Tol Laut Kurangi Disparitas Harga ke Daerah Terluar

Selasa, 25 Juli 2017 - 18:00 WIB
Tol Laut Kurangi Disparitas...
Tol Laut Kurangi Disparitas Harga ke Daerah Terluar
A A A
JAKARTA - Potensi yang dimiliki Indonesia di antaranya melalui konektivitas tol laut dan udara. Keduanya diyakini dapat memberikan manfaat, yakni mengurangi disparitas harga yang terjadi di Indonesia bagian barat sampai bagian timur.

Tol laut diselenggarakan dalam rangka menjamin ketersediaan barang dan untuk mengurangi disparitas harga bagi masyarakat untuk menjamin kelangsungan pelayanan penyelenggaraan angkutan barang ke daerah tertinggal, terpencil, terluar dan perbatasan.

"Dari Indonesia barat ke Indonesia timur seperti Maluku, Papua, NTT, NTB, Sulawesi konsolidasi barang. Kalau dikatakan dari Kupang, dari Bima ada barang maka tol laut akan lebih efisien," ujar Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Jakarta, Selasa (25/7/2017).

Program tol laut Presiden Joko Widodo (Jokowi) ini juga berintegrasi dengan program Rumah Kita untuk mempermudah koordinasi dengan Pemda serta Stakeholders terkait kebutuhan barang dan pendistribusian barang di wilayah sekitar lokasi Rumah Kita yang terbagi menjadi enam lokasi.

Di samping itu, tol laut terintegrasi dengan angkutan udara perintis barang (jembatan udara), di mana petikemas setelah tiba di pelabuhan akan diangkut melalui jalur darat menuju bandara guna diangkut menuju lokasi sesuai dengan jalur tol udara.

Sehingga, Budi ingin mencoba membuat suatu pengelolaan di laut antara Jalur Jakarta-Surabaya dengan menggunakan kapal roro yang dapat mengangkut penumpang dan kontainer. Kapal roro dinilai menjadi keunggulan dan diharapkan dapat membantu masalah di darat yaitu mengurangi tekanan jalan dan membantu mengangkut logistik dari dan ke Jakarta.

"Saya butuh bantuan bapak-bapak (asosiasi logsitik) untuk gunakan roro sebagai alternatif karena truk sudah merusak jalan," katanya.

Manfaat kapal roro lainnya adalah dapat mempersingkag waktu tempuh pendistribusian logistik serta biaya pengiriman lebih murah.

Seperti digambarkan, jarak tempuh Jakarta ke Surabaya lebih aman dan ekonomis lewat laut dan juga dari Surabaya menuju Lembar atau dari Jakarta menuju Panjang juga waktu yang dibutuhkan relatif pendek.

Sementara, jika dengan perjalanan darat membutuhkan waktu lebih lama, menimbulkan kemacetan dan beban jalan. "Pekerjaan rumah kita banyak, saya selalu diingatkan Bapak Presiden bagaimana kita menelisik yang terjadi di masyarakat. Kita identifikasi, bahas, dan selesaikan," tutur Budi.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Angkutan Laut Dibuka...
Angkutan Laut Dibuka 7 Juni, Kemenhub Minta Antisipasi New Normal
Bedah Pekerjaan Rumah...
Bedah Pekerjaan Rumah Program Tol Laut, Pak Menhub Tolong Pikirkan Muatan Balik
Kemenhub Mati-matian...
Kemenhub Mati-matian Menghidupkan Program Tol Laut
Persiapkan SDM Unggul,...
Persiapkan SDM Unggul, Kemenhub Kini Punya Program Studi Magister Terapan
Jalankan Prinsip Pola...
Jalankan Prinsip Pola Kemitraan, Kemenhub Raih Penghargaan dari KPPU
Revitalisasi Terminal,...
Revitalisasi Terminal, Kemenhub Ingin Angkutan Massal Terintegrasi
Berita Terkini
Contek Dubai, Airlangga...
Contek Dubai, Airlangga Sebut Pusat Financial Berada di Zona Ekonomi Khusus
19 menit yang lalu
Italia Boncos, Bayar...
Italia Boncos, Bayar Rp500 Juta per Hari Cuma Buat Parkir Superyacht Sitaan Milik Miliarder Rusia
1 jam yang lalu
ADVAN Universe 2026...
ADVAN Universe 2026 Digelar di Bandung, Perkuat Ekosistem Talenta Digital
1 jam yang lalu
Obat Generik Bebas Tarif...
Obat Generik Bebas Tarif 2 Tahun, Lalu Melonjak Jadi 200%
2 jam yang lalu
Jasaraharja Putera Raih...
Jasaraharja Putera Raih Pertumbuhan Berkelanjutan dan RBC Capai 371,90%
3 jam yang lalu
Pelabuhan Patimban Resmi...
Pelabuhan Patimban Resmi Layani Impor Perdana, Komponen Mobil Listrik BYD Lanjut ke Pabrik Subang
4 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved