Indef Sarankan RAPBN 2018 Tetap Fokus ke Pertumbuhan Ekonomi

Jum'at, 25 Agustus 2017 - 21:02 WIB
Indef Sarankan RAPBN...
Indef Sarankan RAPBN 2018 Tetap Fokus ke Pertumbuhan Ekonomi
A A A
JAKARTA - Institute Development of Economics and Finance (Indef) mencermati Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2018 yang disusun pemerintah. Indef meminta pemerintah agar tidak paranoid alias ketakutan target yang dicanangkan tidak tercapai.

Ekonom Indef Bhima Yudistira mengungkapkan, pemerintah dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019 mencanangkan pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa mencapai 7% hingga 2019. Sejak awal pemerintahan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) kerap menggaungkan bahwa pemerintah fokus untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Tanah Air.

Namun sejauh ini, pertumbuhan ekonomi Indonesia selama tiga tahun pemerintahan Jokowi, masih belum sesuai ekspektasi. Ekonomi Indonesia hanya bertengger di angka 4% hingga 5%.

"Ekonomi kita kebijakannya kebijakan paranoid. Kita bicara RPJMN targetnya muluk-muluk 7% untuk keluar dari middle income trap," katanya dalam sebuah diskusi di Cikini, Jakarta, Jumat (25/8/2017).

Saat target tersebut dirasa sulit untuk dicapai, kata Bhima, pemerintah langsung menggeser arah kebijakan ekonomi Indonesia menjadi berfokus pada pemerataan ekonomi dan kesetaraan. Pemerintah bahkan dinilai seakan melupakan ambisi meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia dan beralih pada pemerataan.

"Kenapa baru-baru ini sering sekali kita bicara inequality. Seakan wacananya diubah, dari mendorong pertumbuhan ekonomi ke pemerataan ekonomi. Makanya muncul analisa bahwa pertumbuhan ekonomi dilupakan dan beralih ke pemerataan. Ini kebijakan yang ketakutan karena tidak mampu mencapai target," tandasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Sepakati Asumsi RAPBN...
Sepakati Asumsi RAPBN 2021, Kesehatan-Ekonomi Jadi Prioritas
Mencoba Peruntungan...
Mencoba Peruntungan Baru, Alya Nurshabrina Luncurkan Fall Into Place
Sri Mulyani Ingin Genjot...
Sri Mulyani Ingin Genjot Mesin Ekonomi Indonesia di RAPBN 2021
Perry Warjiyo Lebih...
Perry Warjiyo Lebih Pede dari Pemerintah Soal Pertumbuhan Ekonomi RI di 2021
Prioritas RAPBN 2021...
Prioritas RAPBN 2021 Bukan untuk Kesehatan, Jangan Ngarep Ekonomi Tumbuh 5,5%
Ramalan Jokowi: Ekonomi...
Ramalan Jokowi: Ekonomi RI Tahun 2022 Tumbuh 5,5%
Berita Terkini
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
3 jam yang lalu
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
3 jam yang lalu
BKI dan ASDP Perkuat...
BKI dan ASDP Perkuat Sinergi Keselamatan Kerja Melalui Audit SMK3
4 jam yang lalu
Silmy Karim Dicopot...
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris Telkom usai Tersangka KPK
4 jam yang lalu
DPR Ingatkan Potensi...
DPR Ingatkan Potensi Moral Hazard Penambahan Layer Rokok Ilegal
4 jam yang lalu
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
4 jam yang lalu
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved