Sri Mulyani Minta Restu DPR Suntik PMN ke Proyek LRT

Rabu, 19 Juli 2017 - 20:16 WIB
Sri Mulyani Minta Restu...
Sri Mulyani Minta Restu DPR Suntik PMN ke Proyek LRT
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mewakili Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno untuk melakukan rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI. Raker tersebut adalah guna meminta restu dari parlemen, terkait suntikan dana penyertaan modal negara (PMN) kepada PT Kereta Api Indonesia (Persero) untuk pembangunan proyek Light Rail Transit (LRT) Jabodebek.

Dia menyebutkan, pemerintah berencana menyuntikkan dana kepada KAI sebesar Rp2 triliun yang dilakukan secara tunai. Dana tersebut rencananya akan dimasukkan dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara Perubahan (APBNP) 2017.

"Jadi untuk PMN 2017 ini, untuk KAI Rp2 triliun dilakukan secara tunai. Jadi ini intensif cash dengan rencana penggunaan PMN ini sesuai Perpres 49 2017 untuk mendukung pembangunan prasarana perkeretaapian LRT Jabodebek," katanya di Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Rabu (19/7/2017).

Menurutnya, pembangunan LRT merupakan penugasan pemerintah kepada BUMN perkeretaapian tersebut. Sayangnya, APBN tidak mungkin menyediakan dana untuk pembangunan proyek tersebut sehingga pemerintah memutuskan untuk mengajukan PMN untuk perseroan.

"Jadi ini merupakan penugasan pemerintah kepada KAI. Kita melakukan ini karena ini kombinasi, di satu sisi pemerintah mendorong pembangunan infrastruktur, dan APBN pemerintah tidak mampu. Sehingga kita melakukan beberapa skenario agar pembangunan tetap tercapai," imbuh dia.

Selain untuk KAI, mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini juga mengajukan PMN untuk PT Djakarta Lloyd (Persero). PMN untuk perusahaan pelat merah ini senilai Rp37,31 miliar dan dilakukan nontunai karena ada konversi utang SLA. Menurutnya, suntikan dana ini dimaksudkan untuk memperbaiki struktur permodalan perseroan sehingga memiliki ekuitas positif serta bisa bankable untuk mendukung pencapaian kinerja perseroan.

"Dengan adanya neraca yang sehatkan, kita berharap bisa menjalankan fungsi persero untuk mendukung program kemaritiman dan tetap dengan prinsip tata kelola korporasi yang baik," tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
LRT Jabodebek Menuju...
LRT Jabodebek Menuju Operasional di 2022, Begini Progresnya
LRT Ditarget Mulai Beroperasi...
LRT Ditarget Mulai Beroperasi 2022, Intip 18 Lokasi Stasiunnya
Beroperasi Agustus 2022,...
Beroperasi Agustus 2022, Usulan Tarif LRT Jabodebek Rata-rata Dipatok Rp15.000
LRT Bali Bakal Dibangun...
LRT Bali Bakal Dibangun Bawah Tanah, Butuh Biaya Rp9 Triliun
Kereta LRT Jabodetabek...
Kereta LRT Jabodetabek Sudah Selesai Diproduksi INKA, Ini Tahapan Selanjutnya
Pengalaman Naik Kereta...
Pengalaman Naik Kereta LRT Buatan Dalam Negeri: Halus dan Minim Getaran
Berita Terkini
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
26 menit yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
43 menit yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
49 menit yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
54 menit yang lalu
KKP Pertegas Komitmen...
KKP Pertegas Komitmen Perkuat Pengawasan pada Momentum Hari Internasional Anti IUU Fishing
54 menit yang lalu
Perkuat Daya Saing Industri...
Perkuat Daya Saing Industri Wellness dan Beauty Nasional Mendunia, BRI Dukung BWB Expo 2026 di Bali
2 jam yang lalu
Infografis
Indonesia Ingin Gabung...
Indonesia Ingin Gabung Proyek Jet Tempur Generasi Ke-5 Turki
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved