dan penerimaan negara dapat optimal.

"Ini untuk menyasar perbaikan terkait kepatuhan pengguna jasa, pemberantasan penyelundupan, pelanggaran kepabeanan dan praktik perdagangan ilegal," kata Heru.

Meski demikian, Bea Cukai belum menghitung potensi penerimaan dari penertiban importir berisiko tinggi. Pihaknya bersama PPATK masih melakukan kajian dan analisis.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ini Arahan Menteri Keuangan...
Ini Arahan Menteri Keuangan Bagi Jajaran Kementerian Keuangan di Wilayah Bali Nusra
Bea Cukai Ungkap Penindakan...
Bea Cukai Ungkap Penindakan Rokok Ilegal dan Perkuat Strategi Sosio-Kultural di Jawa Timur
Ulang Tahun Ditjen Bea...
Ulang Tahun Ditjen Bea Cukai ke-74, Ini Pesan Sri Mulyani
Tembus Rp200 Triliun,...
Tembus Rp200 Triliun, Penerimaan Cukai Rokok RI Terbesar se-Asia Tenggara
Sri Mulyani Berikan...
Sri Mulyani Berikan Fasilitas Penundaan Pembayaran Cukai
Penyelundupan Rokok...
Penyelundupan Rokok Ilegal di Perairan Riau, Ini Penjelasan Bea Cukai
Berita Terkini
Menkeu Purbaya Tegaskan...
Menkeu Purbaya Tegaskan Fiskal Bukan Tumbal Agar Ekonomi RI Tumbuh Cepat
39 menit yang lalu
Bunga Mulai 1,75%! BRI...
Bunga Mulai 1,75%! BRI KPR Hadirkan Solusi Paling Ringan untuk Miliki Rumah Impian
1 jam yang lalu
Danantara Bantah Isu...
Danantara Bantah Isu Pemilik Tabungan Rp3 Miliar Wajib Beli Patriot Bond
1 jam yang lalu
Pertamina Akselerasi...
Pertamina Akselerasi Transisi Energi Melalui Program Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon
1 jam yang lalu
IFG Life Beri Proteksi...
IFG Life Beri Proteksi 10 Ribu Pelari di Ajang Yellow Run 2026
1 jam yang lalu
Klarifikasi Purbaya...
Klarifikasi Purbaya soal Isu Mundur: Sebagian Informasinya Betul, Sebagian Salah
1 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Tingkat...
10 Negara dengan Tingkat Pendidikan Tertinggi di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved