Ekonomi Ditarget Tumbuh 5,4%, Swasta Perlu Diberi Porsi Lebih

Sabtu, 19 Agustus 2017 - 15:11 WIB
Ekonomi Ditarget Tumbuh...
Ekonomi Ditarget Tumbuh 5,4%, Swasta Perlu Diberi Porsi Lebih
A A A
JAKARTA - Meski pesimis target pertumbuhan ekonomi di angka 5,4% dalam RAPBN 2018 tercapai, namun Instutute for Development of Economics and Finance (Indef) masih percaya bisa dikejar. Untuk mencapai itu, pemerintah diminta memberikan porsi yang lebih untuk swasta.

Direktur Indef Enny Sri Hartati mengungkapkan, agar pemerintah membuat kebijakan sebagai stimulus pihak swasta tertarik untuk ikut mempercepat dan mengakselerasi potensi-potensi yang ada di Jawa maupun di luar Jawa. Sebab, yang dibutuhkan swasta adalah kepastian.

"Terutama kerja sama pemerintah dengan swasta itu seperti apa? Kalau kerja sama build operate and transfer (BOT) maka kerja samanya yang jelas. Bila semuanya sudah jelas, sekalipun itu pembangunan infrastruktur maka swasta pasti mau mengerjakannya," terang dia di Jakarta, kemarin.

Apalagi, lanjut Enny, dalam RAPBN 2018 belanja modal dianggarkan di atas Rp400 triliun. Angka sebesar itu dilakukan secara bertahap dan tidak serentak. Begitu juga di luar Jawa tidak seluruhnya harus bersumber APBN, tapi APBN hanya sebagai pioner.

"Karena pemerintah sebagai pioner harus ada jaminan atas komitmen. Maka hal itu akan membuat swasta tertarik melakukan public patnership private. Jadi libatkanlah swasta bisa berbagi peran," tuturnya.

Enny juga melihat potensi luar Jawa cukup banyak. Beberapa sektor komoditas masih mempunyai nilai kompetitifness di luar Jawa. Hanya selama ini dijual sebagai komoditas tapi belum dilakukan pengolahan dengan bagus dan profesional.

"Karena ini belum berkembang maka pemerintah harus mengambil inisiatif dengan memberi porsi lebih ke swasta. Beda dengan di Jawa semua pertumbuhan ekonomi yang prosfektif dan komersial sudah dijawab," terang dia.

Menurutnya, untuk mencapai angka pertumbuhan ekonomi 5,4% maka harus dengan kerja keras, karena sekarang elastisitas pertumbuhan nasional 1% itu sama dengan 200 ribu lapangan kerja baru. Justru yang mengkahwatirkan pengangguran yang terselubung.

Sebab, lanjut Enny, angka pengangguran terbuka sudah 10%, padahal yang terseluhung masih 15%. Maka, jika misalnya bisa diciptakan lapangan kerja untuk memenuhi kebutuhan kerja pengangguran, baru pemerintah bisa mempunyai kepercayaan.

"Persoalannya selama ini pertumbuhan masih dikonsentrasikan sektor jasa, dan perdagangan. Ini tidak akan bisa menumbuhkan kepercayaan pemerintahan. Harus ada kualitas pertumubuhan. Juga harus terukur dengan ekonomi kita yang harus terus digerakkan. Termasuk sektor produksi dan konsumsi gerak bersama-sama," pungkasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Membaca Ketahanan Ekonomi...
Membaca Ketahanan Ekonomi RI dalam Dinamika Global Kuartal III 2025
Indonesia Butuh Rp47.587,3...
Indonesia Butuh Rp47.587,3 Triliun untuk Pertumbuhan Ekonomi 8%
Bahaya! Deflasi Hantam...
Bahaya! Deflasi Hantam Ekonomi RI 5 Bulan Beruntun
Prabowo Sering Diejek...
Prabowo Sering Diejek karena Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 8%
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Dorong Industri Event...
Dorong Industri Event untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Berita Terkini
Mengintegrasikan AI...
Mengintegrasikan AI Demi Mewujudkan Ekosistem Investasi Mass Market
2 jam yang lalu
UE Putar Haluan Kembali...
UE Putar Haluan Kembali ke Pelukan Rusia, Rogoh Dana Raksasa Rp123 Triliun demi LNG
3 jam yang lalu
Harga MinyaKita Tembus...
Harga MinyaKita Tembus Rp16.000 per Liter di Atas HET, Apa Sebabnya?
4 jam yang lalu
Kimia Farma Siapkan...
Kimia Farma Siapkan Rantai Layanan Hulu-Hilir Percepat Penanggulangan TB
4 jam yang lalu
Esgin dan Agraus Resources...
Esgin dan Agraus Resources Sinergi Garap Potensi Investasi Hijau dan Ekonomi Karbon
4 jam yang lalu
Kasus Hukum Febrie Momentum...
Kasus Hukum Febrie Momentum Audit Menyeluruh Tata Kelola Sawit Sitaan Negara
5 jam yang lalu
Infografis
Daftar 103 Sekolah Swasta...
Daftar 103 Sekolah Swasta Gratis di Jakarta 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved