Menkeu Klaim Realisasi APBN 2017 Semester I Lebih Tinggi
Kamis, 13 Juli 2017 - 23:32 WIB
Menkeu Klaim Realisasi APBN 2017 Semester I Lebih Tinggi
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah bersama Badan Anggaran DPR RI menggelar rapat guna membahas Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2017 dan beberapa pembahasan lainnya. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, realisasi APBN 2017 pada semester pertama lebih baik dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Utamanya, dilihat dari sisi pendapatan negara, belanja, defisit anggaran, sampai ke utang pemerintah. Bahkan Sri Mulyani mengungkapkan, ini menandakan bahwa APBN semakin efektif dan kredibel.
"Dari sisi pendapatan dalam negeri, pada semester I 2017, realisasinya sebesar Rp718 triliun, terdiri dari penerimaan perpajakan sebesar Rp571 triliun, tumbuh 9,6% dibandingkan semester I 2016. Sedangkan realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp146,1 triliun, meningkat 26,9% dibandingkan semester I 2016," ungkap dia di ruang rapat Badan Anggaran, Jakarta, Kamis (13/7/2017)
Selanjutnya, ia menjelaskan, apabila pada realisasi penerimaan perpajakan dihilangkan, penerimaan yang berasal dari tax amnesty, maka pertumbuhan pajak tumbuh 5,5% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sedangkan untuk penerimaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) pada semester I 2017 tumbuh 13,5% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
"Sesuai hasil tax amnesty karena tax amnesty kan masih berlangsung di Januari-Maret tahun ini dan kami perbaiki kinerja. Pada PPh Pasal 25 dan 29 yaitu Orang Pribadi semester I 2017 ini, hasil yang diperoleh lebih baik dari kinerja tahun 2016. Artinya sesudah tax amnesty ada kepatuhan dari wajib pajak yang menunjukkan peningkatan," ujarnya.
Sementara itu, realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang sebesar Rp146,1 triliun tumbuh 26,9% dibandingkan periode yang sama tahun lalu disebabkan oleh meningkatnya harga komoditas.
"Untuk realisasi PNBP ini mengalami perbaikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu, terutama didukung oleh peningkatan SDA migas yang tentu saja meningkat dari harga minyak," jelasnya.
Lebih lanjut, untuk realisasi belanja negara sebesar Rp893,3 triliun, terdiri dari realisasi belanja pemerintah pusat sebesar Rp498,6 triliun, yakni belanja Kementerian dan Lembaga sebesar Rp263,9 triliun dan belanja Non Kementerian dan Lembaga sebesar Rp234,6 triliun. Sementara transfer ke daerah Rp394,8 triliun, terdiri dari transfer ke daerah Rp360,4 triliun dan dana desa Rp34,4 triliun.
"Untuk defisit APBN semester I 2017 sebesar 1,29%, lebih kecil dibandingkan periode yang sama tahun lalu 1,82% dan pada semester I tahun ini penerbitan SBN mengalami penurunan 23,3% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar 34%," pungkasnya.
Utamanya, dilihat dari sisi pendapatan negara, belanja, defisit anggaran, sampai ke utang pemerintah. Bahkan Sri Mulyani mengungkapkan, ini menandakan bahwa APBN semakin efektif dan kredibel.
"Dari sisi pendapatan dalam negeri, pada semester I 2017, realisasinya sebesar Rp718 triliun, terdiri dari penerimaan perpajakan sebesar Rp571 triliun, tumbuh 9,6% dibandingkan semester I 2016. Sedangkan realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp146,1 triliun, meningkat 26,9% dibandingkan semester I 2016," ungkap dia di ruang rapat Badan Anggaran, Jakarta, Kamis (13/7/2017)
Selanjutnya, ia menjelaskan, apabila pada realisasi penerimaan perpajakan dihilangkan, penerimaan yang berasal dari tax amnesty, maka pertumbuhan pajak tumbuh 5,5% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sedangkan untuk penerimaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) pada semester I 2017 tumbuh 13,5% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
"Sesuai hasil tax amnesty karena tax amnesty kan masih berlangsung di Januari-Maret tahun ini dan kami perbaiki kinerja. Pada PPh Pasal 25 dan 29 yaitu Orang Pribadi semester I 2017 ini, hasil yang diperoleh lebih baik dari kinerja tahun 2016. Artinya sesudah tax amnesty ada kepatuhan dari wajib pajak yang menunjukkan peningkatan," ujarnya.
Sementara itu, realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang sebesar Rp146,1 triliun tumbuh 26,9% dibandingkan periode yang sama tahun lalu disebabkan oleh meningkatnya harga komoditas.
"Untuk realisasi PNBP ini mengalami perbaikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu, terutama didukung oleh peningkatan SDA migas yang tentu saja meningkat dari harga minyak," jelasnya.
Lebih lanjut, untuk realisasi belanja negara sebesar Rp893,3 triliun, terdiri dari realisasi belanja pemerintah pusat sebesar Rp498,6 triliun, yakni belanja Kementerian dan Lembaga sebesar Rp263,9 triliun dan belanja Non Kementerian dan Lembaga sebesar Rp234,6 triliun. Sementara transfer ke daerah Rp394,8 triliun, terdiri dari transfer ke daerah Rp360,4 triliun dan dana desa Rp34,4 triliun.
"Untuk defisit APBN semester I 2017 sebesar 1,29%, lebih kecil dibandingkan periode yang sama tahun lalu 1,82% dan pada semester I tahun ini penerbitan SBN mengalami penurunan 23,3% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar 34%," pungkasnya.
(ven)
Lihat Juga :