Misbakhun: Pertumbuhan Ekonomi Harus Dirasakan untuk Rakyat

Kamis, 17 Agustus 2017 - 01:17 WIB
Misbakhun: Pertumbuhan...
Misbakhun: Pertumbuhan Ekonomi Harus Dirasakan untuk Rakyat
A A A
JAKARTA - Pidato Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada penyampaian keterangan pemerintah atas Rancangan Undang-undang tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun anggaran 2018 beserta Nota Keuangan di depan rapat paripurna DPR RI pada Rabu (16/08/2017) adalah tahun Kerja Bersama mewujudkan kemakmuran.

Menurut anggota Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun, tahun ke-4 pemerintahan Jokowi adalah ajakan untuk mengkonsolidasikan semua komponen dan elemen bangsa supaya berpikir hanya untuk kepentingan rakyat. Pertumbuhan ekonomi yang dipatok 5,4% adalah upaya Jokowi untuk membangun optimisme bersama-sama, sehingga APBN mempunyai dampak langsung pada kemakmuran.

"Bahwa pertumbuhan ekonomi kita sudah mulai bergerak naik. Tapi pertumbuhan ekonomi yang mulai bergerak naik ini yang mendapatkan manfaat harusnya adalah rakyat, kemakmuran untuk rakyat, dan yang merasakan langsung adalah rakyat," kata Misbakhun di Kompleks Parlemen Senayan.

Politikus Partai Golkar ini mengajak semua komponen bangsa harus mewujudkan itu. Baik dari sisi bagaimana mewujudkan penerimaan pajak, menjalankan kewajiban pajak dengan baik, termasuk bagaimana Kementerian/Lembaga harus mengkonsolidasikan dirinya dengan baik, termasuk pemerintahan di daerah baik kabupaten/kota harus semuanya bersama-sama. Sebab, ini adalah kerja bersama seluruh komponen bangsa.

“Tidak hanya Presiden ketika berbicara soal ekonomi yang bertujuan untuk kemakmuran rakyat, maka semua kepentingan politik harus diabaikan, karena yang menjadi tujuan adalah rakyat,” tegas Misbakhun.

Misbakhun mengatakan penyusunan RUU APBN 2018 ini merupakan wujud konkret dari kerja bersama antara Pemerintah, DPR, dan DPD. RAPBN 2018 merupakan tahun ke-4 dari pelaksanaan program pembangunan Kabinet Kerja dalam rangka mencapai sasaran-sasaran pembangunan guna mewujudkan kemakmuran dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

"Di tengah situasi perekonomian global yang belum sepenuhnya normal, penyusunan RAPBN tahun 2018 harus tetap dilakukan secara realistis, kredibel, berdaya tahan, dan berkelanjutan untuk menjaga stabilitas perekonomian dan kepercayaan dunia usaha," terang Misbakhun.

Misbakhun menjelaskan, kebijakan strategis dalam RAPBN 2018 direncanakan belanja negara sebesar Rp2.204,4 trilun yang arah utamanya untuk peningkatan efektivitas dan penguatan program-program perlindungan sosial melalui perluasan cakupan sasaran penerima manfaat Program Keluarga Harapan mejadi 10 juta keluarga, dan cakupan penerima bantuan iuran BPJS Kesehatan sebesar Rp92,4 juta orang.

Untuk penyaluran subsidi yang lebih tepat sasaran, Pemerintah mengalihkan penyaluran bantuan pangan Rastra menjadi bantuan pangan non tunai dan juga akan diperluas penerima manfaatnya. Untuk menjaga inflasi dan mempertahankan daya beli masyarakat, pemerintah juga tetap mengalokasikan subsisi BBM, listrik, pupuk, subsidi bunga untuk KUR dan perumahan, serta pelayana publik.

Untuk akses pendidikan, pemerintah akan melanjutkan kebijakan pemberian Kartu Indonesia Pintar yang menjangkau 19,7 juta siswa dan pemberian beasiswa bidik misi kepada 401,5 ribu siswa, serta alokasi bantuan operasional sekolah yang menjangkau 262,1 ribu sekolah umum dan madrasah di seluruh penjuru Tanah Air. Selain itu, pemerintah akan mengalokasikan anggaran Transfer Daerah dan Dana Desa sebesar Rp761,1 triliun.

"Sinergi semua komponen dan elemen bangsa ini akan mampu mewujudkan cita-cita negara yang mandiri, berdaulat, berkepribadian, serta adil dan makmur demi kemakmuran rakyat," pungkas Misbakhun.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ramalan Jokowi: Ekonomi...
Ramalan Jokowi: Ekonomi RI Tahun 2022 Tumbuh 5,5%
Perry Warjiyo Lebih...
Perry Warjiyo Lebih Pede dari Pemerintah Soal Pertumbuhan Ekonomi RI di 2021
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Dorong Industri Event...
Dorong Industri Event untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Proyeksi Pertumbuhan...
Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI Kembali Dipangkas
BI Proyeksikan Ekonomi...
BI Proyeksikan Ekonomi RI Tumbuh 4,7 Persen hingga 5,5 Persen di 2025
Berita Terkini
Iuran BPJS Kesehatan...
Iuran BPJS Kesehatan Bakal Naik, Cek Tarif yang Berlaku Saat Ini
18 menit yang lalu
Simba Sereal Bidik Pasar...
Simba Sereal Bidik Pasar Keluarga Melalui Edukasi Sarapan Anak
1 jam yang lalu
Kontrak Batu Bara Baru...
Kontrak Batu Bara Baru 144 Juta Ton, ESDM Minta PLN Percepat Pengiriman ke PLTU
1 jam yang lalu
Harga Emas Antam dan...
Harga Emas Antam dan Buyback Kompak Turun Rp20.000 per Gram, Ini Rinciannya
2 jam yang lalu
Perkuat Tata Kelola...
Perkuat Tata Kelola Keamanan Informasi, MNC Sekuritas Perpanjang Sertifikasi ISO/IEC 27001:2022
3 jam yang lalu
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Menguat 0,17% ke 5.934
4 jam yang lalu
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved