Pindad, PT Dirgantara Indonesia hingga PT PAL Bakal Direlokasi

Rabu, 23 Agustus 2017 - 12:26 WIB
Pindad, PT Dirgantara...
Pindad, PT Dirgantara Indonesia hingga PT PAL Bakal Direlokasi
A A A
JAKARTA - Dalam upaya membangun kawasan industri yang terintegrasi, Kementerian Pertahanan (Kemenhan) telah menyiapkan laham seluas 10 ribu hektar di Lampung. Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengatakan agar industri pertahanan yang lebih kuat dan profesional, maka di antaranya PT Dirgantara Indonesia (DI) dan PT PAL hingga PT Pindad akan direlokasi.

Meski begitu, Menhan masih mencari lokasi yang tepat, dengan kemungkinan besar Lampung menjadi pilihan. "Nanti saya ke Lampung. Secepatnya lah setelah ini. Lahan sudah dapat ada 10 hektar lebih. Jadi kalau jadi satu akan lebih bagus. Kalau sekarang luasan satu perusahaan cuma 26 hektar atau 40 hektar, nanti kita kasih 3 ribu hektar. Kan lebih gede kan. Tidak usa muter-muter," ujarnya usai membuka peluncuran buku KPPI di Jakarta, Rabu (23/8/2017).

(Baca Juga: Anggaran Kemenhan Terbesar Kedua di RAPBN 2018 meski Turun )

Hanya saja, Ryamizard tidak menyebutkan rincian anggaran yang diperukan untuk merelokasi, maupun membangun industri pertahanan yang terintegrasi itu. Menurutnya, pihaknya belum tahu kebutuhan anggaran. "Yang penting disiapkan lahannya dulu. Sebab, kalau tidak sekarang kapan lagi. Sebab lima tahun lagi, akan sulit cari laham seluas itu," tegasnya lagi.

Guna menghidupkan industri pertahanan Tanah Air, Kemenhan siap memgalokasikan anggaran mencapai sebesar Rp40% dari sebelumnya hanya 20%. Anggaran Kemenhan menempati posisi kedua yang mendapatkan alokasi belanja negara terbesar pada RAPBN 2018 untuk kategori Kementerian yakni mencapai Rp105,7 triliun. Angka ini sebenarnya lebih rendah dari proyeksi anggaran Kemhan tahun 2017 sebesar Rp108 triliun.

Lebih lanjut Ia juga berpesan, supaya sinergi terus dibangun untuk menghidupkan industri pertahanan Indonesia, tidak hanya di kalangan Kementerian dan Lembaga (K/L) tetapi juga melibatkan perguruan tinggi dan perusahaan. "Semua perusahaan lama maupun yang baru akan sinergi. Makanya dalam waktu dekat akan kita kumpulkan lagi. Mari kita kerja sama dengan baik karena ini untuk bangsa dan negara. Tidak boleh ada yang lambat-lambat, mudah-mudahan tidak ada lagi," pungkasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
KPK Tetapkan Dirut PT...
KPK Tetapkan Dirut PT PAL Tersangka Kasus Korupsi PT Dirgantara Indonesia
KPK Panggil Dirut PT...
KPK Panggil Dirut PT PAL Dalami Kasus PT DI
Kasus PT DI, KPK Periksa...
Kasus PT DI, KPK Periksa Dirut PT PAL Budiman Saleh sebagai Tersangka
Ditetapkan Tersangka,...
Ditetapkan Tersangka, Dirut PT PAL Kecipratan Uang Korupsi Rp686 Juta
Berkali-kali Dipanggil...
Berkali-kali Dipanggil KPK, Dirut PT PAL Masih Saksi Korupsi PT DI
Terkejut Sikap JPU,...
Terkejut Sikap JPU, Kuasa Hukum Minta Hakim Perhatikan Fakta Persidangan
Berita Terkini
Kawal Transformasi Terintegrasi...
Kawal Transformasi Terintegrasi untuk Perkuat Bio Farma Group
3 jam yang lalu
Pasar Potensial Industri...
Pasar Potensial Industri Pembiayaan, Chailease Finance Dukung Pertumbuhan UKM Bandung
3 jam yang lalu
BPDP Dukung Jakarta...
BPDP Dukung Jakarta Fiscal Forum 2026, Perkuat Kolaborasi untuk Pembangunan Berkelanjutan
4 jam yang lalu
Pertamina Siap Turunkan...
Pertamina Siap Turunkan Harga BBM secara Bertahap Mulai Awal Juli
4 jam yang lalu
Bukan Utang, Purbaya...
Bukan Utang, Purbaya Tegaskan Pendanaan AIIB Rp303 Triliun Murni Investasi
5 jam yang lalu
Rumah BUMN SIG di Rembang...
Rumah BUMN SIG di Rembang Catat Transaksi Rp6,9 Miliar
5 jam yang lalu
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved