Disertasi Mahasiswa UI: Optimalisasi Sukuk untuk Menekan Utang

Rabu, 12 Juli 2017 - 17:21 WIB
Disertasi Mahasiswa...
Disertasi Mahasiswa UI: Optimalisasi Sukuk untuk Menekan Utang
A A A
JAKARTA - Utang Indonesia yang mencapai Rp3.600 triliun mendapat perhatian dalam sidang pomosi Doktor Rozaq Asyhari, mahasiswa S3 Fakultas Hukum Universitas Indonesia. Menurut Rozaq, tingginya utang dapat mempengaruhi arah pembangunan nasional. Karenanya menghindari utang dan beralih ke penerbitan sukuk adalah solusi yang dapat dipilih.

“Penerbitan sukuk adalah bentuk kemandirian keuangan negara. Dengan demikian dapat dihindari penggunaan dana dari negara donor atau pihak ketiga, yang tentunya memiliki agenda politik. Melalui kemandirian keuangan tersebut akan dapat mendorong pembangunan nasional yang sesuai dengan jati diri bangsa Indonesia,” ungkap Rozaq Asyhari di depan dewan penguji.

Rozaq menjelaskan bahwa penerbitan sukuk adalah bentuk partisipasi publik dalam menyokong pembangunan nasional. “Secara filosofi, penggunaan barang milik negara dalam penerbitan sukuk merupakan bentuk partisipasi masyarakat dalam pemenuhan pembiayaan negara. Sukuk dapat dilihat sebagai bentuk partisipasi gotong-royong yang dilakukan oleh masyarakat dalam memberikan dukungan angaran keuangan nasional,” papar pengacara publik dari PAHAM Indonesia tersebut kepada SINDOnews, Rabu (12/7/2017).

Untuk mengembangkan keuangan mandiri berbasis sukuk, Rozaq menyarankan agar dilakukan perluasan definisi barang milik negara. “Seharusnya barang milik negara tidak dimaknai terbatas pada objek benda tidak bergerak seperti tanah dan bangunan. Segala bentuk kewenangan negara yang dapat menghasilkan kemanfaatan seharusnya dapat dijadikan sebagai barang milik negara, seperti pita frekuensi ataupun ruang udara,” terang salah satu pengurus DPN Peradi tersebut saat menjawab pertanyaan dari salah satu dewan penguji.

Optimalisasi sukuk melalui perluasan definisi barang milik negara diyakini mampu akan menghimpun dana yang cukup besar untuk keperluan negara. Dicontohkan penggunaan pita frekuensi pada 2,1 Ghz dan 2,3 Ghz, ataupun pengelolaan ruang udara semisal di Blok ABC.

Beberapa tokoh nasional terlihat duduk sebagai penguji, seperti Azyumardi Azra, Nasaruddin Umar, Fathurrahman Djamil dan Uswatun Hasanah.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Beli Surat Utang Negara...
Beli Surat Utang Negara Dijamin Halal, Hasilnya Dipakai Buat Penanganan Covid-19
Sukuk Ritel SR017 Sudah...
Sukuk Ritel SR017 Sudah Bisa Dibeli, Solusi Investasi di Tengah Ketidakpastian Ekonomi
Dijamin Negara, Investasi...
Dijamin Negara, Investasi Sukuk Ritel SR018 Bisa Jadi Pilihan
Kabar Gembira, Sukuk...
Kabar Gembira, Sukuk Ritel SR014 yang Berikan Imbal Hasil 5.47%, Dapat Dibeli melalui BRI
Yuk, Beli Nggak? Penawaran...
Yuk, Beli Nggak? Penawaran Sukuk Ritel SR013 Bank Mandiri Tutup Dua Hari Lagi Lho..
Kabar Baik, Investor...
Kabar Baik, Investor Asing Serbu Lelang SUN di Pasar Perdana
Berita Terkini
Takeda Investasi Rp542...
Takeda Investasi Rp542 Miliar Bangun Ekosistem Plasma di Indonesia
33 menit yang lalu
AS-Iran Kembali Saling...
AS-Iran Kembali Saling Serang, Harga Minyak Dunia Melesat Lebih 3%
47 menit yang lalu
Teluk Kembali Memanas,...
Teluk Kembali Memanas, China Siaga Jaga Produksi BBM Tetap Tinggi
1 jam yang lalu
Jakarta Fair 2026 Diserbu...
Jakarta Fair 2026 Diserbu 6 Juta Pengunjung, Nilai Transaksi Cetak Rp8,2 Triliun
11 jam yang lalu
Laporan Menkop ke Prabowo:...
Laporan Menkop ke Prabowo: 15.845 Koperasi Merah Putih Sudah Berdiri, 19 Ribu Masih Dibangun
12 jam yang lalu
Pengawasan DMO Diperketat,...
Pengawasan DMO Diperketat, PLN Didorong Kebut Kontrak Pasokan Batu Bara
14 jam yang lalu
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved