Indef Sebut Indonesia Butuh Badan Penyangga Pangan

Jum'at, 28 Juli 2017 - 10:43 WIB
Indef Sebut Indonesia...
Indef Sebut Indonesia Butuh Badan Penyangga Pangan
A A A
JAKARTA - Pakar Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Didik J Rachbini menilai carut-marutnya beras nasional karena tidak adanya badan penyangga pangan. Bulog dinilai sudah keluar fungsi sebagai penyangga pangan.

(Baca: Indef Minta Pemerintah Kaji Subsidi Input Pertanian )

"Peran-peran Bulog sebagai penyangga pangan sudah diamputasi IMF. Salah satunya, Bulog sekarang tidak lagi memiliki gudang-gudang penyimpanan beras yang memadai," ujarnya di Kantor Indef, Jakarta, kemarin.

Akibat tidak adanya badan penyangga pangan, kata Didik, pemerintah tidak bisa melakukan intervensi harga. Padahal, pemerintah sudah menetapkan harga patokan lewat harga pemebelian pemerintah (HPP).

"Memang Bulog saat Orde Baru punya peran vital. Bulog saat itu memerankan fungsi-fungsi sebagai badan penyangga pangan. Sehingga, pemerintah bisa mengendalikan harga beras di pasaran," tutur dia.

Menurutnya, pada saat Orde Baru Bulog membeli beras para perani, saat harga beras anjlok, akibat panen raya. Begitu juga saat paceklik yang harga beras membumbung tinggi, beras yang disimpan digudang digelontorkan ke masyarakat, hingga para spekulan tidak berdaya.

Konsep tersebut dinilai berhasil. Bahkan, konsep Bulog sebagai badan penyangga pangan itu dicontoh negara tetangga seperti Vietnam, Thailand, Malaysia, dan Brunei.

"Hanya sekarang ini peran Bulog sebagai peyangga pangan itu sudah hilang. Bulog sudah orientasinya profit. Makanya, bila ingin perberasan stabil harus ada badan penyangga," tutur Didik.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pecah Rekor, Impor Beras...
Pecah Rekor, Impor Beras 2024 Butuh Anggaran Lebih Rp30 Triliun
Peningkatan Produksi...
Peningkatan Produksi Beras Disebut Hanya 0,55% dalam 22 Tahun, Gak Bahaya Ta?
Harga Beras Naik Gila-gilaan,...
Harga Beras Naik Gila-gilaan, Produksi RI Minus 2,8 Juta Ton
Anomali Harga Beras...
Anomali Harga Beras Bikin Boncos Rp99 T, Pemerintah Ultimatum Pelaku Usaha 2 Minggu
Beras Premium Langka...
Beras Premium Langka dan Mahal, Begini Penjelasan BI Jakarta
Awas, Harga Beras Dapat...
Awas, Harga Beras Dapat Mencapai 30 Ribu per Kilo, Ini Penyebabnya
Berita Terkini
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
28 menit yang lalu
DPR Solid Tolak Aturan...
DPR Solid Tolak Aturan Kemasan Polos Produk Tembakau dari Kemenkes
1 jam yang lalu
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
1 jam yang lalu
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
11 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
11 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
12 jam yang lalu
Infografis
Daftar Juara Liga Indonesia...
Daftar Juara Liga Indonesia dari Masa ke Masa: Persib Ukir Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved