Harga Minyak Mencatat Kenaikan Terbaik, Dekati USD50 per Barel
Sabtu, 29 Juli 2017 - 10:03 WIB
Harga Minyak Mencatat Kenaikan Terbaik, Dekati USD50 per Barel
A
A
A
NEW YORK - Harga minyak pada penutupan perdagangan Jumat waktu Amerika Serikat naik. Alhasil secara keseluruhan, harga si emas hitam dalam sepekan ini menguat 8,6%, merupakan level tertinggi selama dua bulan.
Mengutip dari Reuters, Sabtu (29/7/2017), kenaikan ini karena investor mencerna mulai efektifnya pemangkasan produksi dan kendurnya produksi minyak AS. Hal ini sebagai tanda-tanda penyeimbangan pasar.
Harga minyak mentah berjangka AS, West Texas Intermediate (WTI) menguat 67 sen atau 1,4% menjadi USD49,71 per barel, alias melonjak 8,6% pada sepekan ini.
Harga minyak mentah Brent International naik USD1,01 atau 2% ke level USD52,50 per barel pada pukul 18.34 GMT. Dengan demikian harga minyak Brent meningkat lebih dari 9% pada sepekan ini.
Persediaan minyak mentah dan bensin AS turun tajam pada pekan ini, sementara eksportir minyak terbesar di dunia, Arab Saudi akan melanjutkan pemangkasan produksi minyak pada Agustus besok. "Hal ini membuat keseimbangan pasar," kata Ashley Kelty, analis minyak di Cenkos Securities.
Stok minyak mentah AS turun tajam sebesar 7,2 juta barel dalam pekan hingga 21 Juli, karena aktivitas penyulingan yang kuat dan meningkatnya ekspor, kata data Information Administration Energy (EIA).
Selama ini, masalah kelebihan pasokan minyak mentah AS telah menjadi tantangan bagi penurunan produksi yang digalang OPEC, untuk menopang harga minyak setelah dua tahun berada di titik lemah.
Sejak produsen minyak utama dunia mengadakan pertemuan di St. Petersburg, Rusia, pada Senin awal pekan lalu, harga minyak mentah telah meningkat. Bahkan Arab Saudi, sebagai pemimpin de facto OPEC mengatakan berencana memangkas ekspor minyak mentah menjadi 6,6 juta barel per hari pada Agustus besok. Ini lebih rendah 1 juta barel per hari dari tingkat tahun lalu.
Meski ada tanda bullish, namun beberapa analis menilai pasar minyak tetap bearish. "Kami yakin kenaikan harga minyak ini hanya sementara," kata Commerzbank. Pasalnya dua anggota OPEC lainnya, Libya dan Nigeria masih belum sepakat untuk memangkas produksi.
Mengutip dari Reuters, Sabtu (29/7/2017), kenaikan ini karena investor mencerna mulai efektifnya pemangkasan produksi dan kendurnya produksi minyak AS. Hal ini sebagai tanda-tanda penyeimbangan pasar.
Harga minyak mentah berjangka AS, West Texas Intermediate (WTI) menguat 67 sen atau 1,4% menjadi USD49,71 per barel, alias melonjak 8,6% pada sepekan ini.
Harga minyak mentah Brent International naik USD1,01 atau 2% ke level USD52,50 per barel pada pukul 18.34 GMT. Dengan demikian harga minyak Brent meningkat lebih dari 9% pada sepekan ini.
Persediaan minyak mentah dan bensin AS turun tajam pada pekan ini, sementara eksportir minyak terbesar di dunia, Arab Saudi akan melanjutkan pemangkasan produksi minyak pada Agustus besok. "Hal ini membuat keseimbangan pasar," kata Ashley Kelty, analis minyak di Cenkos Securities.
Stok minyak mentah AS turun tajam sebesar 7,2 juta barel dalam pekan hingga 21 Juli, karena aktivitas penyulingan yang kuat dan meningkatnya ekspor, kata data Information Administration Energy (EIA).
Selama ini, masalah kelebihan pasokan minyak mentah AS telah menjadi tantangan bagi penurunan produksi yang digalang OPEC, untuk menopang harga minyak setelah dua tahun berada di titik lemah.
Sejak produsen minyak utama dunia mengadakan pertemuan di St. Petersburg, Rusia, pada Senin awal pekan lalu, harga minyak mentah telah meningkat. Bahkan Arab Saudi, sebagai pemimpin de facto OPEC mengatakan berencana memangkas ekspor minyak mentah menjadi 6,6 juta barel per hari pada Agustus besok. Ini lebih rendah 1 juta barel per hari dari tingkat tahun lalu.
Meski ada tanda bullish, namun beberapa analis menilai pasar minyak tetap bearish. "Kami yakin kenaikan harga minyak ini hanya sementara," kata Commerzbank. Pasalnya dua anggota OPEC lainnya, Libya dan Nigeria masih belum sepakat untuk memangkas produksi.
(ven)
Lihat Juga :