IHSG Ditutup Positif Saat Bursa Asia Mayoritas Membaik

Selasa, 22 Agustus 2017 - 16:39 WIB
IHSG Ditutup Positif...
IHSG Ditutup Positif Saat Bursa Asia Mayoritas Membaik
A A A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini berhasil ditutup menghijau. Bursa saham dalam negeri ditutup naik 19,29 poin setara 0,33% ke level 5.880,30 saat bursa saham Asia mayoritas positif.

IHSG pada perdagangan siang ini masih bertahan di zona hijau dengan menguat 8,81 poin setara 0,15% ke level 5.869,81 setelah pagi tadi dibuka menguat tipis sebesar 2,72 poin setara 0,05% ke level 5.863,72. Sementara, pada perdagangan kemarin ditutup melemah 32,84 poin setara 0,56% ke level 5.861,00.

Sektor saham dalam negeri hingga perdagangan sore mayoritas berada di jalur positif. Sektor dengan penguatan tertinggi adalah pertambangan yang naik 0,83% dan sektor yang turun hanya properti minus 0,19%.

Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia sore ini tercatat sebesar Rp6,889 triliun dengan 6,30 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing mencapai Rp337,19 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp1,96 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp2,29 triliun. Tercatat sebesar 165 saham menguat, 182 saham melemah dan 127 saham stagnan.

Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Pelayaran Tamarin Samudra Tbk (TAMU) naik Rp810 menjadi Rp4.070, PT Asuransi Bina Dana Arta Tbk (ABDA) naik Rp200 menjadi Rp6.900, dan PT First Media Tbk (KBLV) naik Rp90 menjadi Rp990.

Sementara, beberapa saham yang melemah di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun Rp1.800 menjadi Rp70.500, PT Maskapai Reasuransi Indonesia Tbk (MREI) turun Rp380 menjadi Rp3.120, dan PT Visi Telekomunikasi Infrastruktur Tbk (GOLD) melemah Rp110 menjadi Rp570.

Seperti dilansir CNBC, Selasa (22/8/2017), bursa saham Asia ditutup mayoritas menguat karena investor mengalihkan perhatian mereka ke simposium tahunan Federal Reserve AS di Jackson Hole pada akhir pekan ini.

Di Jepang, Indeks Nikkei 225 tergelincir untuk sesi kelima beruntun, penurunan beruntun terpanjang sejak April 2016, menurut Reuters. Indeks Nikkei 225 ditutup turun 0,05% atau 9,29 poin ke level 19.383,84.

Di Korea Selatan, Indeks Kospi naik 0,44% atau 10,33 poin ke level 2.365,33. Di Australia, Indeks S&P/ASX 200 naik 0,42% atau 24.272 poin ke level 5.750.124 karena sektor industri dan material menguat mengimbangi kerugian pada sektor barang konsumsi.

Bursa saham China ditutup variatif dengan Indeks Hang Seng Hong Kong menguat. Sementara, Shanghai Composite naik 0,13% atau 4,11 poin ke level 3.291,02 dan Komposit Shenzhen turun 0,423% atau 8,09 poin ke level 1.908,31.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Seharian Menghijau,...
Seharian Menghijau, IHSG Ditutup Melesat ke Level 6.100
Melempem, IHSG Pagi...
Melempem, IHSG Pagi Ini Dibuka Turun ke Level 6.074
IHSG Tembus Level 6.200,...
IHSG Tembus Level 6.200, Ini Dia 10 Saham Top Gainers
254 Saham Menguat, IHSG...
254 Saham Menguat, IHSG Dibuka Naik ke Level 6.072
IHSG Diprediksi Masih...
IHSG Diprediksi Masih Lunglai, Saham-saham Ini Layak Dicermati
Akhir Pekan, IHSG Diprediksi...
Akhir Pekan, IHSG Diprediksi Menguat Terbatas
Berita Terkini
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
1 jam yang lalu
Pertamax Naik Rp3.950...
Pertamax Naik Rp3.950 Jadi Rp16.250/Liter, Ini Daftar Lengkap Harga BBM di SPBU Pertamina
2 jam yang lalu
Harga BBM Pertamax Cs...
Harga BBM Pertamax Cs Resmi Naik per Rabu 10 Juni 2026, Pertalite dan Solar Subsidi Tetap
2 jam yang lalu
BI Rate Naik Demi Menahan...
BI Rate Naik Demi Menahan Tekanan Rupiah dan Capital Outflow
8 jam yang lalu
Dirut Perkebunan Nusantara...
Dirut Perkebunan Nusantara III Dorong Pemuda Jadi Motor Transformasi Perkebunan
8 jam yang lalu
Ekonom: Kebijakan BI...
Ekonom: Kebijakan BI dan Pemerintah Memperkuat Rupiah Sudah Tepat
9 jam yang lalu
Infografis
Saat Sekutu Berhenti...
Saat Sekutu Berhenti Menuruti Donald Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved