Usai Cetak Rekor, Bursa Saham Global Terkoreksi

Jum'at, 21 Juli 2017 - 07:50 WIB
Usai Cetak Rekor, Bursa...
Usai Cetak Rekor, Bursa Saham Global Terkoreksi
A A A
WASHINGTON - Setelah membukukan rekor tertinggi bursa perdagangan di Amerika Serikat (AS), Wall Street berakhir terkoreksi seringi dengan ketidakpastian politik di negara tersebut. Kondisi ini juga berimbas pada pelemahan di bursa Asia.

Sebelumnya rekor perdagangan terjadi setelah dipicu kinerja positif di sektor teknologi. Pada perdagangan terakhir, saham bervariasi dipicu kesepakatan antara Sears dan Amazon menekan para pengecer perlengkapan perbaikan rumah, sementara keuntungan di Microsoft membantu mengangkat Nasdaq.

Saham Microsoft naik 0,9% setelah jam perdagangan menjadi USD74,89 setelah melaporkan laba kuartalan naik dua kali lipat. Para analis memperkirakan kenaikan 8,6% pada laba kuartal kedua dan peningkatan pendapatan sebesar 4,6% untuk perusahaan-perusahaan S&P 500 dari setahun sebelumnya.

Dow Jones Industrial Average turun 28,97 poin atau 0,13%, menjadi ditutup pada 21.611,78 poin. S&P 500 merosot 0,38 poin, atau 0,02%, menjadi berakhir di 2.473,45 poin, sementara Komposit Nasdaq bertambah 4,96 poin atau 0,08% ditutup pada 6.390,00 poin.

Jumlah saham-saham turun melebihi yang naik di NYSE dengan rasio 1,01 terhadap 1 dan di Nasdaq dengan rasio 1,14 terhadap 1. Sekitar 5,92 miliar saham berpindah tangan di bursa AS, dibandingkan dengan rata-rata harian selama 20 sesi terakhir 6,35 miliar.

Di sisi lain, bursa Asia melemah, di mana indeks Nikkei turun 0,16% ke level 20.111,57. Hang Seng susut 0,11% ke level 26.713,71. Begitu pun indeks bursa Taiwan terkoreksi 0,62% ke 10.435. Indeks Kospi justru masih naik tipis 0,03% menjadi sebesar 2.442,50 dan Straits Times naik 0,08% ke angka 3.295,67.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ditopang Saham-saham...
Ditopang Saham-saham Bank, Wall Street Dibuka Naik
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Wall Street Terangkat...
Wall Street Terangkat Ditopang Saham Paypal dan Nasdaq Hapus Kerugian
Wall Street Bangkit...
Wall Street Bangkit di Tengah Harapan Ekonomi, Saham Perbankan Melompat
Saham Teknologi Jadi...
Saham Teknologi Jadi Primadona Bikin Nasdaq Cetak Rekor, Wall Street Mixed
Dihantam Data Makro,...
Dihantam Data Makro, Wall Street Dibuka Sempoyongan
Berita Terkini
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
3 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
3 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
5 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
7 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
7 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
7 jam yang lalu
Infografis
Khamenei Tewas, 4 Nama...
Khamenei Tewas, 4 Nama Masuk Bursa Calon Pemimpin Tertinggi Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved