Demi Tarif Listrik Tak Naik, PLN Bakal Akuisisi Tambang Batu Bara

Jum'at, 04 Agustus 2017 - 19:15 WIB
Demi Tarif Listrik Tak...
Demi Tarif Listrik Tak Naik, PLN Bakal Akuisisi Tambang Batu Bara
A A A
JAKARTA - PT PLN (Persero) berencana mengakuisisi perusahaan tambang batu bara yang ada di Tanah Air. Hal ini demi memenuhi kebutuhan batu bara untuk pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) milik perseroan.

Direktur Pengadaan PLN Supangkat Iwan Santoso mengungkapkan, latarbelakang perseroan untuk mengakuisisi tambang batu bara adalah karena target pemerintah agar tarif listrik tidak naik, bahkan jika memungkinkan untuk turun. Oleh karena itu, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) kelistrikan ini harus menjaga agar biaya pokok produksi tidak naik dan merugikan perseroan.

"Latarbelakangnya itu target pemerintah yang diberikan ke kami, adalah menjaga agar tarif listrik tidak naik, kalau bisa turun. Tarif listrik itu ditetapkan pemerintah dengan harga yang relatif tidak bergerak. Kalau tarif tidak boleh naik, PLN harus menjaga agar biaya pokok produksinya tidak naik," katanya di Gedung Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (4/8/2017).

Menurutnya, perseroan tidak bisa hanya mengandalkan batu bara yang dibeli dengan mengacu pada harga pasar (market price), karena harganya yang fluktuatif. Sementara batu bara merupakan salah satu tulang punggung (backbone) untuk pembangkit listrik PLN.

"Jadi yang diutamakan adalah bagaimana menjaga harga batu baranya stable. Karena 55% pasokan listrik dari batu bara. Yang jadi backbone supaya murah itu batubara," imbuh dia.

Iwan mengakui, pemerintah memang memiliki kebijakan agar harga batu bara yang digunakan untuk kebutuhan listrik dibuat rendah. Namun, pihaknya tidak bisa mengandalkan hal tersebut mengingat harganya masih tetap mengacu pada mekanisme pasar.

"Untuk itu PLN berupaya agar secara sekuriti jangka panjang, batu bara ini bisa kita amankan. Supaya harga tidak naik turun, tentu kita menjaga agar kontraknya jangka panjang dengan harga yang tetap relatif. Kalau ada perubahan hanya dari komponen biaya angkut," ungkapnya.

Masih menurut Iwan, Indonesia memang memiliki cadangan batu bara yang besar yaitu 2,5% dari cadangan batu bara dunia. Namun, ekspor batu bara Indonesia pun tak kalah besarnya. Dikhawatirkan, dalam beberapa tahun kedepan batu bara yang dibutuhkan untuk pembangkit listrik sudah tidak ada.

"Pembangkit masih ada tapi batu bara yang dibutuhkan untuk spek ini tidak ada. Jadi tujuannya untu mengamankan security pasokan agar harga dijamin stabil. Jadi bukan untuk tujuan bisnis, tapi untuk kepentingan masyarakat," terang dia.

PLN sendiri, tambahnya, sudah memperoleh lampu hijau dari pemerintah untuk mengakuisisi perusahaan tambang. Diharapkan, tahun ini sudah ada progres mengenai hal tersebut sehingga perseroan bisa menjaga biaya pokok produksi dan pada akhirnya berujung pada tarif tenaga listrik (TTL) untuk masyarakat.

"PLN sudah diberi lampu hijau oleh pemerintah silakan untuk akuisisi tambang. Terus ada langkah lagi join operation, diproduksi bersama dengan harga jangka panjang seperti kita punya sendiri," tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Alasan PLN Matikan Listrik...
Alasan PLN Matikan Listrik Pelanggan saat Hujan Deras
Viral, Tiang Listrik...
Viral, Tiang Listrik Berdiri di Tanah Warga, Mau Dipindah PLN Minta Rp12,6 Juta
Kompor Induksi Buat...
Kompor Induksi Buat Hidup Jadi Lebih Praktis, Nyaman dan Hemat
Ratusan KK di Kabupten...
Ratusan KK di Kabupten Muara Enim Hidup Tanpa Listrik
Tarif Listrik PLN Awal...
Tarif Listrik PLN Awal Agustus 2025
Ini Kriteria Penerima...
Ini Kriteria Penerima Diskon 50% Tarif Listrik di Awal 2025
Berita Terkini
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
9 jam yang lalu
SIG Resmikan Fasilitas...
SIG Resmikan Fasilitas Ekspor Tuban, Bidik 450.000 Ton Semen ke AS
10 jam yang lalu
Penguatan IHSG dan Rupiah...
Penguatan IHSG dan Rupiah Berlanjut, Pasar Respons Positif Kepastian Posisi Menkeu
10 jam yang lalu
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
10 jam yang lalu
Sucofindo Gelar ENSIA...
Sucofindo Gelar ENSIA 2026, Dorong Inovasi Berkelanjutan
11 jam yang lalu
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
11 jam yang lalu
Infografis
Mulai Januari 2025 Gaji...
Mulai Januari 2025 Gaji Guru Non-ASN Bakal Naik Rp2 Juta
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved