Luhut Ngaku Hafal soal Utang Pemerintah Menggunung
Jum'at, 14 Juli 2017 - 13:07 WIB
Luhut Ngaku Hafal soal Utang Pemerintah Menggunung
A
A
A
JAKARTA - Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan kembali angkat bicara terkait utang luar negeri pemerintah yang dikritisi beberapa pihak. Dia mengaku mengerti soal utang pemerintah yang terus menggunung.
"Rasio utang masih sangat baik, detailnya bisa tanyakan ke Pak Agus Marto (Gub BI Agus Martowardojo) ini soal utang B to B, orang melihat saya keras karena mantan tentara, Gini gini saya ngertilah barang ini," tegas Luhut pada Rakor pemerintah, pemda dan Bank Indonesia tentang diversifikasi pertumbuhan ekonomi daerah di Gran Senyiur, Balikpapan, Jumat (14/7/2017).
Mantan Menko bidang Polhukam ini kembali menantang debat sejumlah pihak yang merasa "sok jago" mengkritik utang pemerintah. Menurut Luhut, utang tidaklah masalah sepanjang digunakan untuk sesuatu yang bersifat produktif selama pemerintah menggunakannya untuk membiayai sejumlah proyek infrastruktur.
"Kita (pemerintah) lakukan sesuai data, sudahlah semua harus fokus pada pembangunan terutama di daerah," tegas Luhut.
Sebelumnya diberitakan rasio utang pemerintah Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) menurut Institute Development of Economics and Finance (Indef) terancam naik di atas batas aman yaitu 30%.
Ekonom Indef Bhima Yudhistira menilai lonjakan utang pemerintah saat ini cukup drastis dengan pertumbuhan mencapai 14% dengan PDB hanya sekitar 5%.
"Pemerintah selalu klaim bahwa rasio utang terhadap PDB masih di bawah batas aman 30%. Faktanya rasio utang terhadap PDB terancam naik di atas batas aman itu. Bahkan dalam Nota Keuangan RAPBN-P 2017 diprediksi 2019 rasio utang bisa loncat 32% terhadap PDB. Pertumbuhan utang yang lebih cepat dari PDB ikut meningkatkan rasio tadi," tutur Bhima.
Seperti diketahui utang pemerintah saat masa pemerintahan Jokowi dalam kurun waktau 2,5 tahun terakhir atau hingga Mei 2017, tambahan utang mencapai Rp1.067,4 triliun atau secara total, utang pemerintah sudah mencapai Rp3.672,33 triliun.
"Rasio utang masih sangat baik, detailnya bisa tanyakan ke Pak Agus Marto (Gub BI Agus Martowardojo) ini soal utang B to B, orang melihat saya keras karena mantan tentara, Gini gini saya ngertilah barang ini," tegas Luhut pada Rakor pemerintah, pemda dan Bank Indonesia tentang diversifikasi pertumbuhan ekonomi daerah di Gran Senyiur, Balikpapan, Jumat (14/7/2017).
Mantan Menko bidang Polhukam ini kembali menantang debat sejumlah pihak yang merasa "sok jago" mengkritik utang pemerintah. Menurut Luhut, utang tidaklah masalah sepanjang digunakan untuk sesuatu yang bersifat produktif selama pemerintah menggunakannya untuk membiayai sejumlah proyek infrastruktur.
"Kita (pemerintah) lakukan sesuai data, sudahlah semua harus fokus pada pembangunan terutama di daerah," tegas Luhut.
Sebelumnya diberitakan rasio utang pemerintah Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) menurut Institute Development of Economics and Finance (Indef) terancam naik di atas batas aman yaitu 30%.
Ekonom Indef Bhima Yudhistira menilai lonjakan utang pemerintah saat ini cukup drastis dengan pertumbuhan mencapai 14% dengan PDB hanya sekitar 5%.
"Pemerintah selalu klaim bahwa rasio utang terhadap PDB masih di bawah batas aman 30%. Faktanya rasio utang terhadap PDB terancam naik di atas batas aman itu. Bahkan dalam Nota Keuangan RAPBN-P 2017 diprediksi 2019 rasio utang bisa loncat 32% terhadap PDB. Pertumbuhan utang yang lebih cepat dari PDB ikut meningkatkan rasio tadi," tutur Bhima.
Seperti diketahui utang pemerintah saat masa pemerintahan Jokowi dalam kurun waktau 2,5 tahun terakhir atau hingga Mei 2017, tambahan utang mencapai Rp1.067,4 triliun atau secara total, utang pemerintah sudah mencapai Rp3.672,33 triliun.
(izz)
Lihat Juga :