Menhub: Subsidi LRT Akan Berkurang dari Rp1 Triliun
Senin, 31 Juli 2017 - 12:50 WIB
Menhub: Subsidi LRT Akan Berkurang dari Rp1 Triliun
A
A
A
JAKARTA - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi memperkirakan, subsidi untuk proyek kereta ringan (light rail transit/LRT) Jabodebek bisa turun. Saat ini, proyek LRT tersebut mendapat subsidi dari pemerintah sebesar Rp1 triliun per tahun atau sekitar Rp16 triliun per 12 tahun.
(Baca Juga: Tok! Proyek LRT Jabodebek Dapat Kucuran PMN Rp2 Triliun )
Dia mengungkapkan, subsidi untuk LRT bisa turun seiring dengan peningkatan jumlah penumpang di masa yang akan datang. Saat ini, pertumbuhan penumpang diperkirakan sekitar 5%
"Subsidinya kira-kira Rp16 triliun dalam 12 tahun. Tapi kelihatannya itu akan turun, karena pertumbuhan itu tarifnya cuma 5%," katanya di Gedung Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Jakarta, Senin (31/7/2017).
Mantan Dirut PT Angkasa Pura II (Persero) ini memperkirakan, pertumbuhan penumpang di masa yang akan datang bisa naik hingga 7%. Dengan begitu, maka subsidi yang disuntikkan pemerintah bisa turun.
"Jadi Rp16 triliun dalam 12 tahun, dengan asumsi mulai dari penumpang 116 ribu, dengan pertumbuhan 5% dan tarif Rp12.000. Jadi kalau seumpama pertumbuhan tidak 5%, ya subsidinya turun," tandasnya.
(Baca Juga: Tok! Proyek LRT Jabodebek Dapat Kucuran PMN Rp2 Triliun )
Dia mengungkapkan, subsidi untuk LRT bisa turun seiring dengan peningkatan jumlah penumpang di masa yang akan datang. Saat ini, pertumbuhan penumpang diperkirakan sekitar 5%
"Subsidinya kira-kira Rp16 triliun dalam 12 tahun. Tapi kelihatannya itu akan turun, karena pertumbuhan itu tarifnya cuma 5%," katanya di Gedung Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Jakarta, Senin (31/7/2017).
Mantan Dirut PT Angkasa Pura II (Persero) ini memperkirakan, pertumbuhan penumpang di masa yang akan datang bisa naik hingga 7%. Dengan begitu, maka subsidi yang disuntikkan pemerintah bisa turun.
"Jadi Rp16 triliun dalam 12 tahun, dengan asumsi mulai dari penumpang 116 ribu, dengan pertumbuhan 5% dan tarif Rp12.000. Jadi kalau seumpama pertumbuhan tidak 5%, ya subsidinya turun," tandasnya.
(akr)
Lihat Juga :