RAPBN 2018 Jadi Pembuktian Pemerintahan Jokowi-JK

Jum'at, 18 Agustus 2017 - 15:01 WIB
RAPBN 2018 Jadi Pembuktian...
RAPBN 2018 Jadi Pembuktian Pemerintahan Jokowi-JK
A A A
JAKARTA - Direktur Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Enny Sri Hartati menilai RAPBN 2018 adalah pembuktian Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (Jokowi-JK). Jika tidak berhasil, maka kepercayaan masyarakat menurun.

(Baca: Nota Keuangan RAPBN 2018, Jokowi Target Ekonomi RI Tumbuh 5,4% )

"Ini warning. Sebab, belanja pemerintah banyak yang tidak efektif. Padahal, harusnya pembiayaan pembangunan untuk stimulus fiskal," kata dia di Jakarat, Jumat (18/8/2017).

Karena itu, lanjut Enny, tahun depan menjadi detik krusial. Namun, jika tidak berhasil maka, akan menjadi titik balik pemerintah, karena itu RAPBN 2018 akan memberikan kepercayaan atau tidak. "Apalagi, kami melihat bahwa penerimaan ini bagian pencitraan," ucapnya.

Hanya saja, pihaknya melihat bahwa target pertumbuhan ekonomi 5,4% memang ideal. Secara politik angka 5,4% adalah kebutuhan untuk tahum politik 2019.

"Karena, bila tidak sampai di angka itu, maka pengangguran tinggi, daya beli masyarakat juga tidak akan terecovery. Maka utang juga tidak akan mampu dikurangi lagi, justru akan menumpuk," jelasnya.

Meski demikian, Indef pesimis pertumbuhan ekonomi 5,4% akan tercapai setelah melihat postur anggaran dalam pendapatan dan belanja saat ini. Karena, yang dibuthkan saat ini adalah stumulus.

(Baca: Penerimaan Negara dalam RAPBN 2018 Ditarget Rp1.878,4 Triliun )

"Bagaimana sektor-sektor produktif mampu bergeliat, sektor konsumsi rumah tangga punya daya beli. Karen keduanya merupakan sektor jangka pendek. Sebab, ekspor tidak mungkin bisa di-push lagi dalam waktu singkat," katanya.

Apalagi, margin RAPBN 2018 sangat tinggi, di mana belanja negara sebesar Rp2.204,4 triliun dan pendapatannya hanya Rp1.878,4 triliun. Maka, agar ada stimukus fiskal, pemerintah menggunakan belanja defisit yang mencapai Rp325,9 triliun.

(Baca: Belanja Negara dalam RAPBN 2018 Dipatok Rp2.204 Triliun )

"Utang itu sebenarnya bukan hanya Rp325 triliun saja, tapi ada utang baru yang mencapai Rp399,9 triliun. Inilah yang saya katakan RAPBN 2018 adalah pembuktian Jokowi-JK," tutur Enny.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Sepakati Asumsi RAPBN...
Sepakati Asumsi RAPBN 2021, Kesehatan-Ekonomi Jadi Prioritas
Ramalan Jokowi: Ekonomi...
Ramalan Jokowi: Ekonomi RI Tahun 2022 Tumbuh 5,5%
Perry Warjiyo Lebih...
Perry Warjiyo Lebih Pede dari Pemerintah Soal Pertumbuhan Ekonomi RI di 2021
Airlangga Ungkap Alasan...
Airlangga Ungkap Alasan Jokowi Bilang Ekonomi RI Segar
Kemenpora Diminta Segera...
Kemenpora Diminta Segera Selesaikan Tertundanya Honor Panpel AG 2018
Usulan Asumsi Dasar...
Usulan Asumsi Dasar Makro 2025: Ekonomi RI Tumbuh 5,1-5,5%, Rupiah Rp15.300-Rp16.000/USD
Berita Terkini
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
6 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
6 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
7 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
9 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
9 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
10 jam yang lalu
Infografis
Profil Letjen TNI Robi...
Profil Letjen TNI Robi Herbawan, Ajudan Prabowo yang Jadi Kabais TNI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved