Kejar Pajak E-Commerce Jadi Pekerjaan Berat DJP

Rabu, 02 Agustus 2017 - 20:23 WIB
Kejar Pajak E-Commerce...
Kejar Pajak E-Commerce Jadi Pekerjaan Berat DJP
A A A
JAKARTA - Meningkatkan ‎basis pembayar pajak alias tax base menurut Ekonom Universitas Gadjah Mada Tony Prasetiantono bisa dilakukan dengan mengejar transaksi penjual online. Menurutnya hal ini menjadi pekerjaan berat yang harus ditangani Direktorat Jenderal Pajak (DJP), mengingat adanya transaksi-transaksi yang masih tidak terjangkau pajak.

"Menurut saya tidak ada kata terlambat, DJP harus rumuskan itu, karena kalau enggak ya makin keterusan. Tapi intinya gini, peraturan salah itu, manusiawi. Siapapun bisa salah. Saya sempat kaget dengan PTKP (Pendapatan Tidak Kena Pajak) itu. Tapi saya merasa mungkin itu sudah ada kajiannya, ternyata tidak," kata dia di Jakarta, Rabu (2/8/2017).

Menurutnya jangan karena salah kebijakan, lalu membuat DJP tidak mencari solusi, karena itu memang sudah menjadi tugas yang harus diselesaikan untuk meningkatkan tax based. Termasuk mengejar pajak e-commerce.

"Karena kalau saya rasa, masalah pengawasan karena ya setiap orang bisa bikin website dan nawarkan barang tanpa alamat yang jelas, alamat pindah-pindah kan juga bisa. Jadi pengawasan dan memaksa mereka untuk comply, itu sulit," tegasnya.

Seperti diketahui, sebelumnya dalam rangka meningkatkan basis pajak, pemerintah berencana mengkaji perubahan penerapan penghasilan tidak kena pajak (PTKP), namun batal dilakukan. Batas gaji bebas pajak yang berlaku saat ini sebesar Rp54 juta setahun atau Rp4,5 juta per bulan.

Pemerintah menilai PTKP di Indonesia lebih tinggi dibandingkan negara ASEAN lainnya seperti Malaysia dan Thailand. Padahal, pendapatan per kapita di Indonesia tidak terlalu tinggi. Oleh karena itu, gaji bebas pajak yang cukup tinggi justru akan mengikis basis pajak, sehingga implikasinya terhadap rasio pajak atau tax ratio Indonesia.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ditjen Pajak Ungkap...
Ditjen Pajak Ungkap 59,3 Juta Wajib Pajak Sudah Padankan NIK Menjadi NPWP
Korupsi Ditjen Pajak,...
Korupsi Ditjen Pajak, Menkeu Bebas Tugaskan Pejabat Ditjen Pajak
Tiba di KPK, Kepala...
Tiba di KPK, Kepala Kantor Pajak Madya Jaktim Wahono Saputro Bungkam
Kanwil DJP Sulselbartra...
Kanwil DJP Sulselbartra Masifkan Kampanye Simpatik PPS
Kasus Suap Pajak, Ditjen...
Kasus Suap Pajak, Ditjen Imigrasi Cegah 2 ASN Ditjen Pajak
Percepat Pemulihan,...
Percepat Pemulihan, Pemerintah Perluas Penerima Insentif Pajak
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
5 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
6 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
6 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
7 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
7 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
8 jam yang lalu
Infografis
3 Brigjen Dapat Promosi...
3 Brigjen Dapat Promosi Jabatan Jadi Irjen Pol pada Akhir Februari 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved