Industri Fintech Berperan Penting Capai Target Inklusi Keuangan

Senin, 28 Agustus 2017 - 14:53 WIB
Industri Fintech Berperan...
Industri Fintech Berperan Penting Capai Target Inklusi Keuangan
A A A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menyatakan bahwa kehadiran industri jasa keuangan berbasis digital dan teknologi menjadi salah satu cara mendorong tingkat inklusi keuangan masyarakat Indonesia. Pasalnya, tingkat inklusi keuangan di Tanah Air masih sangat rendah.

Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara mengatakan, dengan tingginya jumlah pengguna ponsel yakni sekitar 371,4 juta orang dan tingginya penetrasi perangkat digital, penggunaan teknologi digital memiliki peran penting dalam meningkatkan inklusi keuangan. Menurutnya, kemudahan dan fleksibilitas yang ditawarkan teknologi digital dapat menghilangkan hambatan orang-orang yang tidak berpendidikan untuk memperoleh akses finansial.

"Teknologi digital mampu memberikan layanan keuangan ke daerah-daerah terpencil di Indonesia. Hal ini akan mendorong tercapainya target inklusi keuangan nasional dari 36% di tahun 2014 menjadi 75% di tahun 2019," ujar Mirza di Hotel Tentrem, Yogyakarta, Senin (28/8/2017).

Selain itu, fintech juga mendukung program BI terkait sistem pembayaran elektronik melalui kampanye less cash society. "Hal ini mengingat uang tunai masih menjadi mode pilihan transaksi untuk sebagian besar masyarakat Indonesia, jadi ada kebutuhan yang lebih besar untuk mempopulerkan transaksi nontunai," imbuh dia.

Menurutnya, kampanye gerakan nontunai juga terus didorong dengan memprakarsai model bisnis Government to Person (G2P) elektronik yang terdiri dari 4 proses utama, yaitu (i) pembukaan rekening / rekening, (ii) pendidikan dan sosialisasi, (iii) pencairan, dan (iv) Penarikan melalui agen Digital Financial Services. Melalui model itu, BI bersama pemerintah sepakat untuk menyalurkan bantuan secara non tunai dalam Program Keluarga Harapan (PKH).

"Sejak akhir 2016, Indonesia telah menerapkan G2P elektronik secara bertahap dimulai dengan penyaluran dana secara elektronik untuk PKH bagi 1,2 juta penerima. Tahun ini pemerintah kita mencairkan secara elektronik PKH kepada 6 juta penerima dan Bantuan Pangan Non Tunai kepada 1 juta penerima. Dalam waktu dekat, kami akan mendorong G2P elektronik dapat diakses baik dengan kartu maupun ponsel," tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Calon Deputi Gubernur...
Calon Deputi Gubernur BI Doni Primanto Fokus Dorong Keuangan Digital
16 Lembaga Keuangan...
16 Lembaga Keuangan Akan Jadi Peserta Baru BI Fast
Fitch Ratings Indonesia...
Fitch Ratings Indonesia Naikkan Peringkat Bank Bukopin Jadi AA-
Mengupas Tantangan Industri...
Mengupas Tantangan Industri Keuangan Non Bank, OJK: Transformasi On Track
Indonesia Fintech Summit...
Indonesia Fintech Summit Dorong Inklusi Keuangan
Ekonom: Tanpa Ekosistem,...
Ekonom: Tanpa Ekosistem, Fintech Akan Sulit Berkembang
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
1 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
1 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
2 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
3 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
3 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
4 jam yang lalu
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved