Bangun 11 Kawasan Ekonomi Khusus dari Pinggir Indonesia

Selasa, 01 Agustus 2017 - 12:16 WIB
Bangun 11 Kawasan Ekonomi...
Bangun 11 Kawasan Ekonomi Khusus dari Pinggir Indonesia
A A A
JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, progres pembangunan kawasan ekonomi khusus (KEK) harus bergerak dengan cepat demi memperkuat pemerataan di wilayah pinggiran Indonesia. Ada sebelas KEK yang menjadi fokus pemerintah yakni Sumatera ada Arun Lhoksumawe, Sei Mangkai, Tanjung Api-api dan Tanjung Lesung.

Kalimantan dengan Maloy Batuta Trans Kalimantan dan Tanjung Kelayang, kemudian di Pulau Mandalika, Sulawesi ada Bitung, Palu dan Morotai. Adapun di Irian Barat ada KEK Sorong. "Pengembangan KEK sebagai infrastruktur industri, merupakan satu dari sekian kebijakan memperpecat pertumbuhan ekonomi dan pemerataan antar wilayah dan antar daerah," terang Darmin dalam acara "KEK: Tinta Kemerdekaan Dari Pinggiran" di Jakarta, Selasa (1/8/2017).

Bangun 11 Kawasan Ekonomi Khusus dari Pinggir Indonesia


Lebih lanjut Ia menerangkan di antara sebelas KEK itu, yang sedang memasuki perencanaan adalah Bintan, Karimun dan ada Arun Lhoksumawe. Namun Darmin yakin KEK Sorong dapat didorong tahun ini untuk beroperasi. "Memang KEK Sorong, petanya tidak bagus, tetapi masalah tanah dirubah lagi. Kata pemda sekitar semuanya sudah siap semuanya," ujar dia.

Ditambahkan, yang mungkin agak belakangan hingga pertengahan tahun depan yakni di Maloy Batuta Kalimantan. Tapi Ia menegaskan sebagai besar tahun ini dapat segera beroperasi, atau sekitar ada empat atau lima KEK. "Mandalika sudah selesai tetapi launchingnya sekitar 3-4 pekan lagi. Jadi total tahun ini ada 4-5 KEK selesai dan sisanya tahun depan," tegasnya

Dalam proyek sebelas KEK diterangkan tidak selalu ada keikutsertaan Pemerintah Daerah (Pemda) setempat, contohnya seperti Tanjung Kelayang yang keseluruhan murni swasta. "Hanya memang ada yang Pemdanya seperti di Palu yang bekerja sama dengan swasta," ungkap Darmin.

Dalam kesempatan itu, Ia juga menegaskan, bila pihaknya sadar bahwa jika hanya mengandalkan infrastruktur seperti KEK, Kawasan Industri, Kawasan Pariwisata, maka dampaknya tidak terlalu jauh. Lantaran hal itu, Darmin menekankan justru yang paling penting adalah perizinan terutama perizinan investasi karena infrastruktur fisik, industri, pariwisata itu harus dilengkapi kemudahan dalam mempersiapkan usaha.

"Ke depan akan diselesaikan Kementrian dan Lembaga (K/L) yang bertanggung jawab atas perizinan di lingkungan masing-masing. Itu akan mempercepat. Kita tidak perlu deregulasi dengan mempereteli satu persatu peraturan. Pokoknya tahun ini selesai," paparnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
KEK Industropolis Batang...
KEK Industropolis Batang Dorong Kemitraan Strategis Indonesia–Jepang Percepat Investasi High-Tech
Dua KEK Baru dengan...
Dua KEK Baru dengan Investasi Rp32,2 Triliun Disetujui
KEK Industropolis Batang...
KEK Industropolis Batang Berhasil Gaet Investasi Rp22,5 Triliun
KEK Likupang Jadi Destinasi...
KEK Likupang Jadi Destinasi Wisata Super Prioritas, Ini Dukungan AirNaV Indonesia
Masih Asri, Keindahan...
Masih Asri, Keindahan Bukit Larata dan Pulau Lihaga Bikin Takjub
Prospek Bisnis KEK Lido,...
Prospek Bisnis KEK Lido, Diyakini Jadi Mesin Penggerak Pariwisata Nasional
Berita Terkini
Acaraki Jamu Festival...
Acaraki Jamu Festival 2026 Dorong Jamu Jadi Penggerak Ekonomi Nasional
17 menit yang lalu
Purbaya Gelontorkan...
Purbaya Gelontorkan Rp11 Triliun Stabilkan Pasar SBN di Pasar Sekunder
43 menit yang lalu
Dukung Industri Kreatif,...
Dukung Industri Kreatif, Joshua Khubani Siapkan Investasi USD100 Juta
4 jam yang lalu
Jelajahi 197 Negara,...
Jelajahi 197 Negara, Peneliti Temukan Kesederhanaan Jadi Kunci Kebahagiaan
4 jam yang lalu
Pasar Keuangan Ambruk...
Pasar Keuangan Ambruk Lebih Dalam, Rupiah Diramal Tembus Rp19.000 Akhir Bulan Ini
4 jam yang lalu
BRIN Apresiasi Program...
BRIN Apresiasi Program Konservasi Astra Agro Dukung Target Biodiversitas
5 jam yang lalu
Infografis
Ekonomi Indonesia Tumbuh...
Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,12% di Kuartal II 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved