Tuan Rumah IMF-World Bank, Pemerintah Tawarkan Paket Wisata

Rabu, 23 Agustus 2017 - 19:00 WIB
Tuan Rumah IMF-World...
Tuan Rumah IMF-World Bank, Pemerintah Tawarkan Paket Wisata
A A A
JAKARTA - Terpilihnya Indonesia sebagai tuan rumah pertemuan tahunan IMF-World Bank tahun 2018, dimanfaatkan pemerintah untuk menggenjot angka wisatawan. Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, pemerintah telah menyiapkan 60 paket wisata untuk turis dan delegasi yang akan datang, dengan harga USD50-USD2.000 per orang.

Kendati Bali ditunjuk menjadi tempat penyelenggaraan, kata Arief, pemerintah menawarkan enam destinasi lainnya: Lombok, Labuan Bajo, Yogyakarta, Danau Toba, Toraja, dan Banyuwangi. Dari 60 paket tur, 33 paket di antaranya akan disediakan di Bali dan 27 paket lainnya tersebar di enam destinasi tersebut.

Menariknya, salah satu paket yang ditawarkan adalah paket Obama. Turis akan diajak berkeliling ke destinasi yang disambangi mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama saat melancong ke Tanah Air beberapa waktu lalu.

"Jadi kami menawarkan 60 paket tur. Jadi Bali satu, ditambah enam destinasi. Jadi Bali, Lombok, Labuan Bajo, Jogja, Danau Toba, Toraja, dan Banyuwangi. Total paket turnya ada 60. Bali sendiri 33 paket, sisanya 27 paket. Termasuk kami tawarkan paket Obama," katanya di Kantor Kemenko bidang Kemaritiman, Jakarta, Rabu (23/8/2017).

Menurutnya, paket wisata termurah dibanderol sekitar USD50 dengan konsep wisata satu hari (one day travel). Sementara termahal dibanderol sekitar USD2.000 ke Pulau Komodo.

"Dari USD50 sampai USD2.000. Kalau yang USD50 itu one day travel. Paling mahal itu ke Komodo karena ada private cruise di sana dan ada private speed boat. Memang Komodo positioning kami untuk IMF," imbuh dia.

Menurutnya, paket yang dipersiapkan pemerintah merupakan paket komplit, mulai dari tiket pesawat ke destinasi tujuan hingga penginapan. Pasalnya, pemerintah tidak ingin para turis tertarik namun menjadi urung karena tidak tahu akomodasi untuk sampai ke destinasi tersebut.

"Jadi paket yang kami jual itu sudah tiga A. Satu, maskapainya atau accessability. Terus kedua, akomodasi dan ketiga, atraksi. Jadi kita tidak mau membuat orang berpikir harus naik apa ke sana, tinggalnya dimana. Jadi begitu beli paket, semuanya sudah tersedia. Harus itu. Dan persyaratannya harus paket yang sudah reguler dan biasa kita jual," tuturnya.

Sejatinya, tambah Arief, penyelenggaraan Annual Meeting IMF-World Bank pada Oktober 2018 adalah low season untuk pariwisata. Namun, dengan penyelenggaraan acara tersebut Indonesia akan diuntungkan karena akan banyak turis yang berlibur ke destinasi tersebut.

Selain itu, pertemuan tahunan ini juga akan menjadi media bagi Indonesia untuk mempromosikan destinasi wisata yang ada di Tanah Air. "Ini media valuenya pasti tinggi, karena banyak sekali kepala negara, kepala pemerintahan, menteri keuangan seluruh dunia, gubernur bank sentral seluruh dunia akan kumpul. Itu media valuenya tinggi. Kesempatan kita untuk mempromosikan destinasi wisata di Indonesia. Jadi itu yang kita ambil angle-nya, kita bisa mempromosikan Indonesia dengan exposure yang sangat tinggi," tandasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Profil Pendiri IMF John...
Profil Pendiri IMF John Keynes dan Harry White, Siapakah Dia?
Profil Kristalina Georgieva,...
Profil Kristalina Georgieva, Mantan CEO Bank Dunia yang Jadi Direktur IMF
Seumuran dan Sama-sama...
Seumuran dan Sama-sama Pemberi Pinjaman, Ini Perbedaan IMF dan Bank Dunia
IMF dan Bank Dunia Dikecam...
IMF dan Bank Dunia Dikecam karena Lebih Memihak Ukraina Dibandingkan Afrika
Ledakan Gagal Bayar...
Ledakan Gagal Bayar Utang Menguji Jaring Pengaman IMF dan Bank Dunia
Bos IMF Georgieva Sangkal...
Bos IMF Georgieva Sangkal Beri Tekanan Pro-China pada Laporan Bank Dunia
Berita Terkini
IHSG Dibuka Perkasa...
IHSG Dibuka Perkasa Sentuh Level 5.960, Ada 380 Saham Berlari di Zona Hijau
27 menit yang lalu
Aliran Modal Asing Mulai...
Aliran Modal Asing Mulai Masuk, Rupiah Membaik Tinggalkan Rp18.000 per Dolar AS
57 menit yang lalu
Beban Berat Kelas Menengah...
Beban Berat Kelas Menengah di Tengah Kenaikan Pertamax jadi Rp16.250/Liter
2 jam yang lalu
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
12 jam yang lalu
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
12 jam yang lalu
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Rp16.250, Bahlil: Sudah Diperhitungkan Secara Bijak
12 jam yang lalu
Infografis
Anggoro Eko Cahyo, Dirut...
Anggoro Eko Cahyo, Dirut Baru Bank Syariah Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved