Indonesia Dinilai Indef Terancam Impor Beras

Senin, 31 Juli 2017 - 11:15 WIB
Indonesia Dinilai Indef...
Indonesia Dinilai Indef Terancam Impor Beras
A A A
JAKARTA - Indonesia menurut Institute for Development of Economics and Finance (Indef) terancam melakukan impor beras, apabila tidak melakukan intervensi terhadap harga di pasaran. Hal tersebut diyakini mengancam program ketahanan pangan.

"Kalau tidak secepatnya dilakukan solusinya terkait polemik beras, khususnya kenaikan harga, lama-kelamaan Indonesia bisa impor beras," ungkap Vice Directur Indef Eko Listiyanto saat diwawancarai di kantornya di Pejaten, Jakarta, kemarin.

(Baca Juga: Tidak Impor Beras Sejak September, Jokowi Puji Mentan Amran )

Lebih lanjut Ia menjelaskan, polemik beras yang terjadi saat ini adalah karena harga beras terus naik. "Sedangkan pemerintah tidak bisa melakukan intervensi atas kenaikam harga itu. Konsep HPP (harga pembelian pemerintah) tidak mampu meredamnya," ungkap dia.

Bahkan, pola baru dengan mematok harga beras Rp9.000 perkilogram juga semakin menimbulkan kegaduhan. Sehingga, semakin membuat panik pemerintah, yang kemudian mencabut peraturannya. "Bahaya inilah yang membuat kami menduga, bila tidak segera dicari jalan keluarnya, maka Indonesia berpotensi impor beras secara permanen," kata Eko mengulangi.

Selain mencari solusi menekan harga beras, Ia juga memberikan solusi agar pemerintah mereformasi peran dan fungsi Bulog. Yakni tidak lagi sebagai lembaga profit, tetapi berfungsi sebagai stabilitator. "Ibaratnya BI (Bank Indonesia) semua orang tahu, kalau tidak ada profit. Tetapi pada stability rupiah," ujar dia.

Seperti halnya sektor keuangan, kata Eko Listiyanto sektor riil juga bisa dijadikan sebagai badan peyangga. Makanya, ke depan Bulog harus dirubah fungsinya menjadi bandan penyangga pangan, termasuk aksesnya dengan padi hingga beras. Ditegaskan, perubahan fungsi dan peran Bulog tidak bisa hanya model menambah anggaran sebesar-besarnya.

"Kalau Bulog diperkuat fungsinya sebagai penyangga pangan. Tentu saja butuh perubahan-perubahan mendasar di dalamnya. Temasuk di dalamnya government-nya," tegas dia.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Harga Beras Meroket,...
Harga Beras Meroket, Berpotensi Munculkan Kaum Miskin Baru
Jual Beras Bulog di...
Jual Beras Bulog di Atas Rp9.400 per Kg Bakal Dipidana
Harga dan Jenis Beras...
Harga dan Jenis Beras di Pasaran, dari yang Pulen hingga Pera
Waspada, Harga Beras...
Waspada, Harga Beras Diprediksi Nanjak Terus hingga Akhir Tahun
Beras Premium Langka...
Beras Premium Langka dan Mahal, Begini Penjelasan BI Jakarta
Harga Beras Naik Gila-gilaan,...
Harga Beras Naik Gila-gilaan, Produksi RI Minus 2,8 Juta Ton
Berita Terkini
Kasus Hukum Febrie Momentum...
Kasus Hukum Febrie Momentum Audit Menyeluruh Tata Kelola Sawit Sitaan Negara
1 jam yang lalu
Penghargaan Regional...
Penghargaan Regional Dorong Penguatan Dialog, Kepercayaan, dan Kepemimpinan di Asia Tenggara
1 jam yang lalu
Tren Global Tokenisasi...
Tren Global Tokenisasi Aset Menguat, RWA Jadi Motor Baru Industri Kripto
1 jam yang lalu
INDEF: Wacana Layer...
INDEF: Wacana Layer Cukai Rokok Murah Berisiko Tekan Penerimaan Negara
1 jam yang lalu
8 Juta Sertifikat Tanah...
8 Juta Sertifikat Tanah Gratis Bakal Diterbitkan untuk MBR, Intip Tiga Kategorinya
1 jam yang lalu
Pemanfaatan Big Data...
Pemanfaatan Big Data Analytics di Perusahaan Reasuransi
2 jam yang lalu
Infografis
Daftar Juara Liga Indonesia...
Daftar Juara Liga Indonesia dari Masa ke Masa: Persib Ukir Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved