Dow Jones Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Masa

Jum'at, 04 Agustus 2017 - 07:59 WIB
Dow Jones Cetak Rekor...
Dow Jones Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Masa
A A A
NEW YORK - Indeks S&P 500 dan Nasdaq perdagangan kemarin ditutup jatuh, terbebani oleh saham Amazon.com, Apple dan saham teknologi lainnya. Sementara Indeks Dow Jones Industrial Average naik tipis ke rekor tertinggi untuk ketujuh kalinya.

Seperti dikutip dari Reuters, Jumat (4/8/2017), Indeks Dow Jones Industrial Average naik tipis 0,04% atau 9,86 poin ke level 22.026,1, tertinggi sepanjang masa. Sehari sebelumnya, Dow Jones naik di atas 22.000 untuk pertama kalinya. Sementara, Indeks S & P 500 malah turun 0,22% menjadi 2.472,16 dan Nasdaq Composite turun 0,35% ke level 6.340,34.

Saham kehilangan sedikit kekuatannya di akhir sesi setelah Wall Street Journal melaporkan bahwa Penasihat Khusus Robert Mueller telah menolak juri agung di Washington untuk menyelidiki tuduhan campur tangan Rusia dalam pemilihan presiden pada 2016.

"Ini lebih banyak mengganggu Gedung Putih dan kurang stabil. Itu pasar pasti bergerak," kata Chris Zaccarelli, kepala investasi di Cornerstone Financial Partners.

Sektor eknologi informasi di Indeks S & P 500 yang telah memimpin sektor lain pada 2017, turun 0,35%. Saham Apple kehilangan 1,0% setelah mencapai rekor tertinggi sehari sebelumnya termasuk saham Amazon.com (AMZN.O) turun 0,90% membebani lebih dari saham lainnya di Indeks S & P 500.

Saham produsen mobil listrik Silicon Valley Tesla (TSLA.O) melonjak 6,50% setelah melaporkan hasil kuartalan di atas ekspektasi Wall Street. Analis, rata-rata memperkirakan pendapatan S & P 500 telah tumbuh 11,8% dan mereka memproyeksikan pendapatan naik 9,2% untuk kuartal ketiga, menurut Thomson Reuters I / B / E / S.

Indeks S & P 500 telah meningkat 11% pada 2017 dan diperdagangkan pada 18 kali pendapatan yang diharapkan, lebih mahal daripada rata-rata 10 tahun sebesar 14, menurut Thomson Reuters Datastream.

"Penghasilan mendukung pasar ini dan konsumen mendukungnya dari sudut pandang makroekonomi. Ini adalah ekonomi Goldilocks, cukup bagus untuk mendorong pasar lebih tinggi, tidak ada gelembung yang terlihat," kata Phil Blancato, CEO Ladenburg Thalmann Asset Management.

"Ketika Anda mencapai tonggak utama ini, tidak biasa melakukan perdagangan sideways selama beberapa hari," imbuh Blancato.

Wall Street telah mengabaikan kegagalan baru-baru ini oleh Kongres yang dikuasai Republikan untuk merombak UU kesehatan dan juga keraguan tentang betapa mudahnya Presiden Donald Trump dapat memenuhi janji untuk memotong pajak dan meningkatkan belanja infrastruktur.

Investor melihat data ekonomi untuk petunjuk kesehatan ekonomi menjelang data gaji bulanan yang ditunggu-tunggu pada hari ini. Data Departemen Tenaga Kerja kemarin menunjukkan klaim pengangguran mingguan turun pekan lalu, menunjuk ke pasar kerja yang ketat, sementara sebuah laporan dari Institute for Supply Management menunjukkan indeks non-manufaktur turun menjadi 53,9 bulan lalu dari 57,4 pada Juni.

Saham Yum Brands (YUM.N) turun 2,30%, sementara saham Dish Network (DISH.O) kehilangan 4,52% setelah merilis laporan pendapatan mereka. Saham Avon Products (AVP.N) turun 10,71% setelah penjual kosmetik tersebut mencatat kerugian kuartalan yang tak terduga dan mengatakan bahwa CEO-nya akan mengundurkan diri.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Microsoft Pikir-pikir...
Microsoft Pikir-pikir Beli TikTok Bikin Nasdaq Cetak Rekor, Wall Street Rebound
Wall Street Lebih Tinggi...
Wall Street Lebih Tinggi di Tengah Ancang-ancang Stimulus USD1 Triliun Gedung Putih
Berita Terkini
Perkuat Ekonomi Rakyat,...
Perkuat Ekonomi Rakyat, BSI Apresiasi Penempatan SAL untuk Pembiayaan Produktif
5 menit yang lalu
Rekor Terburuk Sejak...
Rekor Terburuk Sejak 1986! Yen Jepang Hancur Lebur ke Titik Terendah
31 menit yang lalu
Merger Enam BPR Dapat...
Merger Enam BPR Dapat Restu OJK, Lintas 5 Provinsi di Sumatera
1 jam yang lalu
Penuhi Target 100 GW...
Penuhi Target 100 GW PLTS, Kesiapan SDM Lokal Jadi Syarat Mutlak
1 jam yang lalu
MUF Dorong Adopsi Kendaraan...
MUF Dorong Adopsi Kendaraan Listrik bagi Nasabah Bank Mandiri lewat EV Coffee & Drive
2 jam yang lalu
Bursa Saham RI Diguncang...
Bursa Saham RI Diguncang MSCI, OJK Garansi Pasar Modal RI Tak Akan Turun Kasta
2 jam yang lalu
Infografis
APBN Pernah Jebol Nyaris...
APBN Pernah Jebol Nyaris Rp1.000 Triliun, Ini 6 Defisit Terbesar Sepanjang Sejarah Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved