Asbindo Minta Pemerintah Kaji Ulang PPN 10%

Rabu, 02 Agustus 2017 - 01:04 WIB
Asbindo Minta Pemerintah...
Asbindo Minta Pemerintah Kaji Ulang PPN 10%
A A A
JAKARTA - Asosiasi Bunga Indonesia (Asbindo) meminta perhatian dan dukungan pemerintah agar industri florikultura di Indonesia dapat berkembang, mengingat potensinya sangat besar. Apalagi ragam varietasnya di Indonesia menempati peringkat dua dunia setelah Brazil (Amazon).

"Kami berharap pemerintah dapat meninjau kebijakan pengenaan PPN 10% yang dikenakan terhadap sektor florikultura sejak tahun 2015, untuk membantu industri yang saat ini tengah mati suri," kata Ketua Umum Asbindo, Glenn Pardede dalam keterangan tertulisnya, Selasa (1/8/2017).

Glenn mengatakan, kebijakan PPN sebelumnya tidak dikenakan kepada sektor florikultura. Namun bersamaan dengan kebijakan di sektor kelapa sawit, sektor florikultura juga ikut dikenakan. Pasar florikultura di Indonesia masih sangat kecil karena masyarakat belum menjadikan bunga sebagai kebutuhan. Padahal kalau dikembangkan, potensinya sangat besar terutama untuk pasar ekspor. Malaysia sendiri saat ini memiliki pangsa pasar 1% (100 juta euro) dari pasar bunga dunia sebesar 120 miliar euro.

"Nilai ekspor florikultura Indonesia saat ini baru mencapai 15 juta euro atau belum mencapai 1%. Untuk itu, kami berharap pemerintah dapat memberikan kebijakan terkait pengenaan PPN, minimal jangan dikenakan sebesar 10% untuk menggairahkan sektor ini," kata Glenn.

Sejak kebijakan PPN tersebut dikenakan, banyak dari anggota Asbindo yang saat ini berjumlah 80 terancam tutup. Bahkan beberapa diantaranya sudah tutup karena penjualan rata-rata turun 10-20%.

"Pasar florikultura di Indonesia masih sangat kecil, kalaupun ingin mendapatkan pajak dari sektor ini tidak terlalu besar. Kalaupun dikenakan, sebaiknya bertahap agar sektor ini dapat berkembang setidaknya setara dengan Malaysia," kata Glenn.

Glenn mengatakan, untuk mengembangkan florikultura selain regulasi di bidang perpajakan juga perlunya memberikan kelonggaran masuknya investasi asing di sektor ini. Mengingat biaya untuk penelitian dan pengembangan sektor florikultura membutuhkan dana yang besar.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kebijakan FKPM: Masyarakat...
Kebijakan FKPM: Masyarakat Dilarang Serobot Kebun Inti Perusahaan
Capai 86.832 Hektar,...
Capai 86.832 Hektar, Jawa Barat Provinsi dengan Perkebunan Teh Terluas di Indonesia
Mitigasi Perubahan Iklim,...
Mitigasi Perubahan Iklim, Program CSR Sambu Group Lindungi Perkebunan Kelapa Rakyat
Hari Perkebunan Nasional,...
Hari Perkebunan Nasional, Arum Sabil Minta Pemerintah Lirik Bio Energi Perkebunan
PTPN XIV Unit Kebun...
PTPN XIV Unit Kebun Awaya Rencana Ganti Komoditas
PTPN V Terus Jaga Harmonisasi...
PTPN V Terus Jaga Harmonisasi dengan Warga Sekitar Perkebunan
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
4 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
4 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
4 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
6 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
6 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
6 jam yang lalu
Infografis
10 Atlet Dengan Bayaran...
10 Atlet Dengan Bayaran Tertinggi 2026: Messi Dikalahkan Petinju Canelo Alvarez
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved