Airlangga Ungkap Alasan Jokowi Bilang Ekonomi RI Segar
Senin, 24 Juni 2024 - 12:47 WIB
loading...
Menko Bidang Perekonomian Indonesia Airlangga Hartarto mengungkapkan, kondisi ekonomi Indonesia terkini yang mengutip istilah Presiden Jokowi, bahwa pertumbuhan yang segar. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia Airlangga Hartarto memastikan, pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap berkualitas dengan diiringi inflasi yang terkendali di tengah ketidakpastian ekonomi yang terjadi saat ini.
Hal itu tercermin dari pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I 2024 yang kembali menuinjuklan angka positif yaitu tumbuh 5,11 persen atau lebih tinggi dari inflasi periode yang sama di tahun lalu.
Baca Juga: Inflasi 2,84% dan Ekonomi Tumbuh 5,1%, Jokowi: Segar Sekali
Diungkapkan Airlangga, lembaga rating juga telah memberikan assesmen positif bahwa ketahanan ekonomi tetap terjaga dan pertumbuhan ekonomi diikuti dengan perbaikan ketenagakerjaan, dimana jumlah penduduk yang bekerja bertambah 3,55 juta orang.
Lalu pengangguran berkurang sebesar 0,79 juta orang dan proporsi pekerja formal meningkat menjadi 40,83%, inflasi sebesar 2,84 dan ini dalam rentang yang sesuai dengan APBN. Tentu hal ini akan mendorong Indonesia menjadi tetap terjaga dan pertumbuhannya pertumbuhan positif.
"Kalau istilah Pak Presiden, pertumbuhan yang segar, tumbuh positif, inflasi di bawah pertumbuhan ekonomi," jelas Airlangga dalam konferensi pers Kondisi Fundamental Ekonomi Terkini dan RAPBN 2025 di Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Jakarta, Senin (24/6/2024).
Baca Juga: Tumbuh di Atas Rata-rata Global, Putin: Ekonomi Rusia Kini 4 Besar Dunia
Hal itu tercermin dari pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I 2024 yang kembali menuinjuklan angka positif yaitu tumbuh 5,11 persen atau lebih tinggi dari inflasi periode yang sama di tahun lalu.
Baca Juga: Inflasi 2,84% dan Ekonomi Tumbuh 5,1%, Jokowi: Segar Sekali
Diungkapkan Airlangga, lembaga rating juga telah memberikan assesmen positif bahwa ketahanan ekonomi tetap terjaga dan pertumbuhan ekonomi diikuti dengan perbaikan ketenagakerjaan, dimana jumlah penduduk yang bekerja bertambah 3,55 juta orang.
Lalu pengangguran berkurang sebesar 0,79 juta orang dan proporsi pekerja formal meningkat menjadi 40,83%, inflasi sebesar 2,84 dan ini dalam rentang yang sesuai dengan APBN. Tentu hal ini akan mendorong Indonesia menjadi tetap terjaga dan pertumbuhannya pertumbuhan positif.
"Kalau istilah Pak Presiden, pertumbuhan yang segar, tumbuh positif, inflasi di bawah pertumbuhan ekonomi," jelas Airlangga dalam konferensi pers Kondisi Fundamental Ekonomi Terkini dan RAPBN 2025 di Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Jakarta, Senin (24/6/2024).
Baca Juga: Tumbuh di Atas Rata-rata Global, Putin: Ekonomi Rusia Kini 4 Besar Dunia
Lihat Juga :