Dongkrak Ekonomi Kuartal III, Pemerintah Diminta Genjot Swasta

Jum'at, 11 Agustus 2017 - 10:32 WIB
Dongkrak Ekonomi Kuartal...
Dongkrak Ekonomi Kuartal III, Pemerintah Diminta Genjot Swasta
A A A
JAKARTA - Institute for Development of Economics and Finance (Indef) meminta pemerintah untuk dapat menggenjot sektor swasta demi memperkuat pertumbuhan ekonomi kuartal III/2017. Karena, sampai saat ini peran swasta baru 33%.

"Untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional, memang yang ideal usaha swasta meningkat. Pemerintah harus memberikan porsi yang lebih besar ke swasta," ujar Director Indef Berly Martawardaya di Jakarta, kamerin.

Menurutnya, peran swasta di Indonesia dibanding negara-negara tetangga sangat berbeda. Jika di Indonesia saat ini porsi swasta hanya 33%, maka di negara tetangga sudah lebih, sehingga swasta juga ikut berperan dalam mengontrol pertumbuhan ekonomi. "Di negara tetangga kita sudah cukup besar sektor swasta dibandingkan sektor konsumsi," kata dia.

Atas dasar itu, saat ini sektor swasta masih wait and see, sebab investasi akan kuat jika proses perizinan dipermudah dan tidak ada pungutan-pungutan. Dengan pola itu, pihaknya optimistis pertumbuhan investasi akan kuat.

Selain itu, Berly juga melihat, sektor pariwisata juga berpotensi untuk dapat meningkatkan penerimaan di luar pajak, karena memiliki potensi sangat tinggi. "Hanya saja potensi itu belum maksimal. Misalnya Malaysia saat ini sekitar 23 juta, Singapura yang negeri kecil sekitar 15 juta," tuturnya.

Sementara Indoensia, lanjut Berly, berdasar data BPS bahwa tingkat kebutuhan masyarakat berwisata sekitar 11 juta atau jauh tertinggal dari negara tetangga. Maka, pihaknya mendesak kuantitas pariwisata inilah yang juga perlu diperbaiki.

"Tourisme itu kan tidak tergantung lulusan SD atau SMP, semuanya sama. Makanya Indonesia perlu Bali-bali baru," ujar dia seraya mengatakan bahwa pihaknya mendukung proyek strategis pemerintah yang juga menumbuhkan destinasi wisata baru di Indonesia Timur.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Membaca Ketahanan Ekonomi...
Membaca Ketahanan Ekonomi RI dalam Dinamika Global Kuartal III 2025
Indonesia Butuh Rp47.587,3...
Indonesia Butuh Rp47.587,3 Triliun untuk Pertumbuhan Ekonomi 8%
Bahaya! Deflasi Hantam...
Bahaya! Deflasi Hantam Ekonomi RI 5 Bulan Beruntun
Prabowo Sering Diejek...
Prabowo Sering Diejek karena Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 8%
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Dorong Industri Event...
Dorong Industri Event untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Berita Terkini
Mengintegrasikan AI...
Mengintegrasikan AI Demi Mewujudkan Ekosistem Investasi Mass Market
1 jam yang lalu
UE Putar Haluan Kembali...
UE Putar Haluan Kembali ke Pelukan Rusia, Rogoh Dana Raksasa Rp123 Triliun demi LNG
1 jam yang lalu
Harga MinyaKita Tembus...
Harga MinyaKita Tembus Rp16.000 per Liter di Atas HET, Apa Sebabnya?
2 jam yang lalu
Kimia Farma Siapkan...
Kimia Farma Siapkan Rantai Layanan Hulu-Hilir Percepat Penanggulangan TB
2 jam yang lalu
Esgin dan Agraus Resources...
Esgin dan Agraus Resources Sinergi Garap Potensi Investasi Hijau dan Ekonomi Karbon
2 jam yang lalu
Kasus Hukum Febrie Momentum...
Kasus Hukum Febrie Momentum Audit Menyeluruh Tata Kelola Sawit Sitaan Negara
4 jam yang lalu
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved