212 Saham Memerah, IHSG Ditutup Ambruk 35,73 Poin
Selasa, 01 Agustus 2017 - 16:38 WIB
212 Saham Memerah, IHSG Ditutup Ambruk 35,73 Poin
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup ambruk cukup dalam setelah pada pembukaan tadi pagi dibuka menghijau. Bursa saham dalam negeri ditutup jatuh 35,73 poin atau 0,61% ke level 5.805,21 saat bursa Asia menguat.
IHSG pada sesi I melemah 12,09 poin atau 0,21% ke level 5.828,85 setelah pagi tadi dibuka menguat 14,72 poin setara 0,25% ke level 5.855,66. Kemarin, IHSG ditutup meningkat ke level 5.840,94 setelah memperoleh tambahan 9,91 poin setara dengan 0,17%.
Sektor saham hingga perdagangan sore ayoritas berada di jalur negatif. Sektor dengan pelemahan terdalam yaitu konsumer hingga anjlok 2,17% dan sektor yang menguat tertinggi pertambangan sebesar 1,64%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia sore ini tercatat sebesar Rp8,60 triliun dengan 10,25 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp91,38 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp3,61 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp3,52 triliun. Tercatat sebesar 141 saham menguat, 212 melemah dan 122 stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Inti Bangun Sejahtera Tbk (IBST) Rp410 menjadi Rp2.910, PT Bayan Resources Tbk (BYAN) naik Rp400 menjadi Rp6.900, PT pelayaran Tamarin Samdura Tbk (TAMU) naik Rp170 menjadi Rp2.240.
Sementara, beberapa saham yang melemah di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun Rp3.825 menjadi Rp72.275, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) turun Rp200 menjadi Rp7.250, dan PT Panin Sekuritas Tbk (PANS) turun Rp200 menjadi Rp2.600.
Di sisi lain seperti dilansir Reuters, Selasa (1/8/2017), ketidakpastian politik yang lebih besar di Amerika Serikat (AS) membebani USD karena pasar Asia mencerna manufaktur China Caixin China yang diperkirakan lebih kuat dari perkiraan yang dirilis hari ini.
Di Jepang, Indeks Nikkei 225 naik 0,3% atau 60,61 poin ditutup pada 19.985,79. Di Korea Selatan, Indeks Kospi bertambah 0,84% atau 20,25 poin ke level 2.422,96. Indeks tersebut didorong oleh kenaikan di saham manufaktur, penggerak pasar termasuk saham Samsung Heavy naik 4,02% dan Lotte Chemical menguat 3,12%.
Di Australia, Indeks S&P/ASX 200 naik 0,91% atau 51,809 poin ditutup di level 5.772,4. Indeks tersebut didorong oleh kenaikan berbasis luas di seluruh sektor, termasuk kekuatan sektor energi dan utilitas, yang masing-masing naik 2,03% dan 2,27%.
Indeks utama di daratan China ditutup menguat setelah pelepasan PMI sektor swasta pada awal sesi. Shanghai Composite menguat 0,59% atau 19,25 poin di level 3.292,28 dan Shenzhen Composite naik tipis 0,14% atau 3,37 poin ke level 1.882,46.
IHSG pada sesi I melemah 12,09 poin atau 0,21% ke level 5.828,85 setelah pagi tadi dibuka menguat 14,72 poin setara 0,25% ke level 5.855,66. Kemarin, IHSG ditutup meningkat ke level 5.840,94 setelah memperoleh tambahan 9,91 poin setara dengan 0,17%.
Sektor saham hingga perdagangan sore ayoritas berada di jalur negatif. Sektor dengan pelemahan terdalam yaitu konsumer hingga anjlok 2,17% dan sektor yang menguat tertinggi pertambangan sebesar 1,64%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia sore ini tercatat sebesar Rp8,60 triliun dengan 10,25 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp91,38 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp3,61 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp3,52 triliun. Tercatat sebesar 141 saham menguat, 212 melemah dan 122 stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Inti Bangun Sejahtera Tbk (IBST) Rp410 menjadi Rp2.910, PT Bayan Resources Tbk (BYAN) naik Rp400 menjadi Rp6.900, PT pelayaran Tamarin Samdura Tbk (TAMU) naik Rp170 menjadi Rp2.240.
Sementara, beberapa saham yang melemah di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun Rp3.825 menjadi Rp72.275, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) turun Rp200 menjadi Rp7.250, dan PT Panin Sekuritas Tbk (PANS) turun Rp200 menjadi Rp2.600.
Di sisi lain seperti dilansir Reuters, Selasa (1/8/2017), ketidakpastian politik yang lebih besar di Amerika Serikat (AS) membebani USD karena pasar Asia mencerna manufaktur China Caixin China yang diperkirakan lebih kuat dari perkiraan yang dirilis hari ini.
Di Jepang, Indeks Nikkei 225 naik 0,3% atau 60,61 poin ditutup pada 19.985,79. Di Korea Selatan, Indeks Kospi bertambah 0,84% atau 20,25 poin ke level 2.422,96. Indeks tersebut didorong oleh kenaikan di saham manufaktur, penggerak pasar termasuk saham Samsung Heavy naik 4,02% dan Lotte Chemical menguat 3,12%.
Di Australia, Indeks S&P/ASX 200 naik 0,91% atau 51,809 poin ditutup di level 5.772,4. Indeks tersebut didorong oleh kenaikan berbasis luas di seluruh sektor, termasuk kekuatan sektor energi dan utilitas, yang masing-masing naik 2,03% dan 2,27%.
Indeks utama di daratan China ditutup menguat setelah pelepasan PMI sektor swasta pada awal sesi. Shanghai Composite menguat 0,59% atau 19,25 poin di level 3.292,28 dan Shenzhen Composite naik tipis 0,14% atau 3,37 poin ke level 1.882,46.
(izz)
Lihat Juga :