DJP Juga Intip Rekening Pasar Modal, Ini Tanggapan Bos BEI

Selasa, 18 Juli 2017 - 19:54 WIB
DJP Juga Intip Rekening...
DJP Juga Intip Rekening Pasar Modal, Ini Tanggapan Bos BEI
A A A
JAKARTA - Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) Nomor 1 tahun 2017 tentang Keterbukaan Informasi Keuangan untuk Kepentingan Perpajakan juga memberikan kewenangan Direktorat Jenderal Pajak untuk mengakses data rekening nasabah pasar modal.

Seluruh data rekening nasabah pasar modal, baik di pasar saham, reksa dana, ataupun lainnya harus dilaporkan kepada DJP.

Menanggapi hal itu, Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia Tbk (BEI) Tito Sulistio mempertanyakan maksud pemerintah atas diberikannya kewenangan DJP untuk mengakses seluruh rekening nasabah baik domestik maupun asing.

Padahal, Automatic Exchange of Information (AEOI) dimaksudkan untuk pertukaran informasi data nasabah asing yang ada di sebuah negara.

"Kata-katanya jelas sekali bahwa AEOI adalah the newe global standard to reduce possibility for avasion in provide to non residential account. Jadi, jelas sekali kenapa enggak asing saja ya? Toh kita sudah tax amnesty, kenapa semuanya jadi dibuka?" katanya dalam RDPU dengan Komisi XI DPR RI, di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Selasa (18/7/2017).

Menurutnya, masyarakat di dalam negeri belum lama ini sudah disibukkan dengan persoalan pengampunan pajak (tax amnesty). Dia khawatir, jika ada pemeriksaan lagi maka masyarakat akan ketakutan dan menimbulkan dampak negatif terhadap peraturan itu sendiri.

"Kalaupun mau dibuka sekarang, foreign-nya saja dulu. Karena teman-teman, orang-orang baik yang ikut tax amnesty masih belum kering di telinganya, tiba-tiba harus diperiksa lagi," imbuh dia.

Tito menambahkan, pemerintah sedianya masih perlu melakukan sosialisasi mengenai pengimplementasian beleid tersebut. Sebab menurutnya, sosialisasi yang dilakukan pemerintah hingga saat ini masih minim.

"Jadi, sosialisasi menyeluruh. Bursa siap, sedikit saja kita punya ekstensif network. Kita punya 554 listed company, kita bisa berhubungan setiap saat. Ada 300 kantor di Indonesia di 261 universitas yang semuanya ada TV bursa. Itu for no cost. Kita punya 187 investor komunitas, dan kita punya TV bursa sendiri. Satu juta invsetor kita bisa komunikasi. Dulu waktu tax amnsty sedikit hambatan di sosialisasi, kami siap support ini," terang Tito.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Besok 5 Perusahaan Ini...
Besok 5 Perusahaan Ini Berebutan Cari Duit di Pasar Modal
BEI Tutup Kode Domisili...
BEI Tutup Kode Domisili Investor, Intip Penjelasannya!
BEI Perpanjang Laporan...
BEI Perpanjang Laporan Keuangan Emiten
Mendekatkan Masyarakat...
Mendekatkan Masyarakat ke Pasar Modal, Capital Market and Expo Summit 2023 Dibuka
3 Juta Investor Ritel...
3 Juta Investor Ritel Pasar Modal Genggam Rp1.116 Triliun
2,68 Juta Investor Baru...
2,68 Juta Investor Baru Masuk Pasar Modal di Tengah Pandemi Covid-19
Berita Terkini
Dorong Bioenergi, PLN...
Dorong Bioenergi, PLN EPI Siap Serap 10 Juta Ton Biomassa di 2030
9 menit yang lalu
IHSG Sepekan Melonjak...
IHSG Sepekan Melonjak 2,82%, Kapitalisasi Pasar Bertambah Jadi Rp10.788 Triliun
40 menit yang lalu
Indo Build Tech 2026,...
Indo Build Tech 2026, AMBPI Bawa Sejumlah Inovasi Baru
1 jam yang lalu
Bidik Pasar Indonesia...
Bidik Pasar Indonesia Timur, Jafran Indonesia Kenalkan JR 737 di PENAS XVII
2 jam yang lalu
Pelemahan Emas Antam...
Pelemahan Emas Antam Berlanjut ke Rp2.6 Juta per Gram, Ini Daftar Lengkapnya
3 jam yang lalu
Grab For Business Luncurkan...
Grab For Business Luncurkan Corporate Dine Out, Jamuan Makan Kantor Bebas Reimburse
6 jam yang lalu
Infografis
Siapa John Ternus, Bos...
Siapa John Ternus, Bos Baru Apple Pengganti Tim Cook?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved