Pariwisata Bersiap Geser Sektor Migas Jadi Primadona Devisa
Senin, 14 Agustus 2017 - 16:14 WIB
Pariwisata Bersiap Geser Sektor Migas Jadi Primadona Devisa
A
A
A
JAKARTA - Sektor pariwisata apabila digarap dengan serius diyakini mampu menggeser sektor minyak dan gas bumi (Migas) sebagai primadona, yang memberikan kontribusi terbesar kepada pendapatan negara. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan pariwisata selalu menunjukkan pertumbuhan positif, terlebih lagi sub sektor restoran yang mencapai 5%.
Wakil Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sudrajat mengatakan, dalam rancangan Kementerian Pariwisata (Kemenpar), diharapkan di tahun 2020, pariwisata diharapkan menjadi leading sektor di bidang ekonomi karena batu bara dan minyak bumi akan mengalami iklim. "Jadi saat ini pendapatan negara sektor migas memang dominan, tapi masyarakat dunia sekarang timbul alergi terhadap volume migas dan ini harus hati-hati di masa mendatang," imbuhnya di Jakarta, Senin (14/8/2017).
Lebih lanjut dia menerangkan, dulu memang sektor (Migas) tersebut menjadi primadona karena banyak menghasilkan tenaga kerja. Namun seiring dengan pelemahan-pelemahan yang terjadi, sektor tersebut tidak lagi terlalu diminati. Maka, ujar Sudrajat, pariwisata lah yang saat ini menjadi hal yang sangat diperuntungkan karena bisa mendatangkan devisa, lapangan kerja yang luas, dan saat ini menjadi leader.
"Kalau kita kembangkan pariwisata, maka lapangan kerja akan lebih banyak. Ini sangat peluang, karena alam sangat terbentang luas, dan ini tinggal membuat beberapa item yang perlu diperbaiki dan itu akan datangkan wisatawan. Jadi mari sama-sama mendorong di pariwisata, akan datangkan tenaga kerja dan devisa, dan pengembangannya juga murah," pungkas dia.
Sebagai informasi Pariwisata menjadi prioritas nasional dalam RPJM 2015-2019. Secara bertahap dari tahun ke tahun dalam periode 5 tahun RPJM 2015-2019 pembangunan pariwisata di prioritaskan dan diberi target pencapaiannya. Di tahun 2019 akhir RPJM periode kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi), target wisatawan asing berkunjung berjumlah 20 juta, wisatawan nusantara yaitu pengunjung dari dalam negeri berjumlah 275 juta orang.
Kontribusi sektor pariwisata terhadap PDB dalam lima tahun terakhir yaitu tahun 2010 sampai dengan 2015 selalu mengalami peningkatan. Menurut sumber BPS dan Kementerian Pariwisata, tahun 2010 kontribusi sektor pariwisata terhadap PDB sebesar Rp261,05 triliun menjadi Rp461,36 trilium.
Kontribusi sektor pariwisata terhadap Devisa sebesar USD7.603,45 juta pada tahun 2010 menjadi USD12.225,89 juta (2015) dan kontribusi terhadap Tenaga Kerja sebesar 4 juta orang tahun 2010 menjadi 12,1 juta orang atau 10,6% dari total tenaga kerja nasional.
Seperti dilansir Setkab di awal tahun ini, pariwisata Indonesia memiliki banyak keunggulan kompetitif dan keunggulan komparatif, yang ke depan tahun 2019 diproyeksikan pariwisata menjadi kelompok 4 (empat) sektor penghasil devisa terbesar di Indonesia, yaitu sebesar USD24 Miliar, melampaui sektor Migas, Batubara dan Minyak Kelapa Sawit.
Dampak devisa yang yang dihasilkan dari sektor pariwisata tersebut diharapkan dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Pada tahun 2019 ini, Pariwisata Indonesia ditargetkan menjadi destinasi yang terbaik di kawasan regional dan mampu melampaui ASEAN.
Wakil Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sudrajat mengatakan, dalam rancangan Kementerian Pariwisata (Kemenpar), diharapkan di tahun 2020, pariwisata diharapkan menjadi leading sektor di bidang ekonomi karena batu bara dan minyak bumi akan mengalami iklim. "Jadi saat ini pendapatan negara sektor migas memang dominan, tapi masyarakat dunia sekarang timbul alergi terhadap volume migas dan ini harus hati-hati di masa mendatang," imbuhnya di Jakarta, Senin (14/8/2017).
Lebih lanjut dia menerangkan, dulu memang sektor (Migas) tersebut menjadi primadona karena banyak menghasilkan tenaga kerja. Namun seiring dengan pelemahan-pelemahan yang terjadi, sektor tersebut tidak lagi terlalu diminati. Maka, ujar Sudrajat, pariwisata lah yang saat ini menjadi hal yang sangat diperuntungkan karena bisa mendatangkan devisa, lapangan kerja yang luas, dan saat ini menjadi leader.
"Kalau kita kembangkan pariwisata, maka lapangan kerja akan lebih banyak. Ini sangat peluang, karena alam sangat terbentang luas, dan ini tinggal membuat beberapa item yang perlu diperbaiki dan itu akan datangkan wisatawan. Jadi mari sama-sama mendorong di pariwisata, akan datangkan tenaga kerja dan devisa, dan pengembangannya juga murah," pungkas dia.
Sebagai informasi Pariwisata menjadi prioritas nasional dalam RPJM 2015-2019. Secara bertahap dari tahun ke tahun dalam periode 5 tahun RPJM 2015-2019 pembangunan pariwisata di prioritaskan dan diberi target pencapaiannya. Di tahun 2019 akhir RPJM periode kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi), target wisatawan asing berkunjung berjumlah 20 juta, wisatawan nusantara yaitu pengunjung dari dalam negeri berjumlah 275 juta orang.
Kontribusi sektor pariwisata terhadap PDB dalam lima tahun terakhir yaitu tahun 2010 sampai dengan 2015 selalu mengalami peningkatan. Menurut sumber BPS dan Kementerian Pariwisata, tahun 2010 kontribusi sektor pariwisata terhadap PDB sebesar Rp261,05 triliun menjadi Rp461,36 trilium.
Kontribusi sektor pariwisata terhadap Devisa sebesar USD7.603,45 juta pada tahun 2010 menjadi USD12.225,89 juta (2015) dan kontribusi terhadap Tenaga Kerja sebesar 4 juta orang tahun 2010 menjadi 12,1 juta orang atau 10,6% dari total tenaga kerja nasional.
Seperti dilansir Setkab di awal tahun ini, pariwisata Indonesia memiliki banyak keunggulan kompetitif dan keunggulan komparatif, yang ke depan tahun 2019 diproyeksikan pariwisata menjadi kelompok 4 (empat) sektor penghasil devisa terbesar di Indonesia, yaitu sebesar USD24 Miliar, melampaui sektor Migas, Batubara dan Minyak Kelapa Sawit.
Dampak devisa yang yang dihasilkan dari sektor pariwisata tersebut diharapkan dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Pada tahun 2019 ini, Pariwisata Indonesia ditargetkan menjadi destinasi yang terbaik di kawasan regional dan mampu melampaui ASEAN.
(akr)
Lihat Juga :